Nggak ada yang bisa mengalahkan perasaan bahagia saat salah satu keinginan atau mimpi kita menjadi kenyataan. Begitu juga dengan saya. Setelah menulis sebuah postingan yang berjudul “Menujuh Kalimantan” untuk lomba blog #Terios7Wonders pada bulan Agustus 2015 dengan perasaan yang campur aduk–apalagi karena saya benar-benar berharap bisa berangkat ke Kalimantan, akhirnya pada tanggal 31 Agustus 2015 kemarin saya diberitahu bahwa saya menjadi salah satu dari tiga pemenang yang akan keliling Kalimantan. WOO-HOO!!! Saya benar-benar nggak sabar untuk menjelajah Kalimantan!

Pemenang #Terios7Wonders 2015
Pemenang #Terios7Wonders 2015

Nggak hanya bisa menjelajah hampir seluruh penjuru Kalimantan, asyiknya lagi, saya pun akan berangkat dengan dua pemenang lain yang sudah saya kenal dengan cukup baik, yaitu Kak Vira dari Indohoy dan Kak Bobby dari Virus Traveling. Dan pada tanggal 12 September 2015 kemarin, akhirnya kami pun berangkat dengan jadwal penerbangan pukul 15.00 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Foto bersama tim #Terios7Wonders sebelum check in.

Dengan bawaan yang segambreng, yaitu satu koper ukuran medium yang sudah dimasukkan ke bagasi dan satu ransel imut yang sudah terisi penuh, saya dan teman-teman (lama dan baru) akhirnya menunggu di boarding room dengan semangat 45. Kapan lagi bisa menjelajah hampir seluruh penjuru Kalimantan? Gratis pula!

Meski demikian, ternyata perjalanan kami nggak berawal dengan mulus. Saat waktu menunjukkan pukul 14.40 dan kami nggak kunjung boarding, akhirnya kami pun mendapatkan berita buruk: penerbangan kami ditunda hingga satu jam ke depan. Dan setelah menunggu selama satu jam, kami mendapatkan berita yang lebih buruk lagi: penerbangan kami dibatalkan! Setengah terkejut karena kemungkinan batal terbang sudah pernah dibicarakan sebelumnya, yaitu karena kabut asap yang menyelimuti Kalimantan, akhirnya kami dipastikan akan berangkat pukul 19.30 WIB setelah di-brief oleh tim panitia #Terios7Wonders. Jadi, kami masih harus menunggu kurang lebih empat jam lagi setelah jadwal penerbangan yang seharusnya ditunda sejam. Walau merasa sedikit kecewa, saya pun tetap nggak bisa menghilangkan perasaan nggak sabar karena akan segera menjelajah Kalimantan.

Berfoto di boarding room sambil menunggu waktu terbang.
Berfoto di boarding room sambil menunggu waktu terbang.
Suasana di boarding room.
Suasana di boarding room sebelum delay.
Karena penerbangan dicancel, kami dapat briefing lagi untuk terbang ke Banjarmasin pada pukul 19.30.
Karena penerbangan dicancel, kami dapat briefing lagi untuk terbang ke Banjarmasin pada pukul 19.30.

Sambil menunggu jadwal terbang, akhirnya saya dan teman-teman pun pergi makan malam di luar. Berhubung Kak @cumilebaycom trauma makan nasi goreng sejak kecil dan nggak mau makan junk food, kami pun makan di salah satu rumah makan yang menyajikan menu Bakwan Malang. Lucunya, saat Kak @cumilebaycom baru mau makan, ternyata sumpit bambu yang ia dapat isinya tiga! Setelah makan malam, kami bergegas masuk ke boarding room dan menunggu jadwal terbang pukul 19.30 WIB yang kemudian ditunda 30 menit, sehingga kami akhirnya berangkat sekitar pukul 20.00 WIB setelah sebelumnya sempat berfoto dengan Mas @arieparikesit yang ternyata juga tengah berada di terminal yang sama dan hendak menuju Surabaya. Dan seperti yang bisa diduga, semua peserta #Terios7Wonders–termasuk saya, langsung tertidur pulas begitu kami sudah berada di dalam penerbangan menuju Banjarmasin.

