Saya tahu betul bagaimana banyak orang Indonesia yang memilih berobat ke Malaysia karena harganya yang cukup terjangkau dan pelayanan medisnya yang sudah terbukti bagus dan terpercaya. Termasuk bapak dan ibu mertua saya. Tiap tahunnya, mereka rutin pergi ke Island Hospital di Penang, Malaysia untuk medical check up. Terutama untuk bapak mertua saya yang fasih berbahasa Mandarin, pergi ke Malaysia membuatnya cukup senang karena di Malaysia cukup banyak yang fasih berbahasa Mandarin.

Saya sendiri belum pernah pergi ke Malaysia khusus untuk berobat atau melakukan medical check up, tapi saya sudah lama penasaran. Makanya waktu diundang oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) untuk trip bareng temen-temen blogger lain sekaligus mengenal tentang healthcare tourism di Kuala Lumpur, Malaysia, saya nggak bisa nolak. 🙂

Hari Pertama: Kenalan dengan MHTC

Sebelum bertolak ke Malaysia dengan teman-teman blogger dan media, kami sempat berfoto dulu di Bandara Soekarno-Hatta. 🙂 Nggak sabar banget mau tau lebih banyak soal Healthcare Travel di Malaysia.

Oh iya, buat kalian yang penasaran apakah pergi ke Malaysia untuk melakukan pengobatan atau medical check up itu mudah atau nggak, menurut saya sih mudah banget karena ada MHTC Lounge di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 1. Loungenya cukup luas dengan sofa yang nyaman banget. Di sana juga staffnya begitu ramah. Kalo kamu nggak terlalu fasih Bahasa Inggris, nggak usah khawatir karena kamu bisa menggunakan Bahasa Indonesia yang cukup mirip dengan Bahasa Melayu–paling hanya berbeda beberapa kata doang, kok. Mereka sangat informatif dan sangat membantu, lho! 😀

Salah satu sudut di MHTC Lounge.
Foto bareng di depan MHTC Lounge.

Udah gitu, begitu tiba, saya dan rombongan langsung dibantu untuk ganti sim card ke sim card Malaysia supaya komunikasi dan koneksi internet selama di Malaysia jadi lebih lancar. 🙂 Tinggal siapin paspor dan handphone kamu aja untuk mempermudah proses pergantian sim card.

Trip bareng MHTC-nya sendiri berlangsung selama 3 hari dan bertajuk “Quality Care for Your Peace of Mind.” Saat kami tiba di hotel pada hari pertama, kami langsung disambut dengan kenang-kenangan yang diletakkan di atas tempat tidur. Baik betul MHTC ini. Saya girang bukan main! Belum apa-apa, sudah dikasih hadiah duluan. Hihihi…

Hari pertama memang dikhususkan untuk perkenalan dengan MHTC, jadi begitu selesai beres-beres di hotel, kami langsung diajak menyaksikan presentasi dari CEO MHTC: Sherene Azli. Beliau begitu ramah saat bertemu dengan saya dan teman-teman. Jujur, saya cukup takjub karena ternyata Malaysia adalah satu-satunya negara di dunia yang memang memiliki lembaga berfokus pada Medical Tourism atau wisata medis. Meski mungkin terdengar ‘aneh’, tapi wisata medis ini banyak dilakukan warga-warga dari berbagai negara di Asia, seperti Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Myanmar, Cina, dan India.

Selain menceritakan tentang bagaimana pemerintah Malaysia begitu concern pada turis-turis dari luar Malaysia yang datang untuk melakukan pengobatan serta medical check up, Mrs. Sherene Azli juga sempat berbagi mengenai target atau goals dari MHTC yang akan berfokus pada perawatan untuk fertilitas, seperti IVF (In Vitro Fertilisation) atau bayi tabung dan pengobatan kardiologi atau jantung. MHTC juga akan menyiapkan program Malaysia Year of Healthcare Travel 2020. Salut banget sih saya sama MHTC karena benar-benar fokus pada Medical Tourism. 🙂

Pada malam harinya, kami kemudian diajak untuk makan malam dimana pada acara tersebut ada pasien asal Surabaya bernama Mr. Lim yang melakukan perawatan untuk penyakit kanker yang dideritanya. Menurut Beliau, perawatan medis di Malaysia benar-benar memuaskan dan recommended, terutama untuk pelayanannya. Buat saya sendiri, sebagai seseorang yang belum pernah berobat di Malaysia dan selalu penasaran, opini dari Mr. Lim jadi sangat berarti karena bikin saya jadi makin percaya bahwa melakukan pengobatan di Malaysia bisa jadi salah satu pilihan terbaik.

