Seperti nama blog ini, Senja Moktika, saya selalu menemukan “Senja” sebagai sesuatu yang spesial. Senja yang memang lebih sering muncul dalam semburat jingga, selalu berhasil menenangkan mata dan hati. Barisan warna-warni senja bahkan lebih mencolok mata daripada tumpukan gulungan kain yang saya temui di toko-toko Passer Baroe.

Dalam tulisan yang berjudul “Senja di Kota Torang” di MIDJournal, saya menuangkan sebuah cerita mengenai beberapa senja yang saya jumpai padaΒ awal hari-hari saya di kota Sorong, ibukota provinsi Papua Barat. Setiap senja yang hadir tidak pernah memberikan warna yang sama. Setiap senja yang hadir tidak pernah menimbulkan perasaan yang sama. Terlalu menyenangkan untuk diabaikan. Itulah senja.

Selamat membaca!

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.