Menujuh Kalimantan

Sumber: http://log.viva.co.id/terios7wonders2015
Sumber: http://log.viva.co.id/terios7wonders2015

Selama ini, saya selalu menganggap Indonesia sebagai sebuah rumah yang begitu luas dan indah. Rumah yang setiap sudutnya memiliki kekhasan masing-masing dan ruang rahasia yang tersembunyi. Rumah yang penuh kejutan. Bahkan sebagai seorang penghuni rumah pun, saya nggak akan pernah punya cukup waktu untuk menjelajahi setiap ruangnya. Dan dengan waktu yang saya miliki, saya akan terus berkeliling rumah. Untuk menemukan rasa nyaman yang berbeda, juga untuk menemukan bagian diri saya yang lain.Kali ini saya akan menjelajahi rumah saya sendiri, Indonesia, dalam sebuah pengandaian. Ya, ini adalah sebuah perjalanan imajinasi (yang sangat saya harapkan bisa menjadi kenyataan). Saya berandai-andai, apa yang akan saya lakukan bila bisa menjelajahi salah satu ruangan di rumah, yaitu Pulau Kalimantan dalam perjalanan #Terios7Wonders.

Sudut Pertama: Tempat Melihat Orangutan yang Lucu

Menujuh Kalimantan
Nyaru Menteng. – Sumber: http://www.tantular.com/
Suasana reintroduksi di Nyaru Menteng. – Sumber: http://www.orangotango.com.au/
Menujuh Kalimantan
Seekor orangutan tengah duduk asyik sendiri di Nyaru Menteng. – Sumber: http://www.washingtonpost.com/
Menujuh Kalimantan
Bayi orangutan yang lucu. – Sumber: http://www.help.ee/

Sudut pertama yang akan saya jelajahi dalam perjalanan #Terios7Wonders adalah Nyaru Menteng. Dalam Bahasa Dayak, “Nyaru Menteng” berarti gagah dan berani, sangat cocok untuk menggambarkan pusat reintroduksi yang melatih Orangutan yang terlantar. Di Nyaru Menteng, Orangutan-orangutan yang tinggal di sana ‘dipersiapkan’ untuk proses pelepasan dan adaptasi supaya ke depannya mereka bisa hidup di alam liar. Bagi saya, keberadaan Nyaru Menteng memberikan pencerahan bagi wajah konservasi Indonesia karena telah mengambil langkah yang gagah dan berani untuk menyelamatkan Orangutan di Kalimantan.

Dan sebagai rumah bagi lebih dari 600 Orangutan, saya ingin sekali mengunjungi Nyaru Menteng karena selama ini saya belum pernah sekalipun berinteraksi dan melihat langsung tingkah Orangutan yang lucu. Apalagi setelah saya melihat foto beberapa ekor bayi orangutan yang menggemaskan, saya sangat ingin bisa menggendong salah satu dari mereka. Sepertinya sangat menyenangkan!

Sudut Ruangan Kedua: Mengisi Perut dengan Buah Berduri dan Lontong Orari

Menujuh Kalimantan
Durian Banjarmasin. – Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/
Lontong Orari khas Banjarmasin. – Sumber: http://www.garnesia.com/

Dalam sebuah perjalanan, nggak lengkap rasanya bila perut nggak diisi dengan kuliner khas sebuah daerah. Pada perjalanan #Terios7Wonders nanti, sudut kedua yang akan saya jelajahi adalah Kruing-Banjarmasin. Kalimantan begitu terkenal akan buah berduri alias buah Duriannya yang begitu manis dan nikmat. Saya sendiri sudah pernah membuktikannya. Buah Durian pertama yang akhirnya membuat saya tergila-gila pada buah beraroma khas tersebut adalah buah Durian yang saya cicipi di Pontianak, Kalimantan Barat. Kini, saya sungguh nggak sabar ingin mencicipi buah Durian asal Kruing-Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Selain buah Durian, saya juga ingin sekali mencicipi Lontong Orari, lontong khas Banjar yang berbeda dengan menu-menu lontong lain yang ada di Indonesia. Bila selama ini lontong yang sering saya makan adalah menu lontong dengan sayur labu dan tahu, Lontong Orari berisi ikan gabus, telur atau ayam yang dimasak habang. Dengan kuah santan, sayur nangka rebus, dan bawang goreng, saya bisa membayangkan betapa lezatnya Lontong Orari ini. Yummy!