Hari Kedua: Berkunjung ke Dua Klinik dan/atau Rumah Sakit

Buat saya sendiri, hari kedua termasuk hari yang paling seru dalam trip bareng MHTC kemarin karena saya belajar banyak hal baru. Pada hari tersebut, saya kebagian mengunjungi 1 rumah sakit dan 1 klinik. Nah, dari total rombongan lebih dari 30 orang termasuk teman-teman sesama blogger dan media dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussaslam, dan Myanmar, dibagi menjadi beberapa kelompok dimana saya kebagian untuk mengujungi Thomson Hospital di Damansara sebagai tempat kunjungan pertama.

Thomson Hospital Kota Damansara

Saat pertama kali melihat bangunannya, sebenarnya Thomson Hospital di Kota Damansara ini nggak begitu besar tapi yang bikin rumah sakit ini jadi menarik adalah rumah sakit ini tengah dalam masa renovasi besar-besaran. Bakalan jadi luas banget dengan parkiran mobil yang amat banyaaak! Saya jadi penasaran banget dan kepingin balik lagi begitu rumah sakit ini selesai direnovasi. 🙂

Sebagai pasangan yang cukup baru menikah, saya jadi tahu bahwa Thomson Hospital dan beberapa cabangnya memang cukup fokus pada perawatan kesuburan atau perawatan untuk pasangan yang ingin memiliki keturunan. Di Kota Damansara sendiri, Thomson Hospital memiliki TMC Women and Fertility Centre yang memang khusus menangani perawatan soal kehamilan, juga perawatan IVF atau bayi tabung. Banyak juga lho pasangan dari luar Malaysia yang dateng ke Thomson Hospital.

Ruangan pengumpulan sperma.

Dari kunjungan ke Thomson Hospital Kota Damansara inilah saya jadi tahu bahwa jika ada pasangan di bawah umur 30 tahun tapi berencana ingin memiliki anak di usia 30-an, pasangan tersebut bisa menyimpan sel telurnya terlebih dahulu supaya kalo nantinya ada kesulitan saat ingin memiliki keturunan, seenggaknya pasangan tersebut memiliki sel telur yang lebih bagus. Terlebih karena pada usia 20-an, kualitas sel telur lebih bagus dibandingkan saat sudah berusia 30-an atau lebih.

Dan karena banyaknya pasien dari luar Malaysia atau pasien internasional yang datang ke Thomson Hospital Kota Damansara, di sana ada International Patient Centre yang memang dikhususkan untuk membantu para pasien internasional yang datang ke Thomson Hospital. Kagum banget sih saya karena memang rumah sakit ini terbukti berpengalaman dan sangat profesional.

Buat kalian atau mungkin bila kalian memiliki kerabat yang ingin melakukan program bayi tabung atau perawatan kesuburan lainnya di luar Indonesia, buat saya Thomson Hospital Kota Damansara ini beneran recommended. Staf-stafnya juga begitu profesional dan informatif, saya sebagai non-pasien aja jadi tau banyak informasi soal program IVF dan perawatan kesuburan lainnya. 🙂

Usai mengunjungi Thomson Hospital Kota Damansara, kami kemudian diajak untuk mengunjungi Sunfert International Fertility Centre. Sesuai namanya, Sunfert ini merupakan sebuah klinik yang cukup besar berfokus pada pengobatan dan perawatan kesuburan.

Sunfert International Fertility Centre

Kayaknya saya jodoh banget nih untuk belajar soal perawatan kesuburan di trip bareng MHTC kemarin–terutama soal IVF. Karena setelah mengunjungi Thomson Hospital Kota Damansara, saya kebagian pergi ke Sunfert International Fertility Centre yang memang khusus menangani perawatan kesuburan juga bareng temen-temen blogger dan media dari Indonesia juga.

Saya sendiri merasa beruntung banget, karena sebagai seorang perempuan di usia 20-an yang baru menikah, saya jadi banyak tahu informasi penting soal kesuburan dan rencana kehamilan. Meski kliniknya tergolong kecil dibandingkan Thomson Hospital, tapi fasilitasnya lengkap banget untuk sebuah klinik yang berfokus di bidang perawatan kesuburan atau fertility centre. Tempatnya luas banget dan mereka sudah sangat terbiasa menangani pasien internasional dari luar Malaysia. Saat ke sana pun saya melihat banyak pasien internasional, seperti dari Jepang, Cina, dan India.

