5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak

Era New Normal menjadi era yang baru bagi banyak orang. Apalagi untuk yang sudah berkeluarga dan punya anak kecil, tentu jadi tantangan tersendiri. Meski belum punya anak, saya memiliki perhatian sendiri kepada anak-anak kecil di sekitar saya seperti para keponakan supaya mereka bisa terhindar dari virus corona. Saya cukup sering menanyakan kabar para keponakan pada sepupu dan ipar, yang kebanyakan sudah mulai bersekolah online kembali setelah masa kenaikan kelas berakhir. Nggak hanya menanyakan kabar para keponakan saja, saya juga cukup rutin menanyakan kabar teman-teman saya yang punya anak-anak kecil atau bahkan punya bayi. Dari mereka, akhirnya saya belajar juga nih tips edukasi New Normal untuk anak-anak.

Ada beberapa tips yang saya pelajari dari para sepupu, ipar, dan teman-teman dalam menjalani New Normal bersama anak-anak mereka. Saya coba jabarkan ya:

1. Mengajarkan dan menjelaskan kepada anak-anak tentang penyakit COVID-19 dan Virus Corona

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/coronavirus-poster-design-with-symptoms-protections_7495925.htm

Menjelaskan dengan rinci tentang apa itu penyakit COVID-19 dan virus corona adalah langkah awal yang sangat penting. Menurut saya sendiri, harus diberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa virus corona adalah masalah yang serius dan berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Tentunya, nggak mudah nih menjelaskan secara gamblang–apalagi soal penyakit berat dan kematian karena nggak relevan dengan kehidupan anak-anak.

Supaya nggak terkesan menyeramkan banget, mungkin bisa memberi analogi tentang hewan peliharaan yang sakit. Misalnya bila ada kucing atau anjing yang sakit karena terkena virus, bisa mengakibatkan hewan peliharaan tersebut mati, dsb. Setelah si anak paham, baru dilanjutkan bahwa penyakit COVID-19 menyerang manusia dan disebabkan oleh virus corona.

Dalam menjelaskan tentang COVID-19 dan virus corona, cara termudah yang bisa dilakukan adalah dengan memperlihatkan foto atau video infografis soal COVID-19 dan virus corona. Untungnya di era modern seperti sekarang, sudah ada banyak sekali foto dan video infografis soal COVID-19 dan virus corona untuk anak-anak yang berbentuk animasi.

Salah satu video favorit saya tentang COVID-19 dan virus corona berasal dari channel Majalah Bobo:

2. Menjelaskan kepada anak-anak tentang pencegahan COVID-19 dan virus corona dengan menjaga kesehatan dan kebersihan

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak

Source: https://www.freepik.com/premium-vector/children-infographics-with-icons_7717677.htm

Setelah anak-anak mengerti tentang apa itu COVID-19 dan virus corona, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan menjelaskan tentang pencegahannya. Menurut saya ini bagian yang sangat penting dan krusial, apalagi bagian ini melibatkan pembentukan kebiasaan baru bagi anak-anak, seperti kebiasaan untuk memakai masker ketika berada di luar rumah, mencuci tangan dengan benar, dan membiasakan untuk nggak menyentuh bagian wajah, terutama mata, hidung, dan mulut.

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/children-wearing-surgical-mask-washing-hands-school-protection-from-covid-19-coronavirus-disease-social-distancing-concept_9399478.htm

Untuk anak-anak yang masih sangat kecil, tentu nggak mudah sama sekali. Apalagi jika mereka masih di usia dimana mereka lebih banyak bermain, eksplorasi, dan banyak melakukan kegiatan untuk merangsang sensorik. Tangan mereka biasanya agak susah untuk ‘diam’ nih, bawaannya kepingin pegang sana-sini dan mencoba ini-itu.

Dalam menjelaskan tentang pencegahan COVID-19 dan virus corona, orang tua bisa memulai dengan memperlihatkan kebiasaan-kebiasaan baru yang dilakukannya. Karena anak-anak cenderung meniru orang dewasa, biasanya anak-anak bisa ikut-ikutan juga nih melakukan kebiasaan baru tersebut, seperti mencuci tangan dengan benar dan menutup hidung dengan tisu atau lengan baju ketika batuk dan bersin.

Supaya anak-anak jadi lebih paham, bisa juga menggunakan video animasi pencegahan COVID-19 dan virus corona yang berasal dari channel Kumparan di bawah ini:

3. Menjelaskan kegiatan belajar-mengajar atau sekolah online kepada anak

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/female-teacher-teaching-student-online-with-desktop-computer-social-distancing-concept-online-learning_9399487.htm
5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/children-learning-online-with-desktop-computer-social-distancing-concept-online-learning_9399485.htm

Kalo dari cerita-cerita mereka yang sudah punya anak, ada dua tipe anak nih. Ada anak-anak yang suka sekolah, ada juga yang nggak sekolah. Untuk anak-anak yang nggak suka sekolah, tentu mereka senang sekali waktu sekolah diliburkan. Namun sayangnya, mereka nggak terlalu paham kenapa mereka libur tapi tetap harus mengerjakan banyak PR dan belajar di rumah. Sementara untuk anak-anak yang suka sekolah, mereka jadi mudah bosan dan sedih berada di rumah karena mungkin nggak bisa belajar dan main bareng teman-teman di sekolah. Untuk anak-anak yang suka sekolah, belajar di rumah sangatlah membosankan, apalagi mereka harus belajar sendiri di rumah. Mungkin ada kerinduan juga dengan guru-guru mereka.

