Tentang Ilmu yang Nggak Akan Pernah Habis

Tentang Ilmu yang Nggak Akan Pernah Habis

Karena menuliskan topik ini, saya jadi berpikir keras… Pernah nggak ya seseorang bilang pada saya bahwa bekal ilmu nggak akan pernah habis? Saya bertanya-tanya dan sedikit kebingungan. Lalu saya pun bertanya pada diri saya sendiri: apa benar bekal ilmu nggak akan pernah habis?

Setelah bertanya pada diri sendiri, akhirnya saya mulai mengumpulkan beberapa gagasan yang muncul. Saya ingat betul, sejak kecil saya telah mempelajari banyak sekali ilmu–baik yang berupa pendidikan formal maupun non-formal. Kedua orangtua saya mungkin hanya lulusan SMA, tapi mereka selalu menekankan kepada saya dan adik-adik akan pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dari Papa, saya belajar bagaimana ilmu pengetahuan bisa didapatkan dengan banyak membaca. Sebelum informasi bisa didapat dengan mudah di era internet seperti sekarang (terlepas hoax atau bukan), buku adalah jendela dunia terbaik. Papa adalah laki-laki dengan pengetahuan paling luas yang saya tahu dan Papa merupakan seorang kutu buku. Nggak hanya Papa, Mama juga suka sekali membaca. Bahkan, Mama rajin mengumpulkan kliping-kliping dari koran dan majalah. Kebiasaan membaca dari kedua orangtua pun menular ke saya. Saya suka sekali membaca sejak kecil, meski mungkin sejak kuliah jumlah buku yang saya baca hanya sedikit. Yang jelas, saya belajar banyaaak sekali ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan alam dari buku-buku yang telah saya baca.

Selain ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan alam, masih ada beberapa ilmu yang nggak pernah saya lupakan: bekal ilmu dari kelas-kelas menulis yang saya ikuti sejak SMP hingga kuliah, bekal ilmu berbahasa Inggris yang saya pelajari sejak SD hingga kuliah, bekal ilmu paduan suara yang saya dapatkan sejak SMP hingga SMA, serta bekal ilmu bermain biola yang saya pelajari sejak SMP hingga kuliah. Dan ketika merefleksikan semua bekal ilmu tersebut, akhirnya saya tiba pada kesimpulan bahwa semuanya nggak akan pernah habis. Ya, saya setuju bahwa bekal ilmu nggak akan pernah habis. Betapa hebatnya otak manusia.

Berkat mengikuti kelas-kelas menulis sejak SMP hingga di masa kuliah, saya akhirnya bisa menulis blog dan menjadi seorang full-time blogger. Karena kecintaan saya belajar Bahasa Inggris, saya bisa menikmati masa-masa kuliah sebagai mahasiswi Sastra Inggris dan menjadi seorang translator. Kemampuan bermusik (bernyanyi dalam paduan suara serta bermain biola) yang saya miliki juga turut membantu saya menikmati masa-masa kuliah dalam kegiatan bermahasiswa dan berteater. Pada akhirnya, saya percaya bahwa nggak ada yang sia-sia di dalam hidup ini. 🙂

Tentang Ilmu yang Nggak Akan Pernah Habis
Source: https://www.freepik.com/premium-photo/hand-holding-light-bulb-with-innovative-creativity-are-keys-success_4939316.htm#page=2&query=knowledge&position=25

Meski demikian, sejak mengenal internet, saya amat percaya bahwa ilmu selalu berkembang dan sangat bisa berubah. Oleh karena itu, menurut saya penting banget untuk nggak pernah berhenti belajar karena ilmu yang kita dapat mungkin harus terus diperbaharui. Mungkin saat membaca gagasan saya ini, kamu sedikit kebingungan karena dari gagasan saya itu, secara nggak langsung tersirat bahwa ilmu yang pernah didapatkan akan habis pada waktunya. Bisa jadi benar, tapi bisa jadi salah. Yang jelas, saya tetap berpegang teguh menyetujui bahwa bekal ilmu nggak akan pernah habis.

Mungkin kamu sering mendengar bahwa semua yang ada di dalam hidup ini sifatnya sementara. Begitu pula dengan bekal ilmu, sewaktu-waktu, mungkin saja ilmu pengetahuan yang ada sudah nggak berlaku lagi dan perlu diperbaharui. Akan tetapi, menurut saya, ini nggak benar-benar berarti bahwa bekal ilmu bisa habis kapan saja. Karena pada kenyataannya, setiap bekal ilmu yang pernah kita pelajari dalam hidup akan berguna di waktu yang tepat. Seperti yang telah saya sebutkan di atas, saya percaya bahwa nggak ada hal yang sia-sia.

