
Nggak terasa, sudah dua bulan berlalu sejak saya mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan wajah baru Gramedia. Sewaktu saya kecil, Gramedia Matraman menjadi salah satu toko buku favorit saya. Buat saya, Gramedia Matraman dulu adalah surga. Saat saya menunggu orang tua mengikuti kelas meditasi di sana, saya berkeliling untuk melihat-lihat buku yang menarik perhatian saya dan berbagai alat tulis yang lucu. Saya ingat betul pada rautan berbentuk kamera yang saya beli di sana. Dan pada 9 Mei 2015 yang lalu, saya merasa seperti anak kecil lagi. #GramediaNewExperience mengingatkan saya pada kunjungan saya ke Gramedia Matraman saat saya masih kecil.
Siang itu saya berangkat ke Gramedia Central Park dengan tergesa, saya nggak mau terlambat ke acara peluncuran brand Gramedia yang baru dan book shopping race satu menit pun. Dan untungnya, saat saya tiba di Penang Bistro–tempat berkumpul sebelum book shopping race, saya ternyata nggak terlambat sama sekali. Malah bisa dibilang, saya menjadi salah satu dari mereka yang datang pertama.

Awalnya, saya sempat deg-degan saat mau datang ke #GramediaNewExperience karena saya nggak yakin akan bertemu dengan orang-orang yang saya kenal. Tapi ternyata, saya salah. Meski ada beberapa wajah baru yang belum pernah saya temui sebelumnya, saya girang bukan main begitu bertemu dengan Kak Indri (@miss_almayra) dan Titi (@parah1ta), dua teman travel blogger kesayangan yang sudah lama nggak saya jumpai. Tentunya, kami nggak lupa foto bertiga dong setelah memutuskan untuk duduk di meja yang sama. 😀 Nggak hanya itu, di acara #GramediaNewExperience ini, saya berkenalan dengan beberapa teman blogger baru yang tentunya bikin saya makin semangat untuk ngeblog!
Oh iya, di #GramediaNewExperience ada satu hal lain yang membuat saya senang, yaitu makan siang gratis! Sebelum tim dari Gramedia menjelaskan lebih lanjut tentang brand baru Gramedia, saya dan teman-teman blogger yang datang pun dapat kesempatan menyantap makanan di Penang Bistro! Favorit saya, sih, ayam saos mangga. Enak banget! :9


Nah, setelah selesai makan dan berfoto, akhirnya tim Gramedia muncul dengan presentasi menarik tentang brand baru Gramedia. Sebenarnya sih, saya nggak suka kata “presentasi” karena kesannya formal banget. Yang jelas, pada sesi ini, Mas Adit dari Gramedia memperkenalkan wajah baru Gramedia yang sama sekali berbeda daripada Gramedia yang dulu.
Brand Central Idea Gramedia yang baru adalah “Transforming Your Ideas”. Bagi saya, brand central idea baru ini oke banget karena menunjukkan bagaimana Gramedia terus berkembang supaya bisa memenuhi kebutuhan para konsumennya. Hal ini juga ditunjukkan dengan Gramedia baru yang akan mulai menjual barang-barang selain buku bacaan dan alat tulis, seperti alat masak dan mainan. Lebih asyiknya lagi, Gramedia akan memiliki ruang-ruang khusus atau chamber yang dibagi sesuai target pembelinya, seperti Woman Chamber untuk perempuan yang memiliki banyak koleksi alat dan buku masak, Kids Camber untuk anak-anak yang memiliki banyak koleksi mainan dan buku anak, dan masih banyak lagi. Meski demikian, Gramedia tetap akan fokus pada buku dan bacaan sebagai komoditas utama mereka.

Usai berkenalan dengan wajah Gramedia yang baru, kami kemudian diajak berkeliling ke Gramedia Central Park sebagai toko buku Gramedia pertama yang sudah memiliki wajah baru Gramedia. Chamber atau ruang-ruang di Gramedia Central Park cukup menarik perhatian saya. Alat-alat masak yang ada di Woman Chamber bikin saya nggak sabar mengajak Mama berkunjung ke sini. Writing Boutique Chamber bikin saya kepingin membeli pulpen cantik baru untuk mengisi lembaran jurnal saya. Nggak hanya itu, standing partitur warna-warni yang ada di Sports and Music Chamber paling menarik perhatian saya karena bikin saya kangen dengan Moktika–biola kesayangan saya dan tentu saja, tertarik untuk membeli standing partitur warna pink yang dipajang. :”)


