Momen yang ditunggu-tunggu telah tiba! Seperti yang telah saya ceritakan dalam posting yang berjudul “Mimpi yang Menjadi Kenyataan: Menjelajah Kalimantan“, kini saya akan menceritakan tentang perjalanan “Borneo Wild Adventure” #Terios7Wonders 2015 yang begitu seru dan menyenangkan. Bahkan, saat menuliskan posting ini, saya tengah berada di salah satu kota kecil yang berada di sudut timur Kalimantan.
Pagi itu pagi terasa begitu berbeda. Saya dan Kak Vira yang tidur sekamar terbangun pada pukul 06.30 WITA karena bunyi alarm ponsel saya. Tubuh kami terasa begitu lelah dan saya pun masih setengah sadar karena kami hanya tidur selama dua jam. Setelah bangun tidur dengan kepala kleyengan, kami pun mandi dan buru-buru sarapan sambil membawa segala barang bawaan. Anehnya, begitu kami tiba di lobi hotel untuk sarapan, lobi hotel begitu sepi dan hanya ada Pak Endi, kepala rombongan yang tengah sarapan sambil bekerja di depan laptopnya. Setelah beliau selesai sarapan dan belum banyak peserta yang muncul lagi, akhirnya Pak Endi bertanya pada resepsionis hotel soal morning call. Dan ternyata, resepsionis hotel belum ‘membangunkan’ peserta-peserta lain via telepon karena zona waktu di Palangkaraya masih termasuk ke dalam WIB dan bukan WITA. Saya dan Kak Vira pun akhirnya senyam-senyum sendiri karena merasa dikerjai. Pantas saja teman-teman kami masih tertidur pulas, ternyata kami sarapan pukul 05.30 WIB yang kami kira sudah 06.30 WITA. Hehehe… Yang jelas, lebih baik lebih awal daripada terlambat, kan?
Selesai sarapan, kami pun mendapatkan briefing singkat mengenai jadwal perjalanan “Borneo Wild Adventure” yang akan dimulai dengan acara pembukaan di salah satu dealer Daihatsu yang ada di Palangkaraya, yaitu Tri Mandiri Daihatsu Palangkaraya. Masih terkantuk-kantuk, akhirnya kami–total 28 orang dari blogger dan media, berangkat ke Tri Mandiri Daihatsu Palangkaraya yang berada cukup dekat dengan hotel transit kami; Hotel Amaris Palangkaraya.

Jujur saja, dalam perjalanan menuju ke Tri Mandiri Daihatsu Palangkaraya, saya nggak mengharapkan sebuah acara yang meriah karena fokus saya tetap pada perjalanan “Borneo Wild Adventure” itu sendiri. Akan tetapi, ternyata rombongan kami ‘disambut’ dengan cukup meriah. Rasa ngantuk pun hilang seketika karena sambutan yang begitu hangat. Tim dari Tri Mandiri Daihatsu Palangkaraya telah mendekorasi tempat mereka dengan gapura ala “Borneo Wild Adventure” dengan panggung kecil bernuansa merah serta tiga penari cantik yang akan mempertunjukkan tarian sambutan, yaitu Tari Mandau khas suku Dayak. Dimulai dengan sesi foto dan kata sambutan, acara pembukaan pun dimulai di bawah langit putih keabuan Kota Palangkaraya.

Bagi saya, acara yang paling menarik pagi itu adalah Tari Mandau khas suku Dayak yang dipentaskan oleh tiga perempuan cantik. Mandau sendiri merupakan senjata tradisional khas suku Dayak yang biasanya ditampilkan sebagai tarian sambutan atau tarian selamat datang. Melihat gerakan yang begitu luwes dan senyum yang sumringah dari para penari cantik tersebut, saya benar-benar merasa disambut hangat–terlepas dari gelapnya langit Palangkaraya yang terasa sedikit muram karena kabut asap dari kebakaran hutan-hutan Kalimantan.

