Kemampuan Otodidak yang Saya Miliki

Kemampuan Otodidak yang Saya Miliki

Supaya bisa bertahan hidup sebagai manusia, seenggaknya setiap orang harus memiliki sebuah kemampuan atau skill. Kemampuan ini tentunya amat beragam, tergantung kebutuhan dan juga minat orang tersebut. Bicara tentang kemampuan, belakangan ini saya menyadari bahwa ada sebuah kemampuan otodidak yang saya miliki. Kemampuan tersebut telah banyak membantu saya selama ini.

Sebagai seorang lulusan Sastra Inggris, saya nggak punya latar belakang sinematografi maupun fotografi. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, saya kemudian mempelajari kemampuan fotografi, videografi, serta editing secara otodidak. Semuanya bermula pada ketertarikan saya untuk memotret dalam mengabadikan perjalanan-perjalanan yang saya lewati. Pada akhir tahun 2012, saya membeli kamera digital pertama dengan uang hasil bekerja lepas sebagai seorang penerjemah saat masih kuliah.

Singkat cerita, saya belajar fotografi sambil jalan. Setiap kali traveling, saya berusaha untuk memaksimalkan potensi dari kamera pertama saya. Meski bukan kamera profesional seperti D-SLR, tapi saya senang bukan main karena saya bisa melatih kemampuan visual saya juga.

Di tahun 2015, ketika saya milai aktif ngeblog, saya pun memperdalam kemampuan fotografi saya. Di saat yang sama, saya juga belajar menggunakan kamera mirrorless untuk pertama kalinya serta belajar editing menggunakan aplikasi Adobe Photoshop. Semuanya saya pelajari secara otodidak ketika saya bekerja untuk project Cerita Mereka dari Puyo Peduli di mana awalnya saya hanya perlu menulis, tapi kemudian saya juga ditantang untuk memotret. Walaupun mungkin belum profesional banget, tapi saya cukup bangga dengan perkembangan kemampuan otodidak saya seputar fotografi dan editing saat itu. 🙂

Kemampuan Otodidak yang Saya Miliki
Source: https://www.freepik.com/premium-photo/male-photographer-working-computer-desk_9407792.htm#page=1&query=photography%20skill&position=15

Usai bekerja di Puyo Peduli, saya bekerja menjadi personal assistant dari Marischka Prudence atau Kak Prue–seorang travel blogger Indonesia yang memang sudah cukup senior dan ternama. Saya beruntung banget karena selama 2,5 tahun, saya dapat memperoleh kesempatan untuk bekerja serta belajar banyak dari Kak Prue. Dan tentunya, saya juga turut belajar kemampuan otodidak seputar fotografi, editing, dan juga videografi saat saya bekerja dengan Kak Prue.

Selama bekerja dengan Kak Prue, saya masih terus melanjutkan blog saya. Berbagai ilmu seputar fotografi, videografi, dan editing yang saya pelajari dari Kak Prue, kemudian saya aplikasikan ke media sosial dan blog yang saya miliki. Saya benar-benar beruntung karena dipertemukan dengan Kak Prue sehingga saya bisa belajar banyak dan berkembang dari Beliau. Dan nggak hanya bisa saya tingkatkan untuk diri saya sendiri saja, kemampuan otodidak yang saya miliki tersebut pada akhirnya bisa saya ajarkan kepada adik-adik dan suami saya.

Saya sih nggak pernah bilang bahwa saya adalah seseorang dengan kemampuan fotografi, videografi, dan editing yang amat handal… tapi sejauh ini, kemampuan otodidak yang saya miliki tersebut sudah sangat membantu saya, terutama untuk karir saya sebagai seorang blogger. 🙂 Saya sendiri juga nggak menyangka bahwa saya bisa memiliki kemampuan fotografi, videografi, serta editing seperti sekarang karena sebelumnya saya hampir nggak pernah percaya diri dengan semua kemampuan tersebut.

Pada akhirnya, saya tetap percaya bahwa saya nggak boleh berhenti belajar. Sekalipun saya sudah merasa cukup dengan kemampuan fotografi, videografi, dan editing yang telah saya pelajari secara otodidak, saya nggak akan berhenti mempelajarinya. Karena ilmu pun terus berkembang–atau dengan kata lain, ilmu nggak pernah habis.

Kalo kamu sendiri gimana nih, apa kemampuan otodidak yang kamu miliki? Mari terus belajar dan meningkatkan kemampuan yang kita miliki. 😀

Written by
Sefin
Join the discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TheJournale