Dan setelah kami diajak berkeliling Gramedia Central Park yang baru, kami pun diberitahu beberapa ketentuan book shopping race yang cukup bikin pusing dan deg-degan, tapi tetap semangat memilih buku mana yang mau dibawa pulang. Yang ada di pikiran saya waktu itu sih, menang kalah nggak masalah, yang penting tetap bisa bawa pulang buku-buku yang mau saya baca. Hehe…

Selama book shopping race yang berlangsung selama 30 menit, saya sempat bingung dalam memilih buku apa saja yang mau saya bawa pulang. Akhirnya, pilihan saya jatuh pada enam buah buku yang ada di bawah ini. Bisa dibilang, pilihan buku-buku saya tersebut agak random karena ada komik (yang jarang sekali saya mau baca), ada buku kesehatan, buku tentang ekonomi, hingga buku sejarah. Meski demikian, saya senang banget karena akhirnya bisa membawa pulang buku Simple Miracles dari penulis sekaligus guru kesayangan saya, Mbak Ayu Utami! 😀

Seperti yang sudah saya duga dan perkirakan, saya nggak menang lomba livetweet dan book shopping race #GramediaNewExperience. Apalagi, saya milih bukunya lama sekali karena nggak mau salah pilih. Akan tetapi, saya senang sekali karena sudah diundang untuk berkenalan dengan wajah baru Gramedia dan bisa membawa pulang buku-buku baru! Terima kasih banyak untuk tim Gramedia atas undangannya. Ditunggu undangan berikutnya. #lah 😛




Seperti yang sudah saya tulis di awal, Gramedia Central Park mengingatkan saya akan pengalaman masa kecil di Gramedia Matraman. Saya merasa seperti seorang anak kecil lagi, yang bisa mengembangkan senyum di wajahnya sendiri hanya karena berada di sebuah toko buku. Sewaktu saya kecil, mungkin saya langsung kegirangan saat melihat alat tulis dengan bentuk-bentuk menarik, dan sekarang, saya langsung kegirangan saat melihat standing partitur dan pulpen cantik di Gramedia Central Park. Klise tapi ungkapan ini selalu benar: “Bahagia itu sederhana.”



wih udah merambah alat-alat masak..
kedepannya bakal nambah jualan apalagi ya..
semoga masih fokus jualan buku sih..
Hihi iya..menarik, kan? Gramedia masih fokus jualan buku, kok..bedanya, buku-buku nggak hanya dibagi per bidang atau kategori fiksi/non fiksi, tapi pada target pembaca, seperti utk perempuan, anak-anak, dsb. 🙂
wah baru sadar kalau Gramedia ganti logo, dan mupeng lihat bukunya 😀
Iya! Logo barunya lucu, kan? Udah gitu, penataan rak-rak bukunya yg baru jg bikin ngiler 🙈
Aduh belum sempet main ke CP buat liat langsung nih :))
Iyaaa, memang paling sering ngadain event ya, aku datangnya pas launch buku 100 HKI abis ada akang Ramonnya xoxoxoxo
Eh buku 100 HKI buku apaaaaa? Akang Ramon siapa? Ramon Tungka? Ahahha maap nggak tau 🙈
100 Hari Keliling Indonesia kakaaak
iya dia, ketemu terus dibagi-bagiin bukunya gratis plus tanda tangan hehehe
oooooh ahahahaha..sip sip! asyik banget dapet buku gratis. baru tau, nih~
Hallo, Sefin.
Hmm tiba-tiba saya teringat sahabat pena saya waktu SMP dulu, salah satunya punya nama seperti nama kamu, terus saya googling deh dan nemu blog km
Hahaha sounds weird ya?
tp btw saya suka blog kamu 🙂
Halo..waaah lucu, sih. Terima kasih sudah mampir. 🙂 dulu sih saya punya beberapa sahabat pena, tapi sudah nggak ingat lagi hehe..
Heheehheee
Iyaaa, tiba2 random aja ingat beberapa sahabat pena
Dl namanya yosefine yaputri, rumahnya di gading serpong, sekolahnya di sd tarakanita, kalau nggak salah. Hehehe
Sukses terus yah dan tetap menginspirasi 🙂
waaah berarti harusnya benar, Tyas. Rumahku di Gading Serpong dulu sekolah di SD Tarakanita Gading Serpong. Nggak nyangka bisa ketemu lagi, tapi aku sudah lupa. Maaf, ya. Makasih sudah mampir 🙂
eh gramed mmg jual alat masak juga yaa sekarang ???
yoi ada jual alat masuk, kak! bisa beli panci buat masak indomie, deh. 😛
Kerenn … Mesti terus berubah menjadi baik … Supaya tetap maju …. Yeayyyy
yeeeeep! 😀 perubahan memang sangat baik, apalagi ketika diperlukan! ^^