Makna Toleransi dan Penerimaan

Makna Toleransi dan Penerimaan

Beberapa kali saya menuliskan pengalaman sebagai seorang minoritas ganda di Indonesia–sebagai seorang keturunan Tionghoa dan seorang non-muslim. Namun kali ini, saya nggak akan membahas makna toleransi dan penerimaan dari pengalaman saya sebagai seorang minoritas ganda di Indonesia. Saya ingin mencoba mengupas makna toleransi lebih jauh lagi.

Toleransi bagi saya selalu berkaitan dengan penerimaan. Entah itu tentang menerima kondisi orang lain maupun menerima kondisi diri kita sendiri. Dalam pengalaman saya, saya kerap melihat toleransi dalam makna yang terlalu luas, padahal toleransi terasa begitu dekat. Nggak hanya soal perbedaan saja, tapi toleransi juga tentang menerima apa adanya.

Menolerir berarti menerima, seenggaknya itu yang saya tahu dan pahami. Ketika saya bisa menolerir sebuah tindakan, berarti saya bisa menerimanya–entah itu baik maupun buruk. Ketika toleransi seringkali dihubungkan dengan perbedaan suku dan agama, saya rasa toleransi erat kaitannya dengan perbedaan saja. Perbedaan apapun.

Perbedaan pandangan, perbedaan fisik, perbedaan status sosial, perbedaan waktu… Apapun itu. Ketika kita bisa menolerir sebuah perbedaan, kita belajar menerima kondisi yang mungkin awalnya nggak familiar buat kita, tapi toh akhirnya kita berhasil merayakan perbedaan itu. Makna toleransi bagi saya adalah tentang penerimaan yang sesungguhnya.

Contohnya bila saya bertemu dengan seorang sahabat dekat yang memiliki pandangan politik berbeda dengan saya atau pandangan tentang pernikahan yang berbeda dengan saya… saya tahu bahwa nggak akan ada habisnya jika kamu beradu opini tentang pandangan kami masing-masing. Daripada kami berdebat dan malah cekcok, kami memilih untuk menolerir satu sama lain dan memilih topik lain yang lebih menyenangkan untuk dibicarakan.

Buat saya sendiri sih, perbedaan itu sangat menarik dan membahagiakan bila bisa dirayakan. Meski berbeda, kita nggak perlu harus saling mengerti, kita hanya perlu bisa saling menerima. Menerima bahwa setiap orang itu unik dan tentu memiliki pandangan yang berbeda-beda karena perjalanan hidupnya pun juga berbeda.

Saya sendiri merasa cukup beruntung karena dari kecil saya juga terbiasa diajarkan untuk bisa menolerir banyak hal. Dari kecil saya sudah belajar tentang toleransi sehingga bisa hidup berdampingan dengan orang-orang yang sangat berbeda dengan saya. Kalau kamu bagaimana? Apa sih makna toleransi bagimu?

Semoga kita semua bisa selalu hidup damai bersama-sama di tengah segala perbedaan dan saling menolerir satu sama lain. 🙂

Written by
Sefin
Join the discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TheJournale