Bila ada yang mempertanyakan tentang ke mana Ilmu Matematika yang dipelajari seorang sarjana Ilmu Matematika ketika ia akhirnya bekerja di sebuah toko buku dan menjadi seorang ibu rumah tangga… mungkin saja ia mengaplikasikan Ilmu Matematika yang ia pelajari saat kuliah untuk anak-anaknya kelak. Mungkin saja ia menggunakan Ilmu Matematika dengan menjadi seorang guru privat Matematika saat mengisi waktu luangnya. Saya amat percaya, selama kita tulus belajar dalam memperoleh bekal ilmu, suatu hari bekal ilmu tersebut akan berguna di kehidupan kita.

Untuk menutup postingan blog ini, saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengaplikasikan bekal ilmu yang pernah didapat sehingga bisa berguna sampai sekarang:

1. Berpikir Luas

Mari berpikir luas atau think big. Jangan berpikir terlalu kaku. Bekal ilmu yang kita dapatkan nggak akan sekaku itu. Seperti contoh yang saya sebutkan di atas, seorang sarjana Ilmu Matematika nggak perlu menjadi seorang ahli Matematika untuk mengaplikasikan bekal ilmu yang pernah didapatkannya. Dengan berpikir luas, kita bisa mengaplikasikan segala bekal ilmu yang pernah kita dapatkan kapanpun yang kita mau. 🙂

2. Jangan Berhenti Belajar

Hidup ini adalah proses untuk belajar. Dengan terus belajar, kita akan menyadari bahwasanya bekal ilmu bisa kita dapatkan kapan saja dan di mana saja, dan kita pun dapat mengaplikasikannya dalam berbagai aspek kehidupan kita. Bahkan untuk bekal ilmu yang kita rasa kita sudah paham atau ‘khatam’ betul, bisa saja ada perubahan, perbaharuan, atau penambahan. Dengan nggak pernah berhenti belajar, setiap bekal ilmu yang pernah kita peroleh akan terus ter-update, sehingga bisa terus kita gunakan dalam hidup.

3. Pelajari Kembali Bekal Ilmu yang Pernah Diperoleh

Manusia bisa lupa. Menyambung tips kedua, saat memutuskan untuk nggak pernah berhenti belajar, kita juga harus mempelajari kembali semua bekal ilmu yang pernah kita peroleh. Hidup ini memiliki berbagai ujian dadakan atau pop quiz yang benar-benar nggak bisa kita prediksi. Buat saya sendiri, dengan mempelajari kembali bekal-bekal ilmu yang pernah saya peroleh, berarti saya mempersiapkan diri untuk berbagai pop quiz yang bisa muncul kapan saja dalam hidup saya. Kita nggak akan pernah tahu kapan bekal ilmu yang pernah kita peroleh akan berguna dalam hidup dan dengan mempelajarinya kembali, kita akan lebih siap ketika harus mengaplikasikannya.

4. Jangan Pelit Ilmu

Salah satu cara terbaik untuk bisa ahli dan mahir dalam suatu bidang adalah dengan berbagi. Berbagi materi atau benda mungkin sudah biasa, tapi berbagi bekal ilmu adalah sesuatu yang sama sekali nggak ternilai. Orang-orang yang pernah kita beri hadiah mungkin bisa lupa tentang benda yang pernah kita berikan, tapi ketika kita berbagi bekal ilmu pada orang lain, mereka nggak akan pernah lupa. Saya ingat betul bagaimana saya pernah volunteering di Raja Ampat untuk mengajar Bahasa Inggris dan membuat buklet kecil. Saya amat bersyukur dengan momen berbagi ilmu tersebut, karena dengan berbagi ilmu, saya bisa mengaplikasikan ilmu Bahasa Inggris yang saya pelajari sejak kecil hingga kuliah, turut membantu saya untuk terus mengingat bekal ilmu tersebut, serta membuat saya makin percaya bahwa bekal ilmu yang saya peroleh dalam hidup nggak akan pernah habis dan nggak sia-sia.  Berbagilah bekal ilmu kepada banyak orang. 🙂

Apakah kamu setuju bahwa bekal ilmu nggak akan pernah habis? Silakan tuliskan opinimu di kolom komentar, ya. Semoga kita nggak berhenti belajar dan berkembang sebagai manusia. Stay safe and healthy, pals😀

Written by
Sefin
TheJournale