Perlukah Kita Melek Politik?

Wah, kalo ngomongin soal politik… saya agak bingung harus menuliskan apa karena saya merasa nggak tahu banyak. Tapi di usia dewasa ini, saya mulai bertanya-tanya pada diri saya sendiri: “Perlukah kita melek politik?” Ketika masih kecil, saya memahami politik sebagai partai-partai dan kampanye pemilihan umum saja. Pada kenyataannya, politik ternyata lebih luas dari itu.

Mengutip KBBI, kata “politik” berarti:

  1. n (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan): bersekolah di akademi —
  2. n segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain: — dalam dan luar negerikedua negara itu bekerja sama dalam bidang –, ekonomi, dan kebudayaanpartai —organisasi —
  3. n cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijakan: — dagang— bahasa nasional

Selama ini saya memahami politik sebagai ranah yang jauh dari kehidupan saya sehari-hari, terlebih karena keluarga saya nggak ada yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, saya pun memulai memahami bahwa politik justru sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita dan juga memahami mengapa kita perlu melek politik.

Sebagai seorang Warga Negara Indonesia (WNI), saya merasa melek politik amat diperlukan. Apalagi, Indonesia adalah sebuah negara berkembang. Berbagai permasalahan politik sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari kita. Sesimpel kebijakan tentang naiknya biaya tagihan listrik yang sangat berpengaruh pada hidup kita, juga kebijakan-kebijakan yang berlaku terkait dengan pandemi Covid-19.

Menyambung postingan blog saya sebelumnya tentang pentingnya berpikir kritis, melek politik memiliki kaitan erat dengan proses berpikir kritis. Ketika kita melek politik, di saat yang bersamaan kita juga berpikir kritis. Kita nggak serta-merta menerima begitu saja kebijakan-kebijakan baru yang diberlakukan di negara ini, tapi kita pun bisa memahami lebih jauh akan kekurangan dan kelebihan dari kebijakan tersebut.

Begitu pula saat menyikapi kampanye-kampanye politik dalam masa pemilihan umum atau pemilu, jika kita melek politik, tentu kita bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini kita pegang. Kita nggak akan bingung dalam memilih. Meski pada kenyataannya mungkin nggak sesimpel itu karena seringnya politik bukan soal hitam atau putih saja, seenggaknya melek politik membantu kita agar nggak menjadi seorang warga negara yang pasif dan apatis.

Perlukah Kita Melek Politik?
Source: https://www.freepik.com/free-vector/hands-with-placards-concept_9007858.htm#page=1&query=politics&position=41

Nggak hanya terkait soal pemerintahan saja, politik sebenarnya ada di sekitar kita. Seenggaknya, itu yang saya pahami sih. Terutama ketika kita bekerja di sebuah perusahaan atau berada di sebuah organisasi–segala tatanan yang ada di dalamnya juga dapat bersifat politis. Bahkan, saat kita hidup bertetangga dalam sebuah RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga), kita juga dihadapkan dengan tatanan politis.

Saat kita dihadapkan dengan berbagai tatanan yang bersifat politis, kita harus tahu betul posisi kita. Di sinilah melek politik diperlukan. Kita nggak akan bingung saat harus mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Meski saya nggak terlalu paham masalah-masalah politik yang begitu dalam terkait pemerintahan, melek politik yang saya miliki saat ini seenggaknya bisa membantu saya melihat masalah-masalah politis di sekitar saya dengan pikiran yang lebih jernih.

Dan menjawab pertanyaan saya di awal postingan blog ini, menurut saya sih, melek politik sangatlah diperlukan. Sambil menuliskan postingan ini, saya pun jadi teringat buku-buku tentang ilmu politik yang saya miliki dari masa kuliah. Sepertinya, sudah waktunya saya membaca buku-buku itu kembali supaya saya bisa makin melek politik. Hehehe…

Kalo menurut kamu gimana, perlukah kita melek politik? Silakan bagi pendapatmu di kolom komentar, ya. Terima kasih! 🙂

Written by
Sefin
Join the discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TheJournale