Dan begitu Tari Mandau selesai dipentaskan, “Borneo Wild Adventure” #Terios7Wonders 2015 pun resmi dimulai dengan dikibarkannya bendera start bermotif papan catur hitam-putih seperti dalam balapan umumnya oleh tim PT. Astra Daihatsu Motor. Saya dan teman-teman blogger nggak lupa berfoto dengan senyum lebar yang mengembang sebelum perjalanan dimulai.


Dari tujuh mobil Terios yang ada, saya dan Kak Vira ditakdirkan untuk berada dalam mobil yang sama (ciyeee… :P) dengan sopir kece yang bernama Bang Abi dan juru kamera profesional yang bernama Nuh. Berjalan beriringan, kami pun sempat berhenti beberapa kali dalam perjalanan menuju ke wonder yang pertama, yaitu Taman Nasional Sebangau, untuk mengambil gambar deretan mobil Terios yang terlihat begitu keren–apalagi karena kami menumpang di salah satunya. Hehehe… Bahkan, Kak Vira yang jago sekali mensketsa, sempat membuat sketsa Terios selama di perjalanan. Nggak hanya memotret mobil, kami juga nggak lupa untuk berfoto narsis.






Nah, untuk cerita perjalanan “Borneo Wild Adventure” #Terios7Wonders 2015 mengenai wonder yang pertama, yaitu Taman Nasional Sebangau, akan saya tulis di posting berikutnya, ya. Selamat membaca dan menunggu! 😛
—
Postingan ini merupakan catatan perjalanan #Terios7Wonders “Borneo Wild Adventure”. Totalnya ada 14 postingan yang bisa kamu baca. Berikut urutannya (dari awal hingga akhir perjalanan):
- Mimpi yang Menjadi Kenyataan: Menjelajah Kalimantan -> Kamu sedang membaca postingan ini.
- Road Trip untuk Menjelajah Kalimantan Resmi Dimulai!
- Trekking di Taman Nasional Sebangau Demi Melihat Orangutan
- Menggoyang Lidah dengan Lontong Orari yang Nikmat
- Melihat Bokong Bekantan yang Seksi di Pulau Kaget
- Kecantikan Anggrek Kalimantan di Tengah Petang
- Menerobos Kabut Asap Demi Melihat Kerbau Rawa yang Montok
- Udang Rasa Susu? Hanya di Rumah Makan Paliat!
- Mampir ke Sarangnya Buaya Kalimantan di Teritip
- Berbagi di Desa Loa Janan Timur
- Mengenal Suku Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang
- Berpelukan dengan Pohon Ulin Raksasa di Taman Nasional Kutai
- Mengakhiri Perjalanan Menjelajah Kalimantan di Kepulauan Derawan
- Mengenang Perjalanan Menjelajah Kalimantan (tulisan dan video)


aku iriiii
Makanya ikutan dong, Mas! 😛
aku gak pernah diajakkk.. *bersedih
lebaaaaaay…kamu kan udah ke mana-mana, Mz. semoga kita bisa halan-halan bersamo lagi yaaa~
Yuk ikut yuk, ke sms aja hahahahahaa
yuk ayuklah kita ke sms. mas bolang jangan ngomong aja. kamu yg paling sibuuuk
Aku gak pernah diajak
yuk mz yuk mz kita berjumpa bertiga~
hahh trisam
errrrr..aku liatin kalian aja, ya. aku nggak ikutan
Aish ada diriku hehehehe
iya, dong. masa fotomu kuabaikan. kamu kan kece. :3
Om Cumi emang asli kocak ya mbak orangnya? Hahahaha
Apalagi kalau bayangin dia pakai celana dalem doang hahahaha
wahahahaha kak cumi asyik banget orangnya! seru! bikin rame suasana terus, mz~
nunggu cerita selanjutnya ahh…
asyik! tungguin ya, Vid 😀
Pengen juga rasanya keliling Kalimantan, masih minus Kalbar dan Kaltara
😀 asyik banget ya bisa keliling Kalimantan! kalo saya pengen eksplor Kalimantan Utara lagi, sih ^^