1-2 Desember kemarin bisa dibilang merupakan salah satu akhir pekan terbaik yang pernah saya lalui. Bersama Kak Rahne dan tim Astra, saya berkunjung ke Kampung Berseri Astra (KBA) Kemuning di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta, di mana saya merasakan kehangatan dan keramah-tamahan dari warga setempat. πŸ™‚

Saat baru tiba, kami langsung disambut dengan dipakaikan kain batik dan β€œpenolak bala” sebagai tanda bahwa kami resmi diterima di KBA Kemuning. Setelah itu, kami disuguhi Gaplek Geprek dan Wedang Secang. Gaplek Geprek sendiri merupakan kuliner khas daerah setempat yang terbuat dari singkong dan pembuatannya sendiri memakan waktu hingga 3 hari. Menurut Bapak Kepala Dusun KBA Kemuning, Gaplek Geprek ini sendiri melambangkan kehidupan manusia dari lahir hingga akhirnya meninggalkan dunia ini. Sementara Wedang Secang merupakan minuman jahe yang dibuat dari sereh serta kayu secang yang telah dikeringkan dan dulunya merupakan minuman para bangsawan di zaman kerajaan. Perpaduan Gaplek Geprek dan Wedang Secang begitu pas di siang hari yang panas saat itu. Membuat saya serasa di rumah sendiri.

Duduk-duduk di Pendopo Astra sambil menikmati Gaplek Geprek serta Wedang Secang, kami disuguhi dengan pemandangan Telaga Wisata Kemuning yang terlihat begitu asri di tengah-tengah pepohonan rindang. Sayangnya saat saya ke sana, air di telaga nggak begitu banyak karena hujan sudah beberapa lama belum turun, tapi tetap cantik lho telaganya!

Usai bersantai dan ngobrol-ngobrol di Pendopo Astra, kami kemudian melihat kegiatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) KBA Kemuning yang melayani balita dan lansia. Biasanya, kegiatan pemeriksaan gratis di Posyandu KBA Kemuning diadakan setiap tanggal 10 setiap bulannya. Pada pemeriksaan untuk lansia dilakukan penimbangan, pengukuran tensi darah serta gula darah, dan di akhir pemeriksaan diberikan bekal cuma-cuma berupa makan siang dan buah-buahan bergizi.

Menurut saya sendiri, pemeriksaan gratis ini sangatlah bermanfaat, terutama untuk para lansia di KBA Kemuning yang kebanyakan tinggal sendiri. Tanpa dipungut biaya sepeser pun, mereka bisa terus memantau kondisi kesehatan mereka sendiri, dibantu oleh para pengurus KBA Kemuning yang saling bahu-membahu untuk membantu sesama warga KBA Kemuning, terutama para lansia yang sudah sangat berumur.

Hebatnya, para lansia di KBA Kemuning rata-rata sehat banget dan terlihat masih sangat bugar! Salut banget sama para ibu lansia yang saya jumpai di KBA Kemuning, bikin saya jadi kepingin kayak mereka di saat saya tua nanti. πŸ˜€

Sementara untuk pemeriksaan gratis pada balita dilakukan dengan penimbangan berat badan balita serta pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk memantau perkembangan kesehatan para balita KBA Kemuning.

Balita-balita di KBA Kemuning lucu-lucu banget! Bikin saya yang suka anak kecil jadi gemes sendiri. Hehehe… Pemeriksaan gratis di Posyandu KBA Kemuning menurut saya sendiri juga benar-benar membantu untuk para orang tua yang tinggal di sana karena mereka nggak perlu repot-repot keluar dari desa mereka untuk memantau kesehatan balita mereka. Posyandu yang dibangun Astra di KBA Kemuning benar-benar bermanfaat untuk warga KBA Kemuning, khususnya para lansia dan balita. πŸ™‚

Setelah melihat kegiatan di Posyandu KBA Kemuning, kami diajak makan siang ala tradisi KBA Kemuning, yaitu Kembul Bujono atau tradisi makan bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menikmati hidangan bersama sebagai simbol kebersamaan serta untuk mempererat tali silaturahmi. Kembul Bujono seru banget, apalagi makannya pakai tangan dan beramai-ramai pula!

Selesai makan siang, kami kemudian diajak untuk ngobrol-ngobrol dengan Mbah Semanto yang merupakan generasi ke-6 dari pendiri Desa Kemuning. Konon katanya, Desa Kemuning dibangun di tengah hutan kemuning setelah mbahnya Mbah Semanto bertapa selama beberapa saat. Kabarnya, dulu hanya yang memiliki kesaktian sajalah yang bisa menemukan Desa Kemuning. Apalagi dulu pepohonannya masih sangat lebat dan benar-benar membingungkan bagi orang yang baru datang ke Desa Kemuning.

Di KBA Kemuning, kesenian juga sangat diapresiasi. Menurut Mbah Semanto, dulu beliau berlatih Gamelan Jawa sejak kecil. Pada kunjungan kemarin, kami juga sempat melihat latihan tari tradisional yang dilakukan oleh anak-anak perempuan warga KBA Kemuning. Kelompoknya sendiri dibagi menjadi 3, untuk anak usia 7-8 tahun, lalu untuk usia 10-12 tahun, dan terakhir untuk usia 14-15 tahun. Narinya pada luwes-luwes banget!

Pada kunjungan tersebut, kami juga sempat melihat kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di KBA Kemuning. Yang dijual adalah makanan dan minuman ringan yang merupakan oleh-oleh khas KBA Kemuning. Mulai dari Lempeng Telong yang terbuat dari singkong dan menyerupai Opak khas Jawa Barat, Wedang Secang siap seduh, Keripik Daun Kelor, hingga Jenang Pisang yang mirip dodol. Kami pun juga sempat mengintip proses pembuatan Lempeng Telong. Menarik banget!

Kegiatan terakhir yang kami lihat di KBA Kemuning adalah proses pemilahan sampah. Para pengurus KBA Kemuning secara rutin mengumpulkan sampah kering warga untuk kemudian dipilah dan dijual. Hasil penjualan sampah-sampah hasil pemilahan, seperti plastik, kertas, dan kardus dikumpulkan untuk dimasukkan ke kas KBA Kemuning.

Melihat semua kegiatan KBA Kemuning membuat saya salut banget dengan para pengurus KBA Kemuning serta warga-warganya. Mereka begitu kompak dan peduli pada satu sama lain. Mereka memiliki keakraban dan kehangatan yang jarang sekali saya jumpai di kota-kota besar. Terutama untuk kegiatan di Posyandu, di saat banyak lansia yang diabaikan. Di KBA Kemuning, para lansia begitu diperhatikan dan dirangkul layaknya orang tua sendiri. Saya benar-benar kagum dengan solidaritas dan kehangatan yang ada di KBA Kemuning. Nggak sabar banget untuk balik lagi ke sana bareng temen-temen dan keluarga. Selamat Hari Kesehatan Nasional 2018! Terima kasih Astra atas kesempatan berkunjung ke KBA Kemuning, saya senang sekali dan benar-benar merasakan kehangatan KBA Kemuning. πŸ™‚

Total
13
Shares

14 comments

    1. waaah, iya! seneng deh kalo banyak yang suka. doain ya biar di 2019 lebih produktif lagi nulis konten travelnya. :”) makasih udah mampir dan baca, ya πŸ˜€

    1. seru bangeeet! aku juga baru tau soal Kampung Berseri Astra ini. dan ternyata masih ada buanyaaak lagi kampung serupa di seluruh Indonesia. Mampir yuk ke Kemuning! πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.