Di sini, saya melihat ada masalah baru yang muncul–baik untuk anak-anak yang suka sekolah maupun yang nggak suka sekolah. Untuk anak-anak yang suka sekolah, harus benar-benar diberi pengertian akan bahayanya berada di sekolah karena risiko penyebaran virus corona yang ada. Selain itu, bisa mencoba menghibur anak bahwa sekolah sebenarnya nggak benar-benar libur kok karena masih bisa bertatap muka dengan guru-guru serta teman-teman sekelas secara online. Jika si anak kangen ngobrol dengan guru atau temannya, mungkin bisa mengajak guru atau temannya untuk video call, sehingga anak pun masih bisa mengobrol dengan guru dan temannya. 🙂

Untuk anak-anak yang nggak suka sekolah, harus diberi pengertian bahwa sebenarnya si anak nggak masuk sekolah bukan karena libur tapi karena sekolahnya ‘dipindahkan’ ke rumah. Mungkin bsia dicoba memberi pengertian juga ke anak bahwa belajar itu bisa di mana saja dan nggak mesti di sekolah. Setelah melihat para orang tua yang saya kenal dalam menjalani masa New Normal, saya juga jadi ikut menyadari pentingnya peran orang tua untuk bisa hadir sepenuhnya bagi anak, terutama dalam kegiatan belajar di rumah.

Semangat ya untuk kalian para orang tua!

4. Mempersiapkan anak untuk New Normal di sekolah

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/teacher-wearing-surgical-mask-face-shield-preparing-preventive-measure-children-back-school-protection-coronavirus-disease-covid-19_9399490.htm#page=2&query=new+normal+kids&position=31

Setau saya, meski kegiatan ekonomi sudah mulai aktif kembali di masa New Normal, sekolah-sekolah belum ada yang buka. Libur kenaikan kelas sudah berakhir dan para siswa-siswi sudah memasuki tahun ajaran baru, tapi kegiatan belajar-mengajar masih dilakukan secara online. Kendati demikian, nggak ada salahnya kita mulai mempersiapkan era New Normal jika sewaktu-waktu sekolah dibuka kembali.

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/teacher-wearing-surgical-mask-face-shield-with-preventive-measure-board-children-back-school-protection-coronavirus-disease-covid-19_9399491.htm

Jika kegiatan sekolah sudah mulai berlangsung seperti biasa, anak-anak harus benar-benar diberikan pengertian tentang pencegahan serta kebiasaan baru era New Normal yang harus mereka terapkan setiap saat di sekolah. Anak-anak harus diberikan pengertian tentang pentingnya menjaga jarak (social distancing), mencuci tangan dengan benar, dan nggak berkerumun, juga tentang adanya pengukuran suhu tubuh sebagai salah satu langkah pencegahan COVID-19 dan penyebaran virus corona.

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/welcome-back-school-children-wearing-surgical-mask-row-teacher-measuring-body-temperature-student-before-entering-school_9399474.htm

Dengan mempersiapkan anak-anak untuk New Normal di sekolah, mereka jadi bisa benar-benar menjaga diri dan kesehatan mereka sendiri supaya nggak terpapar virus corona.

5. Menjelaskan kepada anak tentang pentingnya social distancing di sekolah selama New Normal

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak

Social distancing sengaja saya pisahkan menjadi bagian tersendiri dalam mengedukasi New Normal untuk anak-anak karena saya tau banget nih bagaimana sulitnya anak-anak menjaga jarak, terutama saat berada bersama teman-temannya. Di sekolah, anak-anak terbiasa berkumpul bersama teman-teman saat makan dan bermain.

Oleh karena itu, menurut saya, orang tua harus benar-benar bisa menjelaskan tentang pentingnya menjaga jarak saat berada di sekolah selama New Normal sebagai bentuk pencegahan COVID-19 dan penyebaran virus corona.  Orang tua pun harus benar-benar serius, supaya anak-anak benar-benar paham akan bahayanya. Dengan begitu, anak-anak juga bisa lebih berhati-hati dan peduli pada diri dan kesehatan mereka saat berada di sekolah selama New Normal.

5 Tips Edukasi New Normal untuk Anak-anak
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/social-distancing-concept-school-cafeteria-new-style-protection-from-covid-19-coronavirus-disease-children-eating-food-school_9399479.htm

Source: https://www.freepik.com/premium-vector/children-learning-online-with-desktop-computer-social-distancing-concept-online-learning_9399485.htm

Hehehehe… Selesai sudah 5 tips edukasi New Normal untuk anak-anak dari saya. 😀 Sebagai seseorang yang belum punya anak, semoga saya nggak terkesan menggurui ya di postingan blog ini. Saya sendiri soalnya khawatir banget sama para keponakan dan anak-anak teman-teman saya di masa pandemi ini, anak-anak kesehatannya sangat rentan dibandingkan orang dewasa. Makanya itu, kita sebagai orang dewasa juga harus bahu-membahu melindungi para anak-anak di sekitar hingga pandemi ini berakhir. Saya salut banget sih sama para orang tua yang sudah bekerja keras untuk mengajarkan anak-anak mereka belajar di rumah dan juga bekerja membanting tulang membiayai anak-anak mereka selama masa pandemi. Semoga pandemi segera berakhir dan kita sehat selalu, ya! Terima kasih sudah mampir dan membaca. 🙂

Written by
Sefin
TheJournale