Saat saya masih duduk di bangku sekolah, saya ingat bagaimana bepergian atau traveling merupakan sesuatu yang menyenangkan sekaligus merepotkan. Waktu Papa mengajak kami sekeluarga traveling ke Yogyakarta dan sekitarnya hampir sepuluh tahun lalu, kami pun harus membawa berbagai perlengkapan dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Mulai dari membawa kamera SLR yang masih menggunakan roll film hingga membawa peta dan mengandalkan keberanian bertanya supaya nggak tersesat di jalan, semuanya kami sekeluarga lakukan supaya acara traveling kami bisa berjalan dengan lancar. Akan tetapi, siapa yang bisa menyangka bahwa sekarang traveling atau jalan-jalan bisa jauh lebih mudah dengan satu barang, yaitu smartphone?

Sesuai namanya, smartphone atau ponsel pintar benar-benar memudahkan kegiatan traveling. Sebagai seseorang yang nggak lancar menyetir dan seringkali bepergian sendirian naik taksi atau kendaraan umum lainnya, saya merasakan betul bagaimana smartphone mempermudah setiap perjalanan yang saya lakukan. Nggak hanya dengan berbagai aplikasi yang saya pasang di smartphone, namun juga dengan berbagai fitur canggih yang dimiliki smartphone saya sendiri.

Traveling dengan smartphone membantu saya tiba di tempat baru tanpa tersesat. Dulu, sangatlah biasa bagi saya untuk menjumpai kantong-kantong jok mobil yang berisi peta, khususnya peta Jakarta. Untuk orang-orang yang dianugerahi kemampuan spasial atau kemampuan untuk mengingat arah dan lokasi tempat, mungkin peta sama sekali nggak mereka butuhkan. Akan tetapi, untuk orang-orang yang sulit sekali menghafal jalan, kehadiran peta benar-benar membantu mereka. Dan kini, kehadiran peta konvensional telah digantikan oleh mode GPS yang hadir lewat aplikasi Google Maps. Bermodalkan jempol dan smartphone berpaket internet, kini kita bisa tiba di tempat-tempat yang belum pernah kita singgahi sebelumnya, tanpa tersesat. Bahkan, pada dua tahun lalu, saya dan Adeline (sahabat yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri) bisa tiba ke Ubud dari Denpasar hanya dengan mengandalkan Google Maps. Ubud pun hanya satu di antara sekian banyak tempat yang telah berhasil saya tuju tanpa tersesat karena menggunakan Google Maps.

3 screenshots Google Maps yang mencatat tempat-tempat mana saja yang sudah bisa saya tuju dengan mengandalkan Google Maps.

Selain sebagai penunjuk arah, smartphone juga memudahkan saya untuk membeli tiket-tiket perjalanan, seperti tiket kereta api dan tiket pesawat. Sebelum ada smartphone, saya harus membeli tiket kereta api langsung di stasiun serta membeli tiket pesawat di kantornya langsung atau lewat travel agent. Kini, dengan smartphone, saya bisa membeli tiket kereta api dan pesawat lewat aplikasi-aplikasi yang telah saya pasang, seperti Kereta Api Indonesia Access, Wego Indonesia, dan Tiket.com. 

Beli tiket kereta api kini nggak perlu ke stasiun, cukup lewat smartphone.
Beli tiket kereta api kini nggak perlu ke stasiun, cukup lewat smartphone.
Beli tiket pesawat kini nggak perlu lewat travel agent, kini tinggal lewat apps di smartphone, seperti Wego (kiri) dan Tiket.com (kanan).
Beli tiket pesawat kini nggak perlu lewat travel agent, kini tinggal lewat apps di smartphone, seperti Wego (kiri) dan Tiket.com (kanan).

Lalu, bagaimana dengan akomodasi? Mungkin pertanyaan itu terlintas di benakmu. Smartphone pun telah memudahkan saya untuk memesan penginapan yang saya inginkan. Bagi saya sendiri, Travelio.com merupakan situs favorit untuk memesan hotel yang saya inginkan. Nggak hanya memiliki ikon singa bernama Lio yang imut dan menggemaskan serta senang berjoget, memesan hotel di Travelio.com juga seru dan menyenangkan karena saya bisa ‘menguji’ insting menawar saya dalam mendapatkan harga termurah. Dan yang lebih menyenangkannya lagi, kini Travelio.com punya aplikasi yang bisa kamu pasang di smartphone. Bila sebelumnya saya terbiasa menawar hotel di Travelio.com lewat situsnya langsung, kini saya tinggal memesan lewat aplikasi Travelio yang telah saya unduh di Google Play Store. Di bawah ini, kamu pun bisa melihat tampilan Travelio.com yang simpel, juga dilengkapi petunjuk penggunaan, terutama untuk kamu yang sebelumnya belum pernah memesan hotel lewat Travelio.com.

3 screenshots apps Travelio dari smartphone saya; tampilan utama beserta petunjuk lankah penggunaannya.
3 screenshots apps Travelio dari smartphone saya; tampilan utama beserta petunjuk lankah penggunaannya.

Asyiknya memesan hotel lewat Travelio.com, kamu nggak hanya bisa pesan hotel lewat aplikasi biasa, tapi Travelio.com juga memiliki aplikasi HelloLio yang membuat kita dapat memesan hotel lewat chat dengan customer service dari Travelio.com. Jadi, buat kamu yang agak malas memesan langsung lewat aplikasi, customer service Travelio.com siap membantumu memesan hotel yang kamu inginkan lewat aplikasi HelloLio. Mudah dan cepat! Oh iya, sekadar informasi, HelloLio ini hanya beroperasi atau tersedia pada hari kerja saja ya, yaitu hari Senin sampai Jumat mulai pukul 09.00.

