Java Other Journals Reviews Sponsored Posts Tech and Digital Travel

Pengalaman Mampir ke Sekolah Magang Indocement

Isu pendidikan selalu jadi salah satu isu yang paling menarik buat saya. Makanya waktu diajak mampir ke Sekolah Magang Indocement (SMI), saya semangat banget. Beberapa hari yang lalu, saya dan temen-temen blogger pun mampir ke SMI dan melihat langsung berbagai kegiatan di sana.ย 

SMI dan Gerakan Masyarakat Mandiri (Gemari) adalah dua program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Indocement yang letaknya masih berdekatan dengan kawasan Kompleks Pabrik Indocement di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Begitu tiba di kawasan Kompleks Pabrik Indocement setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit dari Sudirman, saya lumayan terkejut karena ternyata kawasan pabrik ini luas banget dan termasuk salah satu Obyek Vital Nasional yang dijaga oleh TNI dan Polri.




Sebelum kami diajak mampir ke SMI dan Gemari, pihak Indocement pun sempat menjelaskan tentang dua program CSR mereka tersebut. SMI sendiri merupakan sekolah magang dimana para siswanya bisa memilih di antara beberapa pelatihan atau kursus yang tersedia, mulai dari menjahit, las, mengemudi, otomotif, serta tukang bangunan. Durasi sekolah magang untuk tiap pelatihan ini juga cukup singkat, rata-rata durasinya 2 minggu, kecuali untuk pelatihan tukang bangunan yang hanya berlangsung selama 9 hari dan pelatihan mengemudi yang berlangsung selama 3 bulan. Setelah menempuh pelatihan tersebut, para siswa akan memperoleh sertifikat yang setara dengan sertifikasi Balai Latihan Kerja (BLK).

Buat saya SMI ini istimewa banget karena Indocement benar-benar memperhatikan isu pendidikan, terutama untuk masyarakat yang berada di kawasan Kompleks Pabrik, Citeureup. SMI ini dibuat dengan tujuan untuk mempersiapkan masyarakat dan anak muda yang putus sekolah supaya memperoleh pekerjaan yang layak di dunia kerja. Jadi, selesai sekolah dari SMI, mereka bisa langsung kerja. Dan sifat SMI sendiri gratis alis bebas biaya, bahkan para siswa juga diberi transport, makan, serta seragam.

Begitu selesai menjelaskan soal SMI, pihak Indocement kemudian langsung menjelaskan tentang Gemari yang berada di Kampung Pasir Tangkil, Kecamatan Klapanunggal, Bogor. Gemari sendiri sudah mulai ada sejak tahun 2009 yang dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter persegi yang hingga saat ini sudah punya banyak pelatihan, mulai dari perbaikan motor, keterampilan kerajinan tangan, hingga budi daya ikan hias. Dan tentunya, sesuai namanya (Gerakan Masyarakat Mandiri) CSR dimaksudkan untuk membantu masyarakat supaya dapat penghasilan tambahan serta menciptakan lapangan pekerjaan di komunitas mereka. Dengan bidang-bidang yang ada, Gemari sudah bisa memperoleh omzet rata-rata Rp 16.000.000,- per bulan. Angka yang fantastis banget, mengingat awalnya Gemari hanyalah program CSR Indocement yang ternyata cukup berhasil. ๐Ÿ™‚

Setelah mendengar penjelasan soal SMI dan Gemari, saya dan temen-temen blogger kemudian langsung diajak ke SMI dan Gemari. Di SMI, kami mendengar sharing langsung dari para alumni SMI yang telah berhasil memperoleh pekerjaan setelah lulus dari SMI. Salah satu alumni pelatihan tukang bangunan yang bernama Pak Abdul Azis sekarang telah bekerja sebagai tukang bangunan yang katanya hampir nggak pernah sepiย job.ย Menurut Beliau, SMI benar-benar membantunya memperoleh pekerjaan yang lebih baik serta rezeki yang halal.

Kami juga sempat melihat prosesi pemberian sertifikat untuk siswa pelatihan bulan September 2017, dimana salah satu siswa las bahkan sudah bekerja sekalipun belum mendapat sertifikatnya karena latar belakangnya sebagai siswa SMI yang sudah dipercaya. Nggak hanya mendengar cerita serta melihat prosesi pembagian sertifikat untuk para siswa yang baru lulus, kami juga melihat langsung praktik pelatihan tukang bangunan, dimana para siswa diajarkan untuk membuat pondasi yang kokoh sesuai dengan standar bangunan yang berlaku di Indonesia. Pelatihan-pelatihan di SMI benar-benar lengkap dan detil–salut!

Usai berkunjung ke SMI, kami kemudian berkunjung ke Gemari. Ini juga nggak kalah menarik buat saya. Karena kami melihat langsung kegiatan pembuatan kerajinan tangan berupa miniatur pesawat terbang serta lukisan yang terbuat dari barang-barang bekas yang sebelumnya nggak bernilai dan nggak terpakai sama sekali. Selain itu kami juga melihat pelatihan bengkel sepeda motor dan inkubator plasma bengkel sepeda motor. Masyarakat yang sedang berada di Gemari terlihat begitu antusias dan nampak sudah amat terlatih. ๐Ÿ™‚

Budi daya ikan hias tentunya jadi salah satu bagian favorit saya sebagai pecinta air dan hewan laut. Ada bermacam-macam ikan yang dibudidayakan di Gemari, salah satunya adalah ikan neon. Ikan-ikan yang dibudidayakan di Gemari ini juga laku keras, jadi setiap panen pasti habis terjual. Nggak heran deh omzet di Gemari bisa lumayan besar dan membantu banget bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya. ๐Ÿ˜€

Sebelum kunjungan kami ke SMI dan Gemari ditutup dengan makan siang bersama-sama, kami juga sempat nih diajak ke I-Shelter (Indocement Safety Health & Environment Training Center) yang merupakanย safety spaceย dimana terdapat prosedur dan alat kerja standar supaya para karyawan dan kontraktor Indocement bekerja dengan aman. Peralatan di I-Shelter ini lengkap banget, mulai dari masker untuk gas, pakaian anti panas, body harness dan scaffolding untuk pekerjaan konstruksi, hingga simulator untuk belajar mengemudikan truk.

Makan siang setelah mampir ke SMI, Gemari, dan I-Shelter buat saya lumayan berkesan karena saya bisa nyobain masakan jantung pisang khas daerah setempat yang ternyata lumayan enak! Awalnya saya kira kunjungan ke SMI ‘hanya’ soal isu pendidikan saja, tapi ternyata saya salah. Bisa dibilang ini jalan-jalan ke tempat yang lumayan dekat dan benar-benar membuka mata saya banget. ๐Ÿ™‚

Ternyata Indocement benar-benar memperhatikan masyarakat setempat, mulai dari isu pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat. Nggak hanya itu, bahkan untuk karyawannya sendiri, Indocement sangat memperhatikan soal keselamatan. Salut banget! Nggak heran deh Indocement bisa terus maju dan berkembang sebagai perusahaan karena benar-benar memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat sekitar, juga karyawannya.

Salut banget buat Indocement!

 



You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    Ani Berta
    10 November 2017 at 3:12 pm

    Ada yang berani ada yang malu2 ya para peserta didiknya saat diminta pendapat soal pengalaman2nya ๐Ÿ˜€
    Seru deh

    • Reply
      Sefin
      10 November 2017 at 4:16 pm

      Huahaha iyaaa! Lucuuu… yang malu-malu sampe mukanya merah itu, sih! ๐Ÿ˜€

    Leave a Reply