Health and Fitness Lifestyle Reviews

#NutriliteHiProtein : Belajar Tentang Pentingnya Asupan Protein untuk Tubuh

Sudah kurang lebih dua bulan belakangan, saya mulai getol memerhatikan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan. Saya sendiri, nggak mau kayak Papa yang sudah sakit stroke selama lebih dari 7 tahun. Saya ingin hidup lebih sehat dan bebas dari segala macam penyakit. Makanya, waktu ada ajakan untuk hadir di workshop kesehatan dari Amway, khususnya Nutrilite, saya langsung konfirmasi untuk hadir tanpa mikir dua kali. 

Workshop yang bertema Pentingnya Keseimbangan dan Kecukupan Asupan Protein untuk Kesehatan Optimal bersama Amway” tersebut diselenggarakan di Amway Flagship Store Kota Kasablanka Mall, Jakarta, pada 26 Mei 2016 yang lalu. Dari jam 10 pagi hingga jam makan siang, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS (Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia dan Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB) dan Shelly Taurhesia, PhD, (Head of TR/QA, Amway Indonesia dan Filipina) memberikan workshop yang begitu lengkap dan bermanfaat tentang pentingnya asupan protein. Dari rumah di Gading Serpong, Tangerang, saya pun bela-belain naik bus jam 8 pagi supaya bisa hadir tepat waktu.

Workshop-nya Dimulai, nih!

Workshop-nya Dimulai, nih!

Kurang lebih pukul 11 siang, workshop pun dimulai. Prof. Hardinsyah atau yang akrab disapa Prof. Har membuka workshop dengan melemparkan pertanyaan, sudahkah Anda sadar akan pentingnya protein bagi kesehatan Anda? Banyak yang ragu-ragu untuk menjawab, termasuk saya. Meski demikian, saya ingat betul bahwa sekali waktu, saya pernah diet karbohidrat dan hanya makan protein berupa telur dan daging-dagingan supaya bisa menurunkan berat badan. Sisanya? Saya belum terlalu yakin akan manfaat dan asupan protein yang tubuh saya butuhkan.

Dan ternyata, protein itu bukan hanya tentang telur dan daging-dagingan saja. Protein sendiri terdiri dari berbagai asam amino; ada yang esensial (yang nggak bisa diproduksi oleh tubuh) dan ada yang non-esensial (yang bisa diproduksi oleh tubuh). Untuk yang esensial, tentu saja asupannya harus tercukupi dengan makan-minum kita sehari-hari. Pertanyaannya: sudah cukupkah asupan protein kita sehari-hari? Apalagi, ternyata protein nggak bisa dicadangkan oleh tubuh sehingga kita perlu mengonsumsinya tiap hari. Hmm…




Salam hangat dari Prof. Hardinsyah! :D

Salam hangat dari Prof. Hardinsyah! 😀

Menurut survei, 37% penduduk Indonesia masih kekurangan asupan protein. Kebiasaan “belum kenyang kalau belum makan nasi” yang ada pada mindset orang Indonesia mungkin menjadi salah satu alasannya. Apakah kamu salah satu orang yang harus selalu makan nasi? 😀

Padahal, kenyang itu nggak hanya bisa didapat dari nasi lho. Salah satu jenis kacang-kacangan, yaitu kedelai, ternyata dapat menahan RASA KENYANG lebih lama karena lebih lambat diproses tubuh dibandingkan dengan protein yang terdapat pada beras, whey, dll. Coba deh buktiin, kalo kita makan malam yang kaya akan protein, paginya kita pasti lebih lambat lapar dibandingkan jika kita makan malam yang lebih banyak karbohidratnya. Saya sih sudah buktiin! ;D

Lalu, kenapa protein segitu pentingnya buat tubuh sih? Berikut ini adalah beberapa manfaat protein yang harus kamu ketahui:

  1. Pembentukan sel dan jaringan
  2. Pemeliharaan dan perbaikan jaringan
  3. Pembentukan otot, tulang dan rambut
  4. Pembentukan imunitas, hormone, enzim dan berbagai proses kimiawi yang diperlukan tubuh untuk kekebalan, pencernaan, metabolisme dll
  5. Sebagai simpanan energi, bila kekurangan karbohidrat dan lemak
  6. Yang memutuskan kita lambat lapar atau lama kenyang
  7. Mengendalikan lemak & kolesterol tubuh yang baik untuk kesehatan