Di Sunfert International Fertility Centre, kami juga jadi tahu tentang sejarah IVF di Malaysia–bagaimana di tahun 1985 sudah ada IVF Centre pertama di Malaysia dan di tahun berikutnya, ada kehamilan IVF pertama di Malaysia. Lumayan bikin terkejut sih betapa lamanya IVF sudah ada di Malaysia, tahun 1985-1986 saya saja belum lahir! Hehehehe… Nah, Sunfert sendiri memiliki fertility centre lain yang dikhususkan bagi warna Malaysia yang kurang mampu tapi ingin melakukan program bayi tabung, yaitu IVF kasih. Saya salut banget karena mereka benar-benar memperhatikan kebutuhan warga Malaysia, terutama mereka yang kurang mampu. 🙂

Untuk fasilitasnya sendiri, di Sunfert ini juga nggak kalah lengkap dengan Thomson Hospital dan tentunya dilengkapi dengan Sperm Collection Room. Di bawah ini adalah ruangannya.

Kami juga sempat berjumpa dan berkenalan dengan Dr. Eeson Sinthamoney yang merupakan Medical Director dan Fertility Specialist dari Sunfert. Bahkan Beliau memberikan kenang-kenangan berupa buku yang ditulisnya lho! Baik banget dokternya :”)

Dr. Eeson Sinthamoney

Buat kalian yang ingin melakukan program IVF, selain di Thomson Hospital Kota Damansara bisa banget di Sunfert International Fertility Centre ini. Dua-duanya beneran berkualitas dan sangat direkomendasikan. Keduanya termasuk pusat kesuburan terbaik di Malaysia!

 Kuala Lumpur (KL) Hop-On Hop-Off Tour

Usai berkunjung ke Sunfert, kami pun kembali ke hotel untuk istirahat sejenak dan free time sebelum ke acara terakhir pada malam harinya, yaitu KL Hop-On Hop-Off Tour. Untuk pertama kalinya nih, saya nyobain city tour naik bus tingkat! Hepi banget deh saya karena saya jadi belajar soal sejarah Malaysia, terutama soal kota Kuala Lumpir gitu dengan ikutan tur ini.

Salah satu bagian favorit saya selama tur ini adalah menyaksikan pertunjukan air mancur atau fountain show di depan Masjid Jamek karena cantik banget. Warna-warni lampunya ditemani dengan gemerlap lampu kota KL bikin saya serasa dihipnotis dengan warna dan gerakan air mancurnya. 🙂 Bagus banget!

Selain itu, saya juga suka banget bagian kota tua atau old town-nya KL. Di sana tuh saya sama Kak Titiw asyik foto-foto di tengah jalan saat lampu merah. Sebagai pecinta segala sesuatu yang vintage, ngeliat kota tuanya ini bikin hepi berat karena beneran atmosfernya yang super vintage! Dan lagi, bangunan-bangunan tua yang masih bagus kan di malam hari jadi semakin cantik. 😉

Dan tentunya, berkunjung ke KL nggak lengkap kalo nggak lihat Petronas Twin Towers. Meski kami nggak sempat turun dan berfoto di depannya, tapi saya sempat foto menara kembar tersebut dari atas bus. Melihat Petronas Twin Towers sendiri bikin saya teringat kunjungan pertama ke Malaysia di tahun 2011 bareng keluarga, ketika Papa masih sehat. Duh :”)

Buat kalian yang ingin jalan-jalan ke KL tapi cuma punya waktu sedikit, menurut saya KL Hop-On Hop-Off Tour ini cukup recommended. Apalagi di malam hari sama sekali nggak panas, malah cenderung dingin dengan semilir angin malam. Nggak melelahkan sama sekali, malah bisa bikin jadi rileks. Cocok banget buat jalan-jalan bareng keluarga atau orang tua gitu. 😀

Hari Ketiga: Melakukan Medical Check Up Pertama di Malaysia dan Mampir ke Hotel yang Merangkap Rumah Sakit

Di hari ketiga, saya seneng banget karena kebagian free medical check up di rumah sakit Ara Damansara bareng 1 teman media dari Indonesia, 2 teman media dari Myanmar, dan 2 teman media dari Brunei Darussalam. Meski harus puasa dan bangun pagi-pagi sekali karena mengejar waktu yang tersisa di hari terakhir trip, tapi buat saya malah worth it banget!

Ara Damansara Hospital 

Dari namanya pasti kalian langsung tahu deh kalo Ara Damansara ini letaknya juga di Kota Damansara seperti Thomson Hospital yang saya kunjungi di hari kedua. Untuk paket medical check up yang saya dapatkan itu yang Wellness Package dengan konsultasi bareng Health Screening Doctor. Paketnya sendiri senilai 886 RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar 1,4 juta rupiah. Hoki banget kan saya bisa dapet gratis. :”) Buat bisa medical check up, saya diharuskan puasa dulu (puasa makanan dan minuman berwarna, air putih masih boleh) selama minimal 10 jam.