HelloLio, apps untuk booking hotel lewat chat milik Travelio. Tersedia pada hari kerja (Senin sampai Jumat) mulai pukul 09.00.
HelloLio, apps untuk booking hotel lewat chat milik Travelio. Tersedia pada hari kerja (Senin sampai Jumat) mulai pukul 09.00.

Nah, setelah menggunakan peta elektronik di smartphone, kemudian memesan tiket transportasi dan akomodasi lewat aplikasi yang dipasang di smartphone, pada kenyataannya, fitur-fitur di smartphone juga turut mempermudah saya selama traveling. Salah satu fitur smartphone yang paling saya gunakan saat traveling adalah fitur kamera, apalagi setelah kamera saya rusak karena kemasukan air pada Juni 2015 yang lalu. Di bawah ini adalah beberapa foto yang saya ambil saat traveling hanya dengan menggunakan smartphone saya sendiri. Tanpa perlu diedit, menurut saya sih, hasilnya sudah cukup lumayan. 🙂

Foto pemandangan yang saya ambil dalam perjalanan menuju ke Tebing Keraton, Bandung, menggunakan smartphone saya.
Foto pemandangan yang saya ambil dalam perjalanan menuju ke Tebing Keraton, Bandung, menggunakan smartphone saya.
Foto Lamb Gyros yang saya ambil saat acara Buka Bersama Travel N Blog, menggunakan smartphone saya.
Foto Lamb Gyros yang saya ambil saat acara Buka Bersama Travel N Blog, menggunakan smartphone saya.
Foto teman-teman blogger yang saya ambil pada peluncuran apps Travelio dan HelloLio di Keraton Cafe, menggunakan smartphone saya.
Foto teman-teman blogger yang saya ambil pada peluncuran apps Travelio dan HelloLio di Keraton Cafe, menggunakan smartphone saya.
Foto pemandangan yang saya ambil saat jalan-jalan ke Tanjung Batu, Sorong, menggunakan smartphone saya.
Foto pemandangan yang saya ambil saat jalan-jalan ke Tanjung Batu, Sorong, menggunakan smartphone saya.

Dan fitur smartphone lainnya yang turut mempermudah traveling saya adalah fitur memo atau fitur catatan. Dengan fitur tersebut, saya pun bisa mencatat berbagai pengeluaran serta kegiatan yang saya lakukan selama traveling. Nggak hanya itu, saya bahkan juga bisa mencatat itinerary perjalanan, seperti yang telah saya lakukan di bawah ini, dimana saya menyimpan itinerary santai dan fleksibel yang telah saya buat untuk perjalanan saya ke Makassar pada bulan Juni 2015 yang lalu.

Screenshot itinerary santai yang saya simpan di smartphone saya untuk perjalanan ke Makassar pada bulan Juni 2015 lalu.
Screenshot itinerary santai yang saya simpan di smartphone saya untuk perjalanan ke Makassar pada bulan Juni 2015 lalu.

Yang jelas, selama ini, smartphone sangat membantu saya selama traveling. Dengan berbagai fitur yang dimilikinya, serta berbagai aplikasi berguna yang telah terpasang padanya, smartphone benar-benar mempermudah kegiatan traveling saya. Jadi, saran saya, jangan lupa bawa smartphone-mu saat traveling, ya!

16 comments

  1. kerennnn …. begini seharusnya smartphone di optimalkan … membuat travelling lebih mudah nyaman dan aman …
    kalau saya pakai smartphone … biar dianggap smart …#KasianAmat

    1. Hihihi terima kasih 🙂 smartphone pada akhirnya berguna kan untuk traveling..jadi orang nggak sembarang beli untuk gaya aja..tapi ya jangan sampe beli smartphone buat dianggap smart jg..sedih, euy. Hehehehe

  2. Waaah aku dong, kemana-mana pakai GPS. Kalau nggak pakai mana berani, nggak tau jalannya soalnya hehehehe
    Tapi kalau nggak nemu-nemu tempatnya ya tetep aja ngandelin GPS. GPS yang alami tapi, Gerombolan Penduduk Setempat hehehe

    1. wuahahahaha baru pernah dengar Gerombolan Penduduk Setempat 😛 iya ya paling enak memang pakai GPS, jadi nggak perlu takut nyasar. hihi..nah, pas nggak ada sinyal baru deh pake mode Gerombolan Penduduk Setempat, ya? hihi

      1. Ngepas-ngepasin aja sih hehehehe
        Itu dia, tapi kalau pakai gps yamg beneran (bukan yang di hp) sih biasanya ada sinyal, penting kelihatan awan aja deh. Tapi sayang, gps beneran updatenya nggak secepet gps yang di hp hehe
        Naaaah itu deh yang paling bisa diandalin pokoknya hehe

        1. eeeeh, tapi kemarin pas naik Terios (bukan iklan), GPS-nya oke banget, lho. kita bisa keliling Kalimantan tanpa nyasar berkat GPS mobil~ GPS di ponsel malah sering error.

          1. Iya bener mbak. Apalagi kalau nggak turun dari kendaraan. Disasarin biasanya. Sering tuh kayak gitu. Gegara sering, sekarang kalau tanya jalan sama orang wajib turun dari kendaraan dulu deh biar nggak disasarin hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.