Nggak nyangka kan, kalau protein itu banyak banget manfaatnya? Terakhir kali saya belajar soal protein sih waktu masih belajar pelajaran Biologi di SMA, jadi sekarang udah nggak inget lagi. Untungnya, Prof.Har udah ngingetin lagi akan manfaat protein bagi tubuh. 😀

Oh iya, buat kamu yang ingin menurunkan berat badan sekaligus mengencangkannya, kamu harus banyak konsumsi protein ya! Sering dengar kan, gimana orang-orang yang fitness di gym minum banyak susu protein? Itulah kenapa mereka lebih cepat langsing dan ototnya juga lebih mudah terbentuk. Dan kalau kamu belum tahu, otot itu berperan penting dalam pembakaran lemak di tubuh. 🙂

Prof.Har menjelaskan dengan detil pentingnya asupan protein bagi tubuh.

Prof.Har menjelaskan dengan detil pentingnya asupan protein bagi tubuh.

Nah, lalu apa sih risikonya kalau kita kekurangan protein? Untuk para anak dan remaja, ketidakseimbangan gizi yang dipicu oleh kekurangan protein ternyata bisa menyebabkan anemia, kekurangan gizi, tubuh yang pendek atau stunting, serta obesitas. Buat yang baru punya anak atau bahkan masih remaja, yuk dicukupi kebutuhan proteinnya supaya gizi dalam tubuh seimbang hingga nggak mengalami berbagai risiko tadi. Berhubung tubuh saya agak pendek, saya pun langsung merasa ‘disentil’ karena waktu remaja sering sok-sokan diet demi tubuh kurus. Jangan-jangan, tubuh saya pendek karena saya kekurangan gizi. Hiks!

Dan nggak hanya itu, ketidakseimbangan gizi ternyata bisa memicu berbagai penyakit tidak menular, seperti stroke, diabetes, dan penyakit jantung koroner, lho. Setelah tau fakta ini dan inget gimana Papa sudah terkena stroke lebih dari 7 tahun, saya pun ngerasa seneng banget bisa hadir di workshop ini karena saya bisa mulai mencegah tubuh saya terkena stroke di kemudian hari dengan mencukupi asupan gizi, terutama protein sehari-hari. :”D

Sambil dengerin presentasi dari Prof.Har, sarapan sehat penuh protein dulu, ah! :D

Sambil dengerin presentasi dari Prof.Har, sarapan sehat penuh protein dulu, ah! 😀

Nggak hanya ada risikonya, kekurangan protein ternyata ada banyak dampak buruknya, lho. Ini dia beberapa dampak buruk kekurangan protein:

  1. Peningkatan nafsu untuk mengonsumsi yang manis dan karbohidrat
  2. Gangguan fungsi otot sehingga tubuh terasa lemah
  3. Gangguan kerja otak sehingga sulit fokus atau konsentrasi
  4. Gangguan kesehatan rambut (rontok), kuku dan kulit (kusam)
  5. Berisiko gemuk dan gangguan keseimbangan kolesterol

Saya kan cukup sering nih sulit fokus atau konsentrasi, ternyata selama ini bukan karena saya mengantuk atau kekurangan air putih, tapi juga karena kurang protein! Duh! Buruan deh, penuhi asupan protein yang cukup supaya kita selalu sehat. Buat para perempuan yang aktif kayak saya (ceileh), supaya rambut tetap tebal, sehat, dan berkilau, plus punya kulit yang cerah, serta tubuh yang langsing, sebaiknya kita konsumsi protein yang cukup! 😉

Prof.Har menjelaskan anjuran kebutuhan pangan protein menurut Kementrian Kesehatan, nih.

Prof.Har menjelaskan anjuran kebutuhan pangan protein menurut Kementrian Kesehatan, nih.

Jadi, berapa banyak sih asupan protein yang kita butuhkan sehari-harinya?

Menurut Kementrian Kesehatan (Kemenkes) di tahun 2014, masyarakat Indonesia dianjurkan untuk mengonsumsi pangan protein berupa lauk-pauk sebanyak 2 hingga 4 porsi sehari atau kurang lebih 20% (seperlima) dari jumlah makanan yang dimakan setiap kali makan. Coba diingat-ingat, apakah asupan proteinmu sehari-hari sudah cukup?

Sebenarnya, masih ada banyak lagi sih materi dari Prof.Har tentang asupan protein yang ingin saya bagi di postingan ini. Sayangnya, kalau saya tulis semua, nanti postingan ini nggak selesai-selesai. Hehehe… :”D

Nyemil sehat oatmeal cookie dari Nutrilite. Enyak!