Wellness Package Medical Check Up ini meliputi tes darah untuk kolesterol, gula, dsb, Resting ECG, tes urin, timbang berat badan dan ukur tinggi badan, serta HIV Screening. Singkat dan cepat banget prosesnya, tapi sangat profesional. Sebelumnya, saya diminta mengisi formulir registrasi pasien dan formulir kesediaan HIV Screening. Seingat saya, kurang lebih hanya satu jam untuk pemeriksaan semuanya. Tapi cepat atau nggaknya juga tergantung jumlah pasien ya, kebtulan saat saya check up kemarin jumlah pasiennya nggak terlalu banyak.

Usai medical check up, sambil menunggu hasilnya kurang lebih 2 jam, saya pun menukarkan kupon makanan dan minuman. Jadi kalo kamu beli paket medical check up di Ara Damansara, kamu akan dapat kupon makanan dan minuman senilai 10 RM yang bisa ditukar di kafetaria rumah sakit atau di Lean & Lush. Saya sendiri pilih menukar kuponnya di Lean & Lush sekaligus nyobain Healthy Wrap dan hot green tea-nya. Lumayan banget, kan!

Setelahnya, kami juga sempat bertemu dengan board members dari Ara Damansara serta diajak berkeliling untuk melihat-lihat fasilitas yang ada di Ara Damansara. Salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah Premier Room yang sangat luas dan dilengkapi dengan 2 kamar mandi. Selain itu juga ada sofa dan teras dengan balkon, lho. Dengan harga kamar 1,888 RM per malam, fasilitasnya udah lengkap banget dan Premier Room katanya jadi salah satu kamar favorit pasien internasional–terutama yang datang bersama keluarga dan hampir selalu penuh!

Ara Damansara sendiri juga punya protokol kemanan dan goals khusus untuk pasien internasional, lho. Jadi kamu nggak perlu ragu kalo mau berobat ke Ara Damansara. Staf, perawat, dan dokternya juga profesional banget.

Dan setelah kurang lebih 2 jam, akhirnya hasil medical check up saya selesai dan siap diambil! Sebelum diperbolehkan mengambil hasilnya dan diperkenankan untuk konsultasi dengan dokter, saya diharuskan menandatangani formulir pengambilan hasil medical check up yang menyatakan bahwa saya sendiri lah yang mengambil hasil tersebut.

Di bawah ini foto medical check up saya, tapi cuma mapnya aja ya. Hehehe… Isinya masih rahasia, kapan-kapan saya bahas deh. Dari hasilnya sih, semuanya cukup baik dan normal kecuali kolesterol, nih. Saya agak nggak heran sih karena memang saya pernah cek kolesterol sebelumnya di Indonesia dan angkanya cukup tinggi meski nggak melewati batas. Kali ini agak lewat batas normalnya, jadi saya lumayan ketar-ketir juga. :”D

 

Sepulang dari Malaysia, saya jadi harus ngurangin goreng-gorengan banget deh–meski saya sukaaa banget makan gorengan kayak mendoan dan risol. :”) Semuanya demi kebaikan, kan? Saya ngeri juga soalnya kalo kena penyakit jantung atau stroke kayak Papa saya. Sehat kan penting banget. Soalnya begitu udah sakit, mau ngapa-ngapain jadi susah deh. Pengalaman Papa saya yang sudah sakit stroke lebih dari 12 tahun sih bikin saya belajar banyak banget untuk lebih mementingan kesehatan. :”)

Overall, kunjungan ke Ara Damansara sekaligus medical check up di sana bikin saya makin melek soal kesehatan. Trip bareng MHTC ini benar-benar terbaik!

GHHS Healthcare

GHHS Healthcare menjadi tempat kunjungan terakhir selama trip bareng MHTC sebelum saya dan rombongan kembali ke Indonesia. GHHS Healthcare sendiri merupakan bagian dari Palace of the Golden Horses, sebuah hotel bintang 5 di Selangor, Malaysia yang lokasinya cukup dekat dari KLIA. Hotel ini sendiri sering menjadi tempat istirahat bagi para atlet dan pejabat resmi yang datang ke Malaysia dan terkenal akan ornamen serba kuda pada bangunan dan interior hotel. Hotelnya besar dan megah banget!