Sudut Ruangan Ketiga: Melihat Bekantan Betulan dan Anggrek-anggrek Cantik

Menujuh Kalimantan
Seekor bekantan di Pulau Kaget. – Sumber: http://www.jalanjalanyuk.com/
Loksado, rumah anggrek Kalimantan. – Sumber: http://www.indonesia.travel/
Menujuh Kalimantan
Anggrek Loksado yang cantik. – Sumber: http://www.pinterest.com/

Setelah saya bertemu dengan primata bernama Orangutan di sudut ruangan yang pertama, kini saatnya saya bertemu dengan primata berhidung panjang alias Bekantan di sudut ruangan ketiga pada perjalanan #Terios7Wonders, yaitu Cagar Alam Pulau Kaget. Sebagai maskot Dunia Fantasi atau Dufan, taman rekreasi di Jakarta yang telah eksis selama bertahun-tahun, pasti saya akan benar-benar kaget dan terkesima saat melihat Bekantan secara langsung. Apalagi, selama ini saya hanya pernah melihat Bekantan dalam bentuk kostum badut di Dufan. Kabarnya, cagar alam ini disebut Pulau Kaget karena saat berada di sana, kita akan dikagetkan dengan suara dari Bekantan yang saling bersahutan di dalam hutan. Wah!

Masih di sudut ruangan ketiga, saya akan menjumpai spesies anggrek-anggrek yang begitu cantik, tepatnya di Kandangan. Saya ingat bagaimana Mama senang merawat anggrek-anggreknya sejak saya masih kecil, sehingga saat melihat anggrek di Kandangan nantinya, saya pasti akan merasa seperti seorang anak kecil lagi. Dan dari 2.200-3.000 jenis anggrek yang ada di Kalimantan, saya ingin sekali melihat Anggrek Macan dan Anggrek Loksado yang begitu menawan.

Sudut Ruangan Keempat: Berkeliling di Perkampungan Tua dan Bertemu dengan Buaya

Menujuh Kalimantan
Perkampungan Tua Alabio, Amuntai. – Sumber: http://alfigenk.wordpress.com/
Menujuh Kalimantan
Kerbau rawa di Danau Panggang, Amuntai. – Sumber: http://gunarman.blogspot.com/
Penangkaran Buaya Teritip, Balikpapan. – Sumber: http://www.hoetravel.com/

Sebagai kota yang terletak pada pertemuan tiga sungai, yaitu Sungai Negara, Sungai Tabalong, dan Sungai Balangan, sudut ruangan keempat yang akan saya jelajahi dalam perjalanan #Terios7Wonders adalah Kota Amuntai. Telah berdiri sejak lama, Amuntai menjadi salah satu wilayah di Kalimantan yang kaya akan nilai sejarah, dan saya ingin sekali mengunjungi Perkampungan Tua Alabio. Dikelilingi oleh banyak rawa, masyarakat di perkampungan ini terkenal akan jiwa dagang serta kebiasaannya merantau. Menariknya lagi, Perkampungan Tua Alabio disebut-sebut sebagai perkampungan Orang Banjar asli. Dan selain ingin melihat perkampungan tua, di Amuntai, saya juga ingin melihat kerbau rawa atau kerbau air yang besar dan montok, terutama saat mereka mandi di Danau Panggang. Ah, mereka pasti sangat lucu!

Nggak jauh dari Amuntai, saya juga ingin menjelajahi Kota Balikpapan dan berkunjung ke Penangkaran Buaya Teritip. Kabarnya, ada lebih dari 1.450 buaya yang ditangkar di sana. Banyak sekali, ya? Nggak hanya ada Buaya Muara, di penangkaran buaya ini juga ada Buaya Air Tawar dan Buaya Supit yang tengah terancam punah. Meskipun sepertinya agak menakutkan, saya sangat penasaran untuk mengetahui rasanya mengunjungi sebuah tempat yang dipenuhi oleh banyak buaya dengan berbagai ukuran.

Sudut Ruangan Kelima: Mengenal Suku Dayak Kenyah Lebih Jauh

Menujuh Kalimantan
Desa Pampang Dayak Kenyah. – Sumber: http://yukwisatadora.blogspot.com/
Para penari di Desa Pampang Dayak Kenyah. – Sumber: http://log.viva.co.id/

Keragaman budaya di rumah, yaitu Indonesia, nggak pernah berhenti membuat saya terkesima. Sudut ruangan berikutnya di perjalanan #Terios7Wonders yang akan saya jelajahi adalah Desa Budaya Pampang Dayak Kenyah di Samarinda. Desa ini merupakan sebuah desa budaya dan kerap dikenal sebagai Taman Budaya Pampang. Di desa ini, saya ingin mengenal Suku Dayak Kenyah lebih jauh, apalagi ada sekitar 800 masyarakat Dayak Kenyah yang tinggal di sini sejak tahun 1967. Selain itu, saya juga ingin melihat pentas pertunjukan kesenian Dayak Kenyah yang biasa diadakan setiap hari Minggu, serta membeli cinderamata etnik yang unik khas Dayak Kenyah untuk dibawa pulang.

