Java Lifestyle Other Journals Sponsored Posts Tech and Digital Travel

Ternyata Ada Ekowisata Mangrove di Indramayu

Hanya beberapa kali saya pergi ke tempat wisata mangrove. Detilnya pun saya nggak begitu ingat. Tapi yang jelas, perjalanan wisata mangrove saya kali ini sedikit berbeda dengan perjalanan-perjalanan yang sebelumnya. Setelah menjelajah sumber energi di Cirebon persama PT Pertamina (Persero), saya dan teman-teman sesama blogger kemudian diajak untuk mampir ke ekowisata mangrove yang berada di Indramayu, hanya sekitar 30 menit saja dari field PT Pertamina (Persero) EP asset 3 di Jatibarang. 

Ekowisata Mangrove yang kami kunjungi berada di Pantai Karangsong. Dan di pantai ini, PT Pertamina (Persero) telah menanam dan merehabilitasi mangrovenya sejak tahun 2010 melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) Pertamina Hijau. Program ini sendiri dibuat oleh unit pengolahan RU VI Balongan sebagai wujud kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Dari tepi Pantai Karangsong, kami harus naik kapal terlebih dahulu supaya bisa sampai di daerah ekowisata Hutan Mangrove yang kini telah memiliki lebih dari 50 ribu mangrove. Tanaman yang berkembang di sini pun ada berbagai jenis, mulai dari bibit mangove sendiri, cemara, ketapang, hingga widuri laut dengan total luas 50 hektar. Luas banget, kan?




Ada dua spot yang kami kunjungi di Hutan Mangrove. Yang pertama ada area pantai yang terbentang luas di bawah langit biru. Meski warna pasirnya nggak putih, berada di pantai selalu menyenangkan. Apalagi saat kami berkunjung, pantainya relatif sepi. Saya agak menyesal nggak memakai celana pendek dan sandal jepit, karena jadinya saya nggak bisa nyebur-nyebur sebentar, deh. Hehehe…

Meski nggak nyebur, foto-foto nggak boleh dilewatkan, dong. 😀 Foto oleh: Wira Nurmansyah

Spot kedua yang kami kunjungi di Hutan Mangrove adalah Track Ekowisata Mangrove. Setelah seharian makan melulu (hehehe…) akhirnya bisa deh cardio kecil-kecilan dengan berkeliling di track ini. Nggak seberapa jauh dari titik start track mangrove, ada jembatan hijau yang dimana kita bisa melihat pemandangan yang cukup hijau. Enak banget deh buat jalan sore-sore.

Dan sepanjang track, saya senang banget karena tracknya begitu menyenangkan dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Nggak enaknya sih cuma satu, banyak nyamuk! Tapi memang namanya juga hutan, nyamuk mah biasaaa mengganggu. Jadilah, sepanjang track saya garuk-garuk kaki sambil menikmati pemandangan. 😛

Foto oleh: Wira Nurmansyah.

Wajib foto dong! Uhuy! Foto oleh: Wira Nurmansyah.

Di ujung jalur tracking, kami kembali bertemu dengan pantai yang ternyata nyambung dengan pantai yang kami kunjungi sebelumnya. Bedanya, di sini ada menara pantau dimana para pengunjung juga petugas bisa melihat pemandangan dari atas. Bird’s eye view gitu, deh. 😀 Saya dan teman-teman semangat banget melihat pemandangan dari atas menara. 🙂

Foto oleh: Wira Nurmansyah.

Foto ala-ala yang hasilnya kece berat! Wira keren, ih. :3 – Foto oleh: Wira Nurmansyah.

Usai melihat-lihat dari menara pandang, kami pun kembali berjalan pulang yang ternyata mengarah ke tempat kami mulai tracking tadi! Pemetaan track-nya menurut saya sih oke banget. Jaraknya pas dan asyik banget buat liburan. 🙂 Belum lagi, fakta bahwa saat ini, kawasan Pantai Desa Karangsong dikenal sebagai Pusat Ekosistem Mangrove Karangsong dan menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Beberapa kegiatan yang bisa diikuti oleh masyarakat Indramayu adalah menanam mangrove, workshop mangrove, kelas kuliner, hingga panggung hiburan dan bazaar. Selain menanam mangrove, masyarakat luar Indramayu juga dapat merasakan pengalaman berkeliling kawasan wahana Ekowisata Mangrove ini. Bravo banget deh buat PT Pertamina (Persero). Nggak mudah lho membuat program CSR yang berdampak besar, apalagi untuk masyarakat. 🙂

Jalur tracking terakhir sebelum kami kembali ke titik awal tempat kapal menjemput! Foto oleh: Wira Nurmansyah.

Siap-siap dijemput kapal.

Wisata ke Pantai Karangsong buat saya sendiri begitu menyenangkan. Jujur saja, awalnya saya mengira ekowisata mangrove-nya akan begitu membosankan dan ‘gitu-gitu aja‘, tapi ternyata saya salah. Belum lagi, saat pulang kami disuguhi pemandangan senja yang begitu cantik.

Senja di Pantai Karangsong. Foto oleh: Wira Nurmansyah.

Sampai jumpa lagi, Pantai Karangsong! Terima kasih kepada PT Pertamina (Persero) yang telah mengajak saya untuk ikutan Blogger Touring. Sering-sering, ya! Hehehehe… 😛

Senja dan kawanan burung-burung yang menemaninya. Cantik sekali. 🌻 — Selain mampir ke Pertamina EP Asset 3, hari ini kami juga mampir ke Ekowisata Mangrove Karangsong yang merupakan salah satu Corporate Social Responsibility Project dari PT Pertamina, yaitu CSR Pertamina Hijau. 🍃 Hutan Mangrove ini sendiri sudah dirawat sejak tahun 2008 dan kini menjadi ekowisata yang dikelola oleh masyarakat lokal melalui kelompok Tani Lestari. Sebagai pengunjung, menurutku ekowisata ini udah bagus banget dan infrastrukturnya sudah cukup memadai. Opsi yang cucoook banget buat kamu yang kepingin jalan-jalan ke Indramayu! 😌👌 @pertamina #JelajahEnergiCirebon #thejournale #thejournalejourney #clozetteid

A post shared by Josefine Yaputri 🌻🇮🇩 | Blogger (@sefiiin) on



You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    Parahita Satiti
    22 August 2017 at 3:37 pm

    Wah ternyata ‘Dremayu’ (begini biasanya orang Indramayu melafalkan daerahnya) seru juga, ya…. Dulu sebelum ada tol Cipali hampir tiap tahun roadtrip lewat Indramayu, tapi ya ga pernah lihat yang seru-seru begini, Fin.

    • Reply
      Sefin
      11 September 2017 at 5:20 pm

      Wiiiih Dremayu, yaa. Seru banget main ke Dremayu, Tiii. Aku malah baru kali ini ke sana dan langsung suka. Yuk, ke Dremayu bareng!

    Leave a Reply