Sambil menunggu waktu terbang jam 19.30, kami makan bakso. Kak @cumilebaycom dapat sumpit bambu yang isinya tiga!
Sambil menunggu waktu terbang jam 19.30, kami makan bakso. Kak @cumilebaycom dapat sumpit bambu yang isinya tiga!
Mas @harrismaul mengobrol dengan Mr. Fukuda dari PT. Astra Daihatsu Motor.
Mas @harrismaul mengobrol dengan Mr. Fukuda dari PT. Astra Daihatsu Motor.
Tanpa sengaja bertemu dengan Mas @arieparikesit.

Setelah terbang selama kurang lebih 2 jam, akhirnya kami tiba di Banjarmasin pada pukul 23.20 WITA! Horeee!!! Akan tetapi, perjalanan kami di hari pertama #Terios7Wonders masih cukup panjang. Dari Banjarmasin, kami masih harus naik mobil lagi selama kurang lebih 6 jam untuk bisa tiba ke Palangkaraya; kota start perjalanan #Terios7Wonders dalam tema “Borneo Wild Adventure”.

Akhirnya tiba juga di Banjarmasin.
Akhirnya tiba juga di Banjarmasin.
Booth Kalimantan Selatan yang sepi menyambut kami di bandara.
Booth Kalimantan Selatan yang sepi menyambut kami di bandara.

Nah, dalam beberapa posting berikutnya, saya akan menuliskan cerita perjalanan #Terios7Wonders versi saya. Selamat membaca posting-posting berikutnya, ya! Saya benar-benar girang akan segera menjelajah Kalimantan bersama tim #Terios7Wonders! ^^

Postingan ini merupakan catatan perjalanan #Terios7Wonders “Borneo Wild Adventure”. Totalnya ada 14 postingan yang bisa kamu baca. Berikut urutannya (dari awal hingga akhir perjalanan):

  1. Mimpi yang Menjadi Kenyataan: Menjelajah Kalimantan -> Kamu sedang membaca postingan ini.
  2. Road Trip untuk Menjelajah Kalimantan Resmi Dimulai!
  3. Trekking di Taman Nasional Sebangau Demi Melihat Orangutan
  4. Menggoyang Lidah dengan Lontong Orari yang Nikmat
  5. Melihat Bokong Bekantan yang Seksi di Pulau Kaget
  6. Kecantikan Anggrek Kalimantan di Tengah Petang
  7. Menerobos Kabut Asap Demi Melihat Kerbau Rawa yang Montok
  8. Udang Rasa Susu? Hanya di Rumah Makan Paliat!
  9. Mampir ke Sarangnya Buaya Kalimantan di Teritip
  10. Berbagi di Desa Loa Janan Timur
  11. Mengenal Suku Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang
  12. Berpelukan dengan Pohon Ulin Raksasa di Taman Nasional Kutai
  13. Mengakhiri Perjalanan Menjelajah Kalimantan di Kepulauan Derawan
  14. Mengenang Perjalanan Menjelajah Kalimantan (tulisan dan video)

20 comments

  1. Oooo ternyata perjuangan juga ya berangkatnya. Terus pas lihat update intagtamnya mbak sefiin juga lebih berapa lagi perjuangannya, apalagi pas ngelewatin hutan yang kebakar itu. Etapi asyik juga ya Kakaban yang ada ubur-uburnya. Ayo mbak buruan di update yang itu hehehe

  2. Selamat yah,
    Mimpi keliling Kalimantan terwujud.

    Oiya, di bandara Banjarmasin, kita bisa mendapatkan majalah Pariwisata Banjarmasin secara gratis loh, waktu itu saya dikasih oleh petugasnya.

    1. oh, ya? baru tau..
      yah..sayangnya waktu itu kami tiba di Banjarmasin jam 11 malam dan nggak banyak petugas yang berlalu-lalang..jadinya nggak dapat, deh.

  3. Gila perjuangan lu cuii, gua baru baca. ternyata rebek bener ya biar sampe ke palangkaraya-nya. itu pas sampe palangkaraya udah kabut total juga gak pin? seruuu amat siii!

    1. :””””””””””) hahahaha iya, in. makasiiih…karena kabut asap, makanya susah banget ke Palangkaraya-nya.. Pas di Palangkaraya juga kabut asapnya parah banget. Bahkan di dalem hotel masih kerasa. Seru banget sih bisa keliling Kalimantan. Kapan-kapan, yuk!

  4. apalah gunanya saya membaca postingan ini.. ia hanya menambah perasaan iri sahaja.
    saya bergelut gelisah dari dalam ruang sempit lantai tiga, sementara si gadis imut berkelana di hutan belantara.

    one day when my dream come true, i’ll show it off to you too!

    salut jo!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.