Sudut Ruangan Keenam: Melihat Langsung Pohon Ulin Raksasa

Taman Nasional Kutai. – Sumber: https://www.selasar.com/ Pohon Ulin raksasa di Taman Nasional Kutai. – Sumber: http://www.yudhe.com/

Sudut ruangan keenam yang akan saya jelajahi dalam perjalanan #Terios7Wonders adalah Taman Nasional Kutai, yaitu sebuah taman nasional dengan luas lebih dari 2.000 km persegi. Di taman ini, saya ingin sekali melihat langsung Pohon Ulin, pohon yang kayunya seringkali disebut sebagai kayu besi. Sangat kuat dan tahan air, sangatlah nggak mengherankan bila selama ini kayu Ulin sering dicari orang. Nggak hanya ada banyak Pohon Ulin, di Taman Nasional Kutai, ada Pohon Ulin raksasa setinggi 20 meter yang selalu menarik perhatian pengunjung. Dengan diameter 2, 47 meter, Pohon Ulin raksasa tersebut diperkirakan telah berusia 1.000 tahun! Tua sekali, ya? Dan jika saya bisa ke sana, saya pasti akan langsung memeluk pohon raksasa tersebut!

Sudut Ruangan Ketujuh: Mencelupkan Diri dan Menjelajahi Kehidupan Bawah Laut

Resort-resort di Pulau Maratua. – Sumber: http://kakaban.co.id/
Menujuh Kalimantan
Ikan barakuda schooling di laut Maratua. – Sumber: http://www.diversiondivetravel.com.au/
Terumbu karang di Pulau Maratua. – Sumber: http://sub-cult.com/

Dari kecil saya selalu suka berenang serta mencelupkan diri di air, dan itulah kenapa saya akhirnya mulai menyelam. Beberapa kali menyelam di titik-titik penyelaman yang berbeda di Indonesia, saya selalu menemukan sesuatu yang baru dan berbeda–saya nggak pernah bisa berhenti terkesima. Sudut ruangan terakhir atau ketujuh yang akan saya jelajahi dalam perjalanan #Terios7Wonders adalah Pulau Maratua, salah satu pulau di Kepulauan Derawan yang namanya sudah begitu tersohor.

Dikenal sebagai salah satu lokasi terbesar tempat bertelurnya Penyu Hijau di Indonesia, kabarnya Pulau Maratua memiliki 21 titik penyelaman yang bila dilihat di peta, bentuknya menyerupai huruf “U” terbalik. Saya ingin sekali bisa melihat Penyu Hijau, Pari Manta, Ikan Barakuda, serta terumbu karang berwarna-warni saat menyelam di Pulau Maratua. Ah… Baru membayangkannya saja, saya sudah senyam-senyum sendiri!

Melengkapi Perjalanan dengan Sahabat yang Mengasyikkan

Bagi saya, sebuah perjalanan nggak akan ada artinya bila nggak ditemani oleh seseorang, atau bila perjalanan tersebut dilakukan sendirian, seenggaknya dalam perjalanan itu, saya harus ditemani oleh sesuatu, misalnya sebuah buku catatan perjalanan. Dan dalam perjalanan #Terios7Wonders, saya akan ditemani oleh sebuah (ya, sebuah) sahabat yang mengasyikkan, yaitu New Daihatsu Terios 2015.

Menujuh Kalimantan
New Daihatsu Terios 2015. – Sumber: https://www.semisena.com/

Dengan desain terbaru, New Daihatsu Terios 2015, mobil mini SUV ini bisa dibilang “Nyaru Menteng”, seperti sudut pertama yang akan saya jelajahi, karena tampilannya yang begitu gagah dan berani. Selain itu, New Daihatsu Terios 2015 juga tampak eksklusif dan elegan. Meskipun berjenis mini SUV, mobil ini bisa menampung 7 penumpang sekaligus tanpa merasa kesempitan dan berdesak-desakkan. Apalagi, jok New Daihatsu Terios 2015 begitu empuk dan nggak bikin pegal bila kita duduk lama.

Menujuh Kalimantan
Interior New Daihatsu Terios 2015. – Sumber: http://otozones.blogspot.com/

Menjelajahi 7 sudut sekaligus di Pulau Kalimantan, perjalanan #Terios7Wonders tentu nggak akan ada kendala karena spesifikasi mesin New Daihatsu Terios 2015 yang begitu tangguh dengan kapasitas mesin 1500cc. Ke hutan, ke pantai, ke rawa, atau ke manapun, tentu nggak masalah! Perjalanan #Terios7Wonders pasti lebih lengkap dengan New Daihatsu Terios 2015. Apalagi, ada tipe New Daihatsu Terios Adventure yang cocok bagi para petualang sejati! Asyik, kan?

~

Tulisan ini diikutsertakan untuk Kompetisi Blog #Terios7Wonders.

Screenshot Twit #Terios7Wonders - Josefine YaputriFB Like Daihatsu Indonesia - Sefin

FB Like Viva Log - Sefin

Twitter Follow Daihatsu Ind - Sefin

Twitter Follow Viva Log - Sefin (1)

Written by
Sefin
Join the discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

36 comments
TheJournale