Cara untuk Hidup Lebih Hijau

Cara untuk Hidup Lebih Hijau

Saya ingat banget, saya pertama kali mendengar istilah “climate change” atau perubahan iklim itu kira-kira di masa SMA atau sekitar tahun 2008. Saat itu, perubahan iklim terasa jauh sekali meski terdengar amat berbahaya dan menyeramkan. Nggak sedikit yang mengaitkan perubahan iklim dengan kiamatnya dunia.

Kini di tahun 2020, perubahan iklim sudah sangat terasa. Cuaca jadi nggak jelas dan bumi terasa sangat panas. Meski kondisi bumi sekarang sudah sangat mengkhawatirkan, saya tetap percaya bahwa selalu ada harapan. Kita bisa mulai menyelamatkan bumi dengan mulai dari diri sendiri. Di postingan blog ini, saya ingin berbagi 12 cara yang sudah saya lakukan untuk bisa hidup lebih hijau yang mungkin bisa turut kamu lakukan sehingga bisa turut berkontribusi positif pada bumi kita.

ย  1. Menanam pohon dan tanaman

Dengan banyaknya deforestasi atau penggundulan hutan, kita bisa mulai hidup lebih hijau dengan menanam pohon dan tanaman di rumah. Jika memang nggak ada lahan yang memadai, kita bisa mulai menanam pohon di pot. Menurut situs Knowledge Center Perubahan Iklim, dengan menanam pohon, kita turut berupaya dalam meredam kenaikan gas rumah kaca yang merupakan penyebab utama dari pemanasan global dan perubahan iklim.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/premium-photo/hand-holdig-big-tree-growing-green-background-eco-earth-day-concept_5189461.htm#page=1&query=green%20life&position=37

Di rumah kedua orangtua tempat saya tinggal saat ini, kami menanam banyak sekali pohon dan tanaman yang nggak hanya membuat udara jadi lebih segar, tapi juga membuat cuaca jadi lebih sejuk. Sepanas apapun cuaca di siang hari, kami hanya menyalakan pendingin ruangan di malam hari karena cuaca sudah juga sejuk di siang hari dengan adanya pohon-pohon dan tanaman telah ditanam.

2. Biasakan memilah sampah di rumah

Sepertinya sudah lebih dari 10 tahun keluarga saya terbiasa memilah sampah, terutama untuk sampah organik (berupa sisa makanan dan sayuran) serta sampah anorganik (kertas, kaleng, kaca, plastik, dan elektronik). Semuanya berawal ketika Mama mengetahui bahwa ada Depo Daur Ulang Tzu Chi di Tangerang dan sejak saat itu kami terbiasa memilah sampah untuk kemudian disumbangkan ke Tzu Chi agar bisa didaur ulang. Bahkan, dulu saya kerap membawa pulang sampah yang telah saya pilah dari indekos supaya bisa turut disumbangkan.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/set-different-trash-bin_3956810.htm#page=1&query=recycling&position=26

Memilah sampah membuat kami menjadi lebih sadar akan betapa banyaknya sampah yang kami hasilkan di rumah, sehingga kami bisa lebih bijak dalam beraktivitas sehari-hari dan hidup lebih hijau. Kini, saya nggak lagi melihat sebuah barang sebagai barang saja, tapi saya jadi lebih memikirkan apakah barang tersebut bisa didaur ulang atau nggak. Jika nggak bisa didaur ulang atau hanya sekali pakai, saya sering mengurungkan niat untuk membelinya.

3. Buatlah pupuk kompos dengan sampah organik

Ketika sampah anorganik biasa kami sumbangkan untuk didaur ulang oleh pihak lain, sampah organik yang ada di rumah biasa kami gunakan untuk membuat pupuk kompos. Jadi, sampah nggak kami buang begitu saja melainkan bisa bermanfaat untuk pohon dan tanaman yang ada di rumah. Dengan membuat pupuk kompos sendiri, kami bisa berhemat karena nggak perlu membeli pupuk lagi serta turut berkontribusi pada lingkungan karena nggak membuat sampah organik menumpuk atau terbuang begitu saja. Silakan coba juga, ya!

