Lifestyle Sponsored Posts Tech and Digital

Menjelajah Sumber Energi di Cirebon! #JelajahEnergiCirebon

Saya bukanย morning person,ย tapi begitu diajak Pertamina untuk menjelajah Kota Cirebon naik kereta yang berangkat jam 7 pagi (padahal jarak dari rumah saya sampai ke Stasiun Gambir sama sekali nggak dekat), saya langsungย oke-in aja karena dua alasan. Pertama, karena saya belum pernah menjelajah Cirebon. Dan yang kedua karena saya penasaran banget dengan proses terbuatnya minyak dan gas PT Pertamina (Persero).ย 

Kira-kira pukul 6.30, saat saya bersama teman-teman blogger hendak naik kereta, suasana stasiun masih sepi. Sepertinya karena hari kerja, nggak terlalu banyak orang naik kereta antar kota, kecuali untuk urusan bisnis atau pekerjaan.

Perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon kami tempuh selama kurang lebih 3 jam. Nggak hanya tidur di dalam kereta saja, sesekali saya terbangun dan langsung melihat ke arah jendela. Pemandangan di sepanjang perjalanan menggunakan kereta api dari Jakarta ke Cirebon ternyata cantik juga.

Pemandangan dari jendela Argo Muria dalam perjalanan dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Cirebon. Bagus banget, ya? ๐Ÿ˜ @pertamina #JelajahEnergiCirebon

A post shared by Josefine Yaputri ๐ŸŒป๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ | Blogger (@sefiiin) on




Sesudahnya, kami diajak langsung menuju ke salah satu fieldย PT Pertamina (Persero) EP asset 3 yang merupakan anak perusahaan Pertamina di bidang Hulu yang melakukan ekplorasi dan produksi minyak dan gas di wilayah Jawa bagian Barat, tepatnya di daerah Jatibarang serta berkunjung langsung keย site-nya.

Sebagai seseorang yang benar-benar nggak ngerti soal dunia perminyakan dan gas, saya menjadi lebih mengerti tentang produksi minyak dan gas yang ternyata sangat panjang dan rumit. Sebelum dijelaskan lebih lanjut tentang bagaimana Pertamina mendapatkan minyak dan gas, kami pun diwajibkan untuk memakai overallย kerja,ย safety helmetย danย safety shoes.ย Saya yang mungil ini pun tampak ‘agak tenggelam’ dengan perlengkapan serba tebal. Mau nggak mau sih dipakai, semuanya demi keamanan. Sesuai dengan prinsip pertamina: “No Incident”.

Selain di Jatibarang, Pertamina EP Asset 3 sendiri juga memilikiย fieldย di daerah Subang dan Tambun. Dimanaย hasil produksi gas Pertamina EP Asset 3 mengaliri gas kepada 25 industri dari berbagai bidang seperti Baja, Semen, listrik, dan Pupuk di area Jawa Barat, dan untuk minyak dialirkan ke 3 kilang yaitu Balikpapan, Cilacap, dan Balongan.

Pertamina EP Asset 3 mempunyai total 53 struktur dari 3 lokasi dan memproduksi 10181 Barrel Oil Per Day serta 290.7 Million standard cubic feet per day (MMSCFD) (data per juli 2017). Kalo kamu penasaran 1 barrel itu berapa banyak, 1 barrel setara denganย 119,240471 liter. Kebayang dong berapa banyak minyak yang diproduksi oleh Pertamina EP Asset 3 setiap harinya? Buanyaaak banget!

Prinsip 5 jari: say no to incident!

Untuk proses pengambilan minyak dan gas sendiri diawali dengan pencarian sumber energi. Jika sumber minyak dan gasnya sudah ditemukan, kemudian dilakukan pengeboran untuk setelahnya diarahkan ke kilang-kilang minyak yang dimiliki Pertamina serta ke berbagai industri yang membutuhkan dengan hasil akhir berupa bahan bakar untuk kendaraan, oli, minyak tanah, gas, dan sebagainya. Menurut Pak Herman Rahmadi selaku Field Manager Pertamina EP Asset 3 Jatibarang, bahkan nggak hanya minyak dan gasnya saja yang dijual, sampah-sampahnya pun juga laku di berbagai industri lain, seperti industri plastik. Jadi prosesnya sendiri bisa dibilang cukup ramah lingkungan karena sampahnya pun bisa dimanfaatkan. ๐Ÿ™‚

Site Jatibarang di bawah langit biru.

Kak Danan Wahyu berfoto dengan engineer-engineer Pertamina. Nggak kalah keren, kan?

Mempunyai total 28 struktur, Pertamina EP Asset 3 Field Jatibarang memproduksi 6296 Barrel Oil Per Day minyak serta 46.44 Million standard cubic feet per day (MMSCFD). (data per juli 2017). Jadi, kurang lebih 60% hasil produksi Pertamina EP Asset 3 sendiri berasal dari Jatibarang. Super banyak! Dan saya pun merasa sangat beruntung karena bisa melihat langsung tempat asal minyak dan gas yang selama ini saya konsumsi. ๐Ÿ˜€

Setelah berkunjung ke field Jatibarang, saya jadi lebih paham tentang proses pengambilan minyak dan gas yang selama ini saya konsumsi. Meski udah lama nggak nyetir dan terbiasa jadi penumpang saja, bahan bakar dari kendaraan yang selama ini saya naiki (baik kendaraan pribadi maupun umum) ternyata dibuat dengan proses yang rumit dan panjang. Kini, saatnya saya dan kamu jadi konsumen yang bijak. Terima kasih Pertamina sudah mengajak saya dan teman-teman blogger untuk mampir ke field Jatibarang! ๐Ÿ™‚



You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    Dewi Rieka
    7 August 2017 at 10:27 am

    Langitnya biru banget ya Sefiin, sefin mborong voceer hihi kereeen

    • Reply
      Sefin
      11 September 2017 at 5:24 pm

      Iyaaaaah bagus banget langitnya, Mbak Dewi. Saking panas dan cerahnya kemaren sampe banjir keringat, kan. Hahahahahaha.. Alhamdulillah sih menang voucher.. Bisa buat isi bahan bakar mobil di rumah sampe 3 kali wkwkwk

    Leave a Reply