Bali and Nusa Tenggara Travel

Menonton Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu

Entah sudah berapa kali saya pergi ke Bali. Yang jelas, pergi ke Bali rasanya seperti pulang kampung. Selalu ada yang membuat saya ingin terus kembali dan membuat saya betah berlama-lama. Setelah menghabiskan tiga hari dua malam di Labuan Bajo, saya beserta rombongan Social Media Trip and Gathering pun berangkat ke Bali. 

Bisa dibilang, Bali adalah lokasi terakhir yang kami kunjungi dalam rangka Social Media Trip and Gathering. Di Bali, kami menghabiskan waktu selama kurang lebih empat hari tiga malam dengan menginap di kawasan Legian, Bali, yang begitu ramai. Meski sudah cukup sering pergi ke Bali, tetap saja ada banyak hal yang tetap bisa membuat takjub dan terkesan. Salah satunya adalah pertunjukan Tari Kecak yang saya tonton di Pura Luhur Uluwatu. Walaupun itu bukan pertunjukan Tari Kecak pertama yang saya tonton dalam hidup saya, tapi itu adalah kali pertama saya menonton pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu.

Berlokasi di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Pura Luhur Uluwatu kerap disebut-sebut sebagai salah satu pura tercantik yang ada di Bali. Nggak heran sama sekali, sih, apalagi pura ini berada di sebuah tebing tinggi yang menghadap ke laut. Sambil berkeliling pura dan menunggu pertunjukan Tari Kecak dimulai, kamu pun bisa mendengar suara desir ombak yang begitu menenangkan.

Memasuki kawasan Pura Luhur Uluwatu untuk menonton Tari Kecak. Cukup ramai, ya?

Memasuki kawasan Pura Luhur Uluwatu untuk menonton Tari Kecak. Cukup ramai, ya?

Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu sendiri diadakan setiap hari, kecuali pada Hari Raya Nyepi dan Pengerupukan. Dimulai pukul 6 sore WITA hingga pukul 7 malam WITA, jika kamu nggak ingin kehabisan tempat duduk, sebaiknya kamu datang lebih awal. Saya sendiri datang bersama-sama dengan rombongan Social Media Trip and Gathering pada pukul 5 sore supaya bisa dapat posisi duduk yang enak. 😀 Oh iya, berhubung di sekitar pura ada banyak monyet, sebaiknya kamu berhati-hati saat membawa barang atau memakai aksesoris karena kita nggak tahu kapan monyet iseng Uluwatu akan beraksi.




Jika kamu seorang pecinta senja seperti saya, menonton pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu pastilah amat berkesan. Bagaimana nggak, sambil menunggu pertunjukan dimulai, kamu bisa melihat matahari bergerak perlahan, bergerak turun dan tenggelam, bahkan hingga selama pertunjukan. Semburat jingganya begitu menghipnotis dan cantik. 🙂

Senja yang menemani kami sambil menunggu pertunjukan Tari Kecak dimulai.

Senja yang menemani kami sambil menunggu pertunjukan Tari Kecak dimulai.

Saya dan beberapa teman pun memilih untuk duduk tepat di bagian tengah atas yang menghadap ke laut. Kira-kira pukul 6 sore WITA, pertunjukan akhirnya dimulai. Saya begitu bersemangat dan entah berapa kali mendecak karena Tari Kecak di Uluwatu. Saya amat kagum dan terkesan.

Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu sendiri bercerita tentang Rama dan Sita yang dibagi menjadi empat adegan atau empat babak. Saya sendiri nggak tahu banyak soal Rama dan Sita, tapi saya ingat betul bagaimana saya pernah menonton pertunjukan Opera Rama dan Shinta di Dunia Fantasi (Dufan) saat saya masih kanak-kanak. Rama dan Shinta pun pernah menjadi salah satu pasangan favorit saya semasa kecil. Rama yang begitu gagah dan pemberani, serta Shinta (atau Sita) yang begitu cantik dan lemah lembut.

Tari Kecak akhirnya dimulai!

Tari Kecak akhirnya dimulai!

Selama pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu berlangsung, kedua mata saya bergantian menatap langit senja dan tarian. Matahari tenggelam perlahan, seiring dengan berlangsungnya pertunjukan. Bentuknya yang bulat dan warnanya yang menyala benar-benar cantik. Sementara itu, para penari memberikan penampilan terbaik mereka. Pemain favorit saya pada pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu adalah seorang anak kecil yang suaranya terdengar begitu nyaring dan bersemangat, tapi nggak keluar dari harmoni.

Matahari terbenam seiring dengan berjalannya pertunjukan Tari Kecak.

Matahari terbenam seiring dengan berjalannya pertunjukan Tari Kecak.

Para penari Tari Kecak yang penuh semangat. Penari favorit saya adalah anak kecil yang di sebelah kanan bawah.

Para penari Tari Kecak yang penuh semangat. Penari favorit saya adalah anak kecil yang di sebelah kanan bawah.

Siapa sangka, pemain Rama dalam pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu ternyata seorang perempuan. Meski nggak memiliki tubuh setegap seorang laki-laki, ia tampak begitu gagah memainkan perannya, berdampingan dengan penari cantik yang menjadi Sita. Rahwana terlihat begitu menyeramkan, sementara Hanoman begitu iseng dan lincah, amat menghibur para penonton, termasuk saya.