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/composting-man-woman-making-compost-outdoors-garden-recycling-concept_9751384.htm#page=1&query=composting&position=4

4. Mendaur ulang sampah kertas menjadi buku catatan

Saya lupa persisnya kapan, tapi kalo nggak salah sejak duduk di bangku SMP, saya terbiasa mendaur ulang sendiri sampah-sampah kertas yang saya milik untuk menjadi sebuah buku catatan atauย notebook. Apalagi, dulu ketika saya sering menulis cerita fiksi untuk dikirim ke media massa, naskahnya dulu hanya bisa dikirim dalam bentukย hardcopy atau kertas fisik. Nah, kertas-kertas dengan 1 sisi saja yang terpakai, kemudian saya tumpuk jadi satu. Setelahnya, saya pergi ke tempat fotokopi untuk membuatnya jadi sebuah buku catatan berbentuk kliping.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/free-photo/recycle-wooden-blank-white-school_1047386.htm#page=1&query=recycled%20notebook&position=0

Nggak hanya bisa memanfaatkan kembali kertas-kertas yang masih bagus dan bisa digunakan, saya juga bisa menghemat banyak uang dan nggak perlu membeli buku catatan. Kebiasaan sejak SMP ini terus saya bawa hingga kuliah, terlebih saat skripsi ada beberapa kali revisi, namun skripsi yang gagal nggak dibuang begitu saja tapi bisa dijadikan buku catatan yang masih saya gunakan sampai sekarang. Bahkan salah seorang teman kuliah sempat meminta salah satu buku catatan hasil daur ulang skripsi saya, lho. Menyenangkan sekali rasanya bisa hidup lebih hijau seperti ini. ๐Ÿ˜€

5. Mengurangi penggunaan plastik

Beberapa waktu lalu saya sempat menonton siaran ulang webinar KBR di Youtube, di mana salah seorang narasumber, yaitu Bapak Mubariq Ahmad menyebutkan bahwa setiap kali berbelanja ke pasar, orang Indonesia terbiasa menggunakan 1 kantong plastik untuk 1 barang. Kebiasaan ini jelas banget terlihat, terutama ketika pergi ke pasar tradisional. Untuk mengurangi penggunaan plastik, terutama saat berbelanja, keluarga saya sudah terbiasa membawa banyak tas kain serta kotak penyimpanan makanan sendiri sebagai pengganti kantong plastik.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/say-no-plastic-straw-tubes-bags-bottles_5449017.htm#page=1&query=global%20warming%20food&position=29

Selain menggunakan tas kain, kami juga mengurangi penggunaan berbagai alat makan plastik ketika membeli makanan dan minuman di luar rumah dengan membawa botol minum, sendok dan garpu, serta sedotan besi sendiri. Bahkan ketika membungkus makanan, kami sudah membawa kotak makan kosong sehingga nggak perlu menggunakan styrofoam atau kotak makan plastik dari restoran. Kedengarannya mungkin agak repot, tapi menurut saya ini adalah upaya terbaik supaya kita bisa hidup lebih hijau dan turut menjaga bumi. ๐Ÿ™‚

6. Hindari penggunaan barang sekali pakai

Barang sekali pakai memang terdengar amat praktis, tapi sangat nggak ramah lingkungan. Salah satu contoh barang sekali pakai yang lagi ramai dibicarakan karena membuat sampah menumpuk di masa pandemi Covid-19 adalah masker sekali pakai atau maskerย disposable. Apalagi jika kita nggak bekerja di bidang medis atau berada di garda depan penanganan Covid-19, menurut saya agak kurang bijak jika menggunakan masker sekali pakai. Sebisa mungkin, gunakanlah masker kain untuk membantu mengurangi sampah masker sekali pakai dan membantu kita hidup lebih hijau. Mari kita sama-sama jaga kesehatan dan jaga bumi di masa pandemi. ๐Ÿ™‚

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/free-vector/people-wearing-fabric-face-masks_8812050.htm#page=1&query=fabric%20mask&position=12

7. Gunakan kertas atau koran untuk membungkus barang kiriman

Ketika harus mengirim barang, saya memilih untuk menggunakan kertas bekas atau koran karena lebih ramah lingkungan. Jika terpaksa sekali menggunakan plastik, saya akan menggunakan kembali bungkusan plastik bekas dari kiriman barang yang pernah saya terima. Saya pun membiasakan diri untuk membuka paket yang saya terima secara perlahan agar nggak merusak bungkusnya sehingga bisa dipakai kembali.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/free-photo/person-s-hand-wrapping-white-tulip-flowers-newspaper-with-price-tag-brown-background_4085660.htm#page=1&query=newspaper+gift&position=34

