Culinary Kalimantan Reviews Travel

Menggoyang Lidah dengan Lontong Orari yang Nikmat

Setelah berlelah-lelah tapi seru karena trekking di Taman Nasional Sebangau, Keruing, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Banjarmasin untuk beristirahat. Dengan perut kembung dan kepala yang sedikit pusing karena pilek, pada pukul 11 malam, saya bersama rombongan #Terios7Wonders akhirnya menepi di Rumah Makan Lontong Orari yang masih menjadi bagian dari Wonder 1. Dan yang ada di pikiran saya waktu itu adalah “Yes! Wisata kuliner!”

Tampilan luar Rumah Makan Lontong Orari di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tampilan luar Rumah Makan Lontong Orari di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. – Foto: Wira Nurmansyah.



Makan berat di tengah malam tentu membuat saya sedikit khawatir. Jujur saja, saya takut perut saya akan menjadi semakin besar. Hehe… Akan tetapi, karena pada waktu itu saya belum makan malam sama sekali dan saya harus menyembuhkan perut yang kembung karena masuk angin, saya pun akhirnya turut memesan Lontong Orari yang menjadi kuliner khas Banjarmasin. Dan ternyata, nggak hanya saya saja yang kali itu merasa lapar. Teman-teman satu rombongan pun juga merasa lapar hingga akhirnya nggak terlalu banyak bersuara saat menikmati Lontong Orari dan lebih memilih untuk makan sambil fokus ke gawainya masing-masing.

Rombongan kelaparan #Terios7Wonders di Rumah Makan Lontong Orari.

Rombongan kelaparan #Terios7Wonders di Rumah Makan Lontong Orari.

Logo Rumah Makan Lontong Orari.

Logo Rumah Makan Lontong Orari.

Penyajian Lontong Orari sendiri pun menurut saya cukup unik. Sebagai seseorang yang merasa wajib melakukