Sumatra Travel

Tentang Kelagian dan Pak Sami

Saya masih menyimpan salah satu foto masa kecil saya. Foto yang diambil belasan tahun lalu, saat keluarga saya pulang kampung ke Palembang dengan mobil, sehingga kami pun sempat mampir ke Bandar Lampung. Saya nggak begitu ingat apa saja yang kami lakukan ketika berada di Lampung, tapi yang jelas, saya nggak akan bisa melupakan wajah saya di foto itu–dengan senyum sumringah serta rambut bondol persis seperti seorang anak laki-laki. Dan pada awal November 2015, akhirnya saya kembali lagi ke Lampung.

Bersama rombongan #SaptaNusantara dalam rangka Social Media Trip and Gathering yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), saya pun mengunjungi beberapa destinasi wisata terkenal milik Bandar Lampung. Sebagai bagian dari Indonesia, Bandar Lampung memiliki berbagai destinasi wisata yang menarik, apalagi bila kita mengingat bahwa keragaman alam dan budaya merupakan salah satu Pesona Indonesia. Akan tetapi, dua hal yang paling berkesan bagi saya selama kami berada di Bandar Lampung adalah Pulau Kelagian serta seorang pemandu wisata yang begitu menyenangkan, yaitu Pak Sami Mutarom.

Kami tiba di Bandar Lampung pada hari Senin malam, 9 November 2015. Keesokan harinya, kami berkumpul sekitar pukul 7 pagi menuju ke Pelabuhan Ketapang supaya bisa menyeberang ke Pulau Kelagian, dan sekitarnya. Perjalanan ke Pelabuhan Ketapang sendiri memakan waktu hampir 2 jam. Meski kebanyakan dari kami masih sangat mengantuk karena harus bangun pagi-pagi benar, ternyata hari itu menjadi hari yang begitu berkesan.

Dengan begitu semangat, Pak Sami menceritakan berbagai hal tentang Bandar Lampung. Mulai dari budaya, sejarah, hingga alamnya, semuanya Beliau jabarkan dengan amat seksama. Saya nggak henti-henti terkesima. Beliau tampak begitu menikmati pekerjaannya sebagai seorang duta wisata Bandar Lampung. Senyum mengembang pun nggak lepas dari wajahnya.

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Kelagian. Dua pulau lain yang kami kunjungi, yaitu Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil, sebenarnya nggak kalah menarik dengan Pulau Kelagian, tapi entah mengapa, Pulau Kelagian lebih berkesan bagi saya.




Beginilah tampilan Pulau Kelagian beserta bangunan-bangunan sederhana yang ada di sana.

Beginilah tampilan Pulau Kelagian beserta bangunan-bangunan sederhana yang ada di sana.

Begitu tiba di Pulau Kelagian, saya dan Yuki bergegas menuju ke bagian belakang pulau yang lebih sepi, sementara teman-teman yang lain memilih untuk berendam, berenang, serta berfoto di bagian depan pulau. Di bagian belakang pulau, kami pun menjumpai berbagai sudut yang (menurut kami) cukup fotogenik. Mulai dari bangku kayu yang terletak di tepi pantai, bebatuan hitam besar, pasir putih pantai yang begitu halus, hingga tanaman bakau. Saya, Yuki, dan beberapa teman lain, seperti Mas Bram dan Mas Widhi, begitu menikmati bagian belakang Pulau Kelagian yang memiliki pesonanya sendiri. Tenang, tapi juga sedikit sendu. Jika kamu duduk-duduk di sana, mungkin kamu akan merasa galau. Hehehe…

Asyiknya duduk di pinggir pantai yang cantik. Letaknya ada di belakang pulau.

Asyiknya duduk di pinggir pantai yang cantik. Letaknya ada di belakang pulau.

Yuki yang sedang asyik memotret dan saya pun memotret Yuki (yang sedang memotret).

Yuki yang sedang asyik memotret dan saya pun memotret Yuki (yang sedang memotret).

Bagian belakang Pulau Kelagian yang cantik.

Bagian belakang Pulau Kelagian yang cantik.

Mari berkenalan dengan Mas Widhi dari landscapeindonesia.com :D

Mari berkenalan dengan Mas Widhi dari landscapeindonesia.com 😀

Banyak pepohonan, nih. Lumayan bikin adem di tengah teriknya matahari.

Banyak pepohonan, nih. Lumayan bikin adem di tengah teriknya matahari.

Mas Bram asyik duduk di bagian belakang Pulau Kelagian.

Mas Bram asyik duduk di bagian belakang Pulau Kelagian.

Nggak hanya bagian belakang pulaunya saja yang fotogenik, Pulau Kelagian juga memiliki hutan tandus kecil yang bisa dibilang cukup fotogenik. Kamu pun bisa berfoto dengan dedaunan gugur serta ranting-ranting pohon yang kurus dan kering kerontang. Dan tepat di depan hutan kecil tersebut, kamu juga bisa merasakan sedikit keceriaan di Pulau Kelagian dengan bermain ayunan. Cukup mengasyikkan, bukan?

Memotret Yuki di tengah hutan gersang Pulau Kelagian.

Memotret Yuki di tengah hutan gersang Pulau Kelagian.

Sebelum pulang, main ayunan dulu di Pulau Kelagian yuk!

Sebelum pulang, main ayunan dulu di Pulau Kelagian yuk!

Usai dari Pulau Kelagian, kami menuju ke Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil untuk snorkeling dan makan siang. Sore itu kami tutup dengan menyaksikkan senja yang cantik di Pelabuhan Ketapang. Semburat jingganya benar-benar membuat saya terpana. Saya bahkan sempat lupa sejenak bahwa saya mungkin akan masuk angin karena masih basah kuyup usai berenang dan snorkeling. Seperti biasa, senja nggak pernah mengecewakan.

Cantiknya senja di Pelabuhan Ketapang, Bandar Lampung. :)

Cantiknya senja di Pelabuhan Ketapang, Bandar Lampung. 🙂

Ini dia, dua teman saya; Ika dan Adhi, berfoto dengan Pak Sami. Sayangnya, saya nggak sempat berfoto dengan Pak Sami. :(

Ini dia, dua teman saya; Ika dan Adhi, berfoto dengan Pak Sami. Sayangnya, saya nggak sempat berfoto dengan Pak Sami. 🙂 Eh, kok ada Putri nyelip? 😛

Menghabiskan waktu selama kurang lebih tiga hari dua malam di Bandar Lampung bersama rombongan Social Media Trip and Gathering, selain Pulau Kelagian, perjumpaan dengan Pak Sami juga sangatlah istimewa. Bagi saya, Beliau seperti ensiklopedia hidup yang nggak habis-habisnya memberikan informasi pariwisata mengenai Bandar Lampung. Nggak sekadar dihafal saja, tapi Beliau betul-betul paham potensi pariwisata Bandar Lampung. Sempat mengusulkan kami untuk mencicipi Bakso Soni yang terkenal, tapi sayangnya nggak kesampaian, saya telah berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya akan kembali ke Bandar Lampung untuk bertemu lagi dengan Pak Sami dan mencicipi Bakso Soni.

Oh iya, jika kamu penasaran dengan Pak Sami, silakan follow akun Instagramnya: @samiyosami. Fotonya bagus-bagus, lho! 😀 Dan jika kamu ingin berlibur ke Bandar Lampung dan membutuhkan pemandu wisata yang asyik dan seru, Pak Sami ini oke bangeeet!

Sampai jumpa lagi, Bandar Lampung! Terima kasih karena sudah mempertemukan saya dengan Pulau Kelagian dan Pak Sami. 🙂

Postingan ini merupakan catatan perjalanan Social Media Trip and Gathering bersama Kemenpar yang berlangsung pada 8-23 November 2015. Ada 7 postingan yang bisa kamu baca:

  1. Tentang Kelagian dan Pak Sami -> Kamu sedang membaca postingan ini.
  2. Pertama Datang ke Semarang dan Menghitung Lawang
  3. Kue Lapis, Meteor, dan Matahari Terbit di Bukit Kingkong
  4. Belajar Menenun di Desa Sukarara Lombok
  5. Berjumpa dengan Komodo di Pulaunya
  6. Menemukan Rumah Baru di Kampung Cecer
  7. Menonton Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu



You Might Also Like

17 Comments

  • Reply
    Efenerr
    9 December 2015 at 12:03 pm

    wah enak kak tempatnya, sepi dan menenangkan. cocok untuk aktualisasi diri ke sini.

    • Reply
      admin
      10 December 2015 at 9:21 pm

      setuju, kak. apalagi duduk di bagian belakang pulau sambil menikmati pemandangan lautnya… sungguh menenangkan. 🙂

  • Reply
    roland
    9 December 2015 at 5:03 pm

    Klo menepati janjinya utk ke Lampung lagi, boleh ikut ga?

    • Reply
      admin
      10 December 2015 at 9:18 pm

      hihihi boleh aja asal rame-rame, ya~

    • Reply
      admin
      10 December 2015 at 9:20 pm

      Hihihi boleh aja asal rame-rame ya perginya~

  • Reply
    Anis Hidayah
    11 December 2015 at 7:25 am

    Wah jadi kangen Pulang ke kampung halaman dan pergi kesitu,,, Pulau Kelagian dan Pahawang memang Yahuuuud,,, pemandangannya bisa menghipnotis siapa saja yang melihatnya,,, sampean Orang Palembang tow mbak,,, aku tetangganya sampean lo mbak,,, hehehe

    • Reply
      admin
      11 December 2015 at 2:52 pm

      Hihihi iya Mama saya dari Palembang. 😀 Kamu orang Lampung, ya? Salam kenal, Anis! 😀 Pemandangannya bagus banget ya di Kelagian dan Pahawang! 😀 kalau bisa ke sana lagi sih, saya pingin nyobain diving kalau bisa. 😀

  • Reply
    Timothy W Pawiro
    15 December 2015 at 3:20 am

    Wah, bagian belakang pantainya oke banget, trus airnya tenang ya … Lbh enak main air di tempat yang kek gini … 😀

    • Reply
      admin
      15 December 2015 at 4:59 pm

      Bener banget, Kak Kokoh Timothy. :”) Bikin galau banget sih sisi belakang Pulau Kelagian ini. Coba deh main ke sana 😀

  • Reply
    samiyosami
    15 December 2015 at 8:23 am

    he he baru baca nih, apa iya aku seperti itu…. hi hi.. Daiping dan mbakso sony nya masih jadi angan angan. masih ada next time. Naik krakatau sudah belum ?. aku gak bisa cerita diving, belum pernah sih . ebetulnya beberapa kali bersama antar diver di Pulau balak, Tanjung putus, Pulau sebesi dan Lagoon Cabe di Pulau Rakata. waktu itu pakai alat dari Universitas Lampung dan Dinas Kelautan Lampung Selatan. nah kalau di Pulau Sebesi cuma alat Kompresor untuk diving. sama di Bakauheni. Nelayan menyelam pakai kompresor untuk memasang bubu ikan. Teluk Kiluan lihat Lumba lumba sudah belum ?,

    • Reply
      admin
      15 December 2015 at 7:18 pm

      hihihi mari kita buktikan Pak apakah Bapak beneran kayak yang saya tulis. yang jelas, kami senang betul didampingi Pak Sami selama di Lampung. 🙂 saya belom pernah naik Krakatau, belum pernah ke P. Balak, Tanjung Putus, Pulau Sebesi, dan Lagoon Cabe. Kayaknya harus ke sana lagi, deh. Kira-kira butuh berapa lama Pak biar bisa eksplor semuanya? Belum pernah juga liat lumba-lumba di Kiluan. Huaaaa pingin semua..kalo diving pake kompresor saya nggak berani deh, Pak, serem :”) hehehe

  • Reply
    Tyas Permana
    15 December 2015 at 8:51 am

    waa baru tau kalau ada pulau Kelagian, taunya cuma Pahawang sama dulu pernah mampir di pulau Tangkil cuma kotor karena banyak pengunjung.
    Tempatnya adem banget gitu ya, Fin. Enak buat santai-santai.
    Btw Bakso Soni jg enak, Fin hihi katanya terkenal banget di sana.

    • Reply
      admin
      15 December 2015 at 7:20 pm

      hihihi yuk mampir ke Pulau Kelagian. enak banget sih di P.Kelagian, apalagi yg di belakang..tenang gitu
      nah, kan, makanya pingin banget balik Lampung buat nyobain bakso Soni!

  • Reply
    Dita
    16 December 2015 at 7:45 am

    yuuuuk ke Lampung lagi Sefiiiin!! Aku kangen Kelagian dan tentunya bakso Sony yang mantap ituuu

    • Reply
      admin
      17 December 2015 at 6:47 pm

      mauu mauuu banget. masih banyak yang harus dijelajahi di Lampung, euy! yuklah ajak yang lain ya sekalian ^^

  • Reply
    indri juwono
    22 December 2015 at 1:45 pm

    Kalau buat ngegalau kayaknya asyik nih. Weekend trip buat kabur-kaburan dari Jakarta aja, naik ferry dan bis ke sana. Ada penginapannya nggak ya, dedek sefin?

    • Reply
      admin
      22 December 2015 at 11:16 pm

      Hihihihi yoiii banget, Kak! Tempatnya asyik buat galau. :”) Kalo di Kelagian sih nggak ada penginapannya, Kak, tapi kalo di Pahawang ada~

    Leave a Reply