Bila kamu merasa membungkus paket untuk dikirim dengan kertas bekas atau koran sangat nggak cantik, menurut saya kamu tetap bisa menyiasatinya dengan menghias paket tersebut. Apalagi, seringnya pembungkus barang dibuang begitu saja oleh si penerima paket karena menurut mereka yang lebih penting adalah isi paket dan bukan bungkusnya. Yuk, lebih bijak dalam membungkus barang kiriman dan kado untuk orang lain. ๐Ÿ™‚

8. Pilihlah produk dengan kemasan yang bisa dipakai kembali

Ketika dihadapkan dengan pilihan untuk membeli sebuah produk dalam kemasan plastik atau kemasan kaca, pilihlah produk dalam kemasan kaca. Misalnya ketika kita ingin membeli selai stroberi yang ada di pasar swalayan, pilihlah selai yang ada di dalam toples kaca dan bukan yang plastik. Nggak hanya bisa mengurangi sampah plastik, dengan membeli selai stroberi di toples kaca, kita juga bisa hidup lebih hijau. Toples kaca tersebut bisa kita gunakan kembali di rumah untuk menyimpan bahan makanan lain. Menurut saya, penting banget untuk melihat sebuah produk nggak hanya dari harga yang terjangkau saja, tapi juga memikirkan dampaknya pada lingkungan.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/free-photo/jam-jar_3818104.htm#page=1&query=food%20jar&position=35

9. Pilih produk ramah lingkungan untuk kehidupan sehari-hari

Dalam menjalani keseharian kita, entah ada berapa banyak produk nggak ramah lingkungan yang telah kita gunakan. Selama karantina di rumah aja, akhirnya saya sadar bahwa ada banyak produk nggak ramah lingkungan yang saya gunakan sehari-hari seperti pemilihan jenis sabun. Keputusan yang mungkin sepele, tapi ternyata berdampak besar pada lingkungan kita.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/free-photo/handmade-soap-wooden-background_9455481.htm#page=1&query=soap%20bar&position=37

Dari artikel yang saya baca di Republika, disebutkan bahwa faktanya, kemasan sabun cair yang terbuat dari plastik merupakan salah satu penyebab meningkatnya jumlah sampah plastik. Belum lagi, bobotnya yang lebih berat dari sabun batang berkemasan kertas membuat sabun cair nggak ramah lingkungan karena membutuhkan energi lebih banyak dalam proses distribusinya. Sejak pandemi, akhirnya saya dan keluarga pun beralih ke sabun batang lagi. Saya juga telah mencoba menggunakan sampo batangan untuk keseharian saya. ๐Ÿ™‚

10. Pilih makanan berbahan dasar nabati

Jika selama ini pola makan berbahan dasar nabati diidentikkan dengan isu menyayangi hewan, pada kenyataan memilih makanan berbahan dasar nabati dapat turut membantu kita hidup lebih hijau. Menurut artikel Beritagar memproduksi daging, terjadi produksi pakan di mana seringkali mengakibatkan terjadinya deforestasi atau penggundulan hutan. Selain itu, proses produksi dan konsumsi daging erat kaitannya dengan emisi gas rumah kaca. Produsen daging sapi sendiri memproduksi 105 kilogram karbondioksida (CO2) per 100 gram protein.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/free-photo/vegan-salad-with-avocado-white-wooden-table_5615796.htm#page=1&query=vegan&position=26

Dengan memilih makanan berbahan dasar nabati, kita nggak hanya bisa menyelamatkan lingkungan, tapi juga bisa hidup lebih sehat lho. Selain itu, harga makanan berbahan dasar nabati juga jauh lebih murah dibandingkan makanan berbahan dasar hewani. Saya dan keluarga saya telah beralih ke pola makan nabati selama 5 bulan belakangan dan sudah merasakan banyak sekali manfaat, terutama secara ekonomi dan jasmani. Tubuh kami jadi lebih sehat bugar dan kami bisa menghemat banyak uang di kala pandemi yang nggak menentu seperti ini.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/set-vegan-sources-protein-fresh-organic-vegetarian-food-collection-isolated_7552139.htm#page=1&query=plant%20based%20food&position=3