Nyemil sehat oatmeal cookie dari Nutrilite. Enyak!

Sepulang dari workshop, saya pun langsung mengisi perut dengan oatmeal cookie lezat dari Nutrilite yang dibagiin waktu workshop tadi. Malamnya, saya langsung nyobain Nutrilite Hi-Protein Powder rasa plain dengan shaker hijaunya yang lucu. Apalagi, warna hijau adalah salah satu warna favorit saya. 😀

Oh iya, sekadar informasi, Nutrilite Hi-Protein Powder adalah suplemen berbentuk bubuk dari Amway Indonesia yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan protein kita sehari-hari. Buat yang vegetarian, nggak perlu takut untuk mengonsumsi Nutrilite Hi-Protein Powder karena bahan dasarnya kedelai dan mengandung protein plus asam amino yang lengkap banget! Nutrilite Hi-Protein Powder sendiri hadir dalam empat varian, yaitu cokelat, plain, green, tea, dan mix berries. Dan untuk Nutrilite Hi-Protein Powder varian tertentu, ada yang dilengkapi dengan vitamin dan mineral juga. Jadi kita nggak akan kekurangan gizi! 😀

Mengonsumsi Nutrilite Hi-Protein Powder untuk mengganti makan sama sekali nggak sulit, apalagi kalau kita mau traveling. Untuk tiap kali konsumsi, cukup menambahkan 2 bungkus Nutrilite Hi-Protein Powder 10 gram ke 225ml minuman kita, seperti air putih, jus, susu, atau cairan lain. Bahkan, kita juga bisa menambahkannya ke makanan, lho. Saya sendiri sudah nyoba nambahin Nutrilite Hi-Protein Powder ke sup krim yang saya masak. Praktis banget! Bungkusnya yang mungil pun begitu gampang buat dibawa ke mana-mana, jadi tetap bisa dikonsumsi saat kita traveling! 😀

Saatnya nyicip #NutriliteHiProtein Powder!

Saatnya nyicip #NutriliteHiProtein Powder!

Bentuknya kecil-kecil jadi praktis banget buat dibawa saat traveling.

Bentuknya kecil-kecil jadi praktis banget buat dibawa saat traveling.

Saatnya nyoba #NutriliteHiProtein pake shaker-nya yang lucu.

Saatnya nyoba #NutriliteHiProtein pake shaker-nya yang lucu.

Ini tampilan dekat Nutrilite Shaker.

Ini tampilan dekat Nutrilite Shaker.

Kalo ini #NutriliteHiProtein Powder yang aku campur dengan susu coklat. Siap minum!

Kalo ini #NutriliteHiProtein Powder yang saya campur dengan susu coklat. Siap minum!

Sebelum nyoba Nutrilite Hi-Protein Powder, saya sendiri agak takut kalau minuman atau makanan yang saya konsumsi akan jadi berbau aneh dan rasanya berubah. Dan ternyata, ketakutan saya sama sekali nggak terbukti! Senengnya sih pake banget! 😛 Makan dan minum pakai Nutrilite Hi-Protein Powder ternyata sama sekali nggak mengubah bau dan rasa dari makanan dan/atau minuman yang kita konsumsi. Udah gitu, asupan protein saya sehari-hari bisa terpenuhi deh dengan Nutrilite Hi-Protein Powder. 🙂

Makasih banyak ya untuk Amway Indonesia dan Nutrilite yang udah ngundang saya untuk datang ke workshop Pentingnya Keseimbangan dan Kecukupan Asupan Protein untuk Kesehatan Optimal bersama Amway”. Saya senang banget karena bisa belajar banyak hal, terutama tentang pentingnya protein dari workshop tersebut. Kalau ada workshop kesehatan lagi, dengan senang hati saya mau ikutan! 😀



You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    Sally Fauzi
    22 June 2016 at 1:45 pm

    Selamat kakak…artikelnya menang. Oiya itu nutrilite powder bisa dimasukin ke soup juga ya…hihi lupa. Kemarin kemarin saya hanya mengkonsumsinya dengan jus dan susu coklat saja….

    Salam kenal kak

    • Reply
      Sefin
      22 June 2016 at 3:57 pm

      Hai, Kak! Salam kenal juga. 😀 Makasih banyaaak. Kakak kalau nggak salah juga menang, kan? Pakai sup enak juga, lho. Apalagi kalau sup krim jadi lebih kental. Hihi 😀 Makasih ya sudah mampir

    Leave a Reply