Tari Kecak. (1)

Tari Kecak. (1)

Tari Kecak (2)

Tari Kecak (2)

Selain penampilan para penarinya, salah satu bagian terbaik dari pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu adalah bagian bakar-membakar yang ada pada adegan terakhir atau adegan IV. Malah bisa dibilang, bagian Hanoman dibakar merupakan bagian yang paling seru karena bara api yang menyala membuat suasana pertunjukan menjadi lebih menegangkan. Pokoknya seru banget, deh! 😀

Bagian paling seru di pertunjukan Tari Kecak Pura Luhur Uluwatu.

Bagian paling seru pada pertunjukan Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu.

Jika kamu belum pernah menonton pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu, saya menyarankan kamu untuk menontonnya minimal sekali dalam hidupmu. Dijamin, nggak akan menyesal, apalagi bila kamu senang menonton pertunjukan seni dan budaya. 🙂 Pada akhirnya, menonton pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu membuat saya menjadi semakin yakin bahwa keragaman alam dan budaya merupakan salah satu Pesona Indonesia yang begitu luar biasa. Nggak hanya bisa melihat cantiknya matahari terbenam, saat menonton pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu, kamu juga bisa melihat seni budaya Bali yang sesungguhnya. 😀

Postingan ini merupakan catatan perjalanan Social Media Trip and Gathering bersama Kemenpar yang berlangsung pada 8-23 November 2015. Ada 7 postingan yang bisa kamu baca:

  1. Tentang Kelagian dan Pak Sami
  2. Pertama Datang ke Semarang dan Menghitung Lawang
  3. Kue Lapis, Meteor, dan Matahari Terbit di Bukit Kingkong
  4. Belajar Menenun di Desa Sukarara Lombok
  5. Berjumpa dengan Komodo di Pulaunya
  6. Menemukan Rumah Baru di Kampung Cecer
  7. Menonton Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu -> Kamu sedang membaca postingan ini.



You Might Also Like

19 Comments

  • Reply
    winnymarch
    14 December 2015 at 10:14 pm

    salah satu temapat yang aku suka di bali ini sepin

    • Reply
      admin
      15 December 2015 at 4:58 pm

      oh yaaa? alasannya apa, Win? kalo aku sih masih kecantol banget sama Ubud. :”)

  • Reply
    Yudi Randa
    16 December 2015 at 1:14 am

    bali bali bali… pulau yang satu ini bener2 bkin penasaran. tunggu ya, tak kumpulin duit yang banyak dulu buat byong anak2 ke pulau ini hehe

    • Reply
      admin
      17 December 2015 at 6:43 pm

      huaaaaaa iya…yuklah semoga cepat terkumpul uangnya biar bisa ke Bali sekeluarga. 🙂

  • Reply
    Dita
    16 December 2015 at 7:34 am

    akhir-akhir ini ke Bali cuma santai-santai di pantai aja, gak pernah lagi nonton tari kecak. Jadi kangen 🙂

    • Reply
      admin
      17 December 2015 at 6:46 pm

      hihihi di Bali sih asyik banget mau ngapain aja..yuklah Dit ke Bali! *banyak banget wacananya*

  • Reply
    whiz
    17 December 2015 at 8:42 pm

    Punya saudara di belakang Pasar Seni , punya teman sekolah dulu di Kuta, punya klien di Badung…duh tapi aku belum sempat ketemu mereka. Bali memang surganya penikmat budaya

    • Reply
      admin
      18 December 2015 at 11:52 pm

      Memang aslinya tinggal di mana, Mas? Bali memang sangat menyenangkan, sih. Ayo dikunjungi teman, klien, serta saudaranya. 😀

  • Reply
    Jarwadi MJ
    17 December 2015 at 9:36 pm

    aku rasanya pernah nonton tarian ini, sekali dan sudah cukup lama

    jadi pengen ke bali lagi menikmati 🙂

    • Reply
      admin
      18 December 2015 at 11:53 pm

      Tari Kecak sih ada di mana-mana, Mas. Ayo ke Bali lagi nonton Tari Kecak di Uluwatu. 🙂

  • Reply
    Kika
    19 December 2015 at 10:23 pm

    Saya ada kantor di Bali, tapi belum pernah jalan-jalan menikmati tarian khas mereka secara langsung :(. Mesti cari nih..

    • Reply
      admin
      20 December 2015 at 5:29 pm

      Whoaaa sayang banget. Mampir ke Bali, Kak, terus nonton tari-tarian di sana. 😀

  • Reply
    eeli
    20 December 2015 at 8:00 am

    OH,GOOD BLOG.

  • Reply
    D Sukmana Adi
    21 December 2015 at 7:05 pm

    terakhir nonton ini ketika dulu masih smp 🙂 udah lamaaaaa bgt, 20 th
    btw senja mau BW ketempatku..ah di PHP in doang wkwkw

    • Reply
      admin
      22 December 2015 at 11:19 pm

      waduh lama bangeeeeet…huaaa iya nih Mas saya belum sempat BW lagi..lagi puyeng banyak kerjaan..secepetnya meluncur, ya. Maapiiiin

  • Reply
    Sazka
    15 January 2016 at 8:56 pm

    Aku mau nonton ini! Pengen ke Bali lagi demi nonton ini! xD

    • Reply
      Sefin
      15 January 2016 at 10:45 pm

      HARUS! Harus banget nonton Kecak di Uluwatu! 😀

  • Reply
    pulau pantara
    23 October 2017 at 3:41 pm

    aku jadi pengen ke bali lagi…

  • Leave a Reply