Di zaman yang semakin maju, isu ekonomi juga jadi semakin ramai. Apalagi, sekarang marak yang namanya “FinTech” atau inovasi di bidang keuangan. Melalui fintech, kita bisa meminjam uang ataupun berivestasi secara online.

Namun, pemahaman soal fintech memang nggak semudah itu untuk dipahami. Belakangan, marak banget kasus-kasus pinjaman online melalui beberapa platform fintech—mulai dari penyalahgunaan data pribadi berupa KTP untuk meminjam uang, hingga kasus penagihan utang oleh rentenir. Saya sendiri nggak kebayang sih gimana kalo amit-amit jadi korbannya, serem banget! Soalnya urusan keuangan kan salah satu isu yang paling sensitif.

Baru-baru ini, saya mencoba salah satu produk fintech yang berhubungan dengan travel.  Sebagai seorang pekerja lepas atau freelancer, kendala untuk bepergian seringkali dihadapkan dengan kenyataan bahwa invoice belum cair karena klien terlambat bayar. Kalo dulu, ada kejadian kayak gini langsung bikin mood berantakan dan agenda jalan-jalan batal seketika. Tapi sekarang, karena ada sistem Traveloka PayLater, saya ngerasain banget untungnya.

Sebagai pengguna berbagai platform online yang kritis, sebelum mencoba Traveloka PayLater, saya langsung mencari tau terlebih dahulu tentang sistemnya. Utamanya saya pastikan fitur ini aman atau nggak.Saya orangnya juga parnoan banget soalnya, kalo nggak terpercaya, saya mending nggak usah coba sama sekali deh.

Setelah membaca banyak artikel dan informasi yang ada, saya jadi lebih yakin untuk mencoba Traveloka PayLater karena mitranya sendiri adalah Danamas, peer-to-peer lending yang termasuk ke dalam kelompok usaha Sinarmas. Saya semakin yakin karena Danamas ini mitra resmi terdaftar dan pertama kali memiliki izin beroperasi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Nggak cuma itu, kerahasiaan data saya sebagai pengguna Traveloka PayLater juga dijamin. Pemakaiannya juga mempermudah saya sebagai freelancer untuk traveling. Ketika invoice belum cair, saya bisa pakai fasilitas Traveloka PayLater untuk pesan apapun—mulai dari tiket pesawat, tiket kereta api, hotel, bahkan travel shuttle seperti ke Bandung. Untuk beli voucher makan Traveloka Eats juga bisa pakai Traveloka PayLater. Beneran mudah banget dan lumayan mengurangi beban saat klien belum bayar. :”D Plus, sistem penagihan pinjamannya juga beretika dan ada aturannya, nggak akan ditagih sama rentenir. Jadi, nggak usah takut. 🙂

Udah gitu, di zaman yang serba cashless society kayak gini, saya merasa dimudahkan banget karena Traveloka PayLater juga ada sistem cicilan. Kadang, kalo lagi ada promo, diskon dengan pembayaran Traveloka PayLater bisa lebih besar dengan metode pembayaran lainnya. Beruntung banget!

Hampir semua produk yang ada di Traveloka bisa kita beli menggunakan metode Traveloka PayLater, nih list produknya:

  •         Tiket pesawat
  •         Reservasi hotel
  •         Tiket kereta
  •         Tiket atraksi dan aktivitas
  •         Tiket bus & shuttle
  •         Rental mobil
  •         Restoran
  •         Bioskop
  •         Transportasi bandara
  •         Hotel last-minute
  •         Kamar budget
  •         Kereta bandara

Setelah saya nyobain Traveloka PayLater, saya jadi percaya kalo fintech itu nggak selalu nyeremin. Buktinya, Traveloka PayLater ini dijamin keamanannya, terutama untuk keamanan data kita sebagai pengguna. Buat pejuang freelance kayak saya, beneran deh, kalian mesti coba produk fintech ini karena membantu banget supaya kita tetep bisa traveling dan hidup tenang. Ngutang dan bayar cicilan nggak selalu nyeremin kok, di saat yang dibutuhkan, malah membantu banget! Jadi, Traveloka PayLater ini adalah bukti gimana fintech dapat memberikan banyak kemudahan. 😉

Total
13
Shares

8 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.