Nah, GHHS Healthcare ini awalnya merupakan program CSR atau Corporate Social Responsibility dari Palace of the Golden Horses yang kemudian berfokus pada Preventive Healthcare dengan slogannya “Prevention is better than cure”. Di GHHS Healthcare, pasien bisa melakukan berbagai macam health screening dan berkunjung ke klinik-klinik spesialis.  Pada kunjungan tersebut, saya dan peserta lainnya pun berkesempatan mencoba berbagai layanan kesehatan seperti akupunktur, digital retina imaging dan microcirculation tests. Saya sendiri kebagian digital retina imaging dimana saya berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Di bawah ini adalah foto retina saya:

Menurut dokter, saya harus waspada bilang melihat bayangan berbentuk bintik-bintik kecil hitam menyerupai lalat kecil. Begitu saya cerita ke teman saya yang juga dokter, maksudnya adalah floaters. Floaters sendiri bisa muncul karena usia, perdarahan pada mata, peradangan pada mata bagian belakang, dan retina yang sobek. Sebagai seseorang yang pakai kacamata dan sering merasa lelah pada bagian mata, saya jadi lebih waspada untuk menjaga mata saya.

Kunjungan ke GHHS Healthcare menutup trip bareng MHTC. Jujur, awalnya saya agak ragu karena GHHS Healthcare letaknya di dalam hotel, “Apa betul kualitas pelayanan dan perawatannya bisa sebaik rumah sakit biasa?” begitu pikir saya. Tapi ternyata, GHHS Healthcare benar-benar serius dalam menangani pasien dan masalah kesehatan lainnya. 🙂

Saatnya pulang ke Indonesia

Sebelum berangkat trip bareng MHTC, saya nggak ada ekspektasi apa-apa. Saya kira, hanya dari Indonesia saja yang akan berangkat. Ternyata, saya salah. MHTC benar-benar serius bikin trip tersebut dan saya beruntung banget bisa diundang untuk kenalan lebih jauh dengan MHTC dan belajar soal Medical Tourism di Malaysia. Saya juga senang banget bisa berkunjung ke 4 rumah sakit dan/atau klinik yang ada di Malaysia dan saya pun jadi lebih tahu tentang perawatan kesuburan. Tripnya benar-benar membuka mata dan wawasan saya banget!

Buat kamu yang tertarik untuk melakukan pengobatan dan/atau medical check up di Malaysia, atau mungkin untuk orang terdekat kamu, saya rekomendasiin untuk langsung menghubungi perwakilan MHTC di Indonesia. Mereka punya customer service yang siap membantu menyiapkan perjalanan medis kamu ke Malaysia dengan informasi yang super lengkap.

Di bawah ini info lengkapnya ya soal kontak MHTC:

 

Alamat Kantor Perwakilan Malaysia HealthCare di Indonesia:

International Financial Centre 2, Level 33, Unit 41,

Jalan Jenderal Sudirman Kav 22-23, Jakarta Selatan 12920.

Ph. +6221 80869422/23

M. +62 812 8971 0029

Email:  callcentre.IDN@htc.org.my

 

Kantor MHTC di Malaysia:

Menara Kembar Bank Rakyat,

Jalan Rakyat, Tower 2, level 28, lot 28-01, Kuala Lumpur, 50470

 

Pusat Panggilan MHTC di Malaysia (bertugas melayani segala pertanyaan mengenai medical tourism) bisa dihubungi di nomor:

1-800-188-688 (untuk Malaysia)

atau +603 272 68 866 (untuk luar Malaysia).

Beroperasi pada hari Senin sampai Jumat pukul 08.00-17.00 WIB.

 

Social Media MHTC

IG: @medtourimmy.id

FB: mhtcmalaysia

 

Semoga informasi yang saya bagikan bermanfaat, ya!

Terima kasih untuk MHTC yang telah mengundang saya pada trip “Quality Care for Your Peace of Mind”. Meski trip ini dibiayai oleh MHTC, semua opini merupakan milik saya pribadi.

Sampai jumpa di postingan blog saya berikutnya. 😉

4 comments

    1. Thank you informasinya sangat membantu sekali. Kebetulan kemarin keluarga ada yg bnr2 butuh info rs dan rmh sakit di sana. Pas bgt ada artikel ini loh. Btw, Area Penang jg bisa melalui MHTC jg gak ya? Thank you Mbak 🙏🏻😊

      1. Halo! Sama-sama. Thanks udah mampir, ya. 🙂 MHTC bisa dipake untuk semua area Malaysia kok. Jadi bisa juga untuk daftar pengobatan di rumah sakit di Penang. Semoga membantu, ya. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.