11. Sebisa mungkin nggak membeli baju baru

Sebagai seorang perempuan, saya tahu betul kesenangan yang dirasakan ketika membeli selembar baju baru. Meski demikian, baju baru nggak selalu baik buat kita dan kesenangan yang kita rasakan saat membelinya hanyalah sementara. Seringkali, kita membeli baju baru bukan karena kita membutuhkannya, tapi karena impulsif saja dan harganya sedang diskon. Begitu sampai rumah, baju tersebut belum tentu langsung kita pakai dan bisa saja hanya berada di tumpukan.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/premium-photo/second-hand-store_1967669.htm#page=1&query=thrift%20shop&position=15

Untuk menyiasati keinginan membeli baju baru, belakangan saya memilih untuk membeli pakaian bekas layak pakai yang masih sangat bagus. Saya sendiri senang banget karena sekarang ada banyak toko daring yang menjual pakaian dan barang layak pakai lainnya, seperti Tinkerlust dan Carousell. Menurut situs SERC Universitas Berkeley, dengan berbelanja pakaian bekas layak pakai, kita turut mengurangi sampah plastik, sampah produksi tekstil, serta polusi di lingkungan. Lagipula, barang bekas nggak selalu jelek kok. Banyak banget yang masih bagus, bermerek, dan bisa kita dapatkan dengan harga yang miring!

12. Dukung kampanye lingkungan di sekitar kita

Buat saya, orang-orang yang bekerja di bidang penyelamatan lingkungan itu jasanya besar sekali. Risiko pekerjaannya lumayan tinggi dan mereka harus terus jauh dari keluarga. Saya sendiri punya beberapa teman yang bekerja organisasi penyelamatan lingkungan dan harus berada jauh dari keluarga mereka karena urusan pekerjaan. Saya kagum banget dengan teman-teman saya ini.

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/nature-family-environmental-protection-landscaping-concept_6283487.htm#page=1&query=environmental%20organization%20&position=12

Supaya bisa mendukung teman-teman dan organisasi penyelamatan lingkungan, terutama yang ada di Indonesia, menurut saya penting banget buat kita untuk memberikungan dukungan pada kampanye-kampanye lingkungan yang ada. Bila memang nggak memungkinkan untuk terjun langsung, seperti yang dikatakan oleh Mbak Davina di talkshow KBR, kita bisa memberi dukungan dengan menyumbang donasi dan/atau mengadopsi satwa dan hutan yang ada di Indonesia. Dengan begitu, kita bisa turut menjalani hidup yang lebih hijau dan ramah lingkungan. ๐Ÿ™‚

Bagaimana, mudah bukan?

Di atas, saya sudah memaparkan 12 cara saya untuk bisa hidup lebih hijau dan turut berkontribusi dalam merawat bumi kita. Asal disertai dengan niat dan tujuan yang positif, saya yakin banget kamu yang membaca postingan blog ini juga bisa kok turut berkontribusi menyelamatkan lingkungan dengan mulai hidup hijau dari diri sendiri. ๐Ÿ˜€

Cara untuk Hidup Lebih Hijau
Source: https://www.freepik.com/premium-vector/zero-waste-recycle-eco-elements-reduce-plastic-symbols-ecology-life-illustrations-white-no-plastic-go-green-zero-waste-organic-market-products-reusable-bags_9505479.htm#page=2&query=vegan+for+environment&position=24

Caranya simpel banget, hanya dengan membuat keputusan yang lebih bijak tentang apa yang kita lakukan, pakai, gunakan, serta konsumsi, dapat membuat bumi kita menjadi tempat yang lebih baik, terutama untuk anak-cucu kita kelak. Yuk, kita coba hidup lebih hijau dari kebiasaan sehari-hari kita untuk membantu menahan laju perubahan iklim!

Jika kamu punya tips dan cara lain untuk hidup lebih hijau, boleh banget lho di-share di kolom komentar di bawah ini. Mari kita jadi penghuni bumi yang bijak. ๐Ÿ™‚

———-

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat diย sini.ย 

Written by
Sefin
Join the discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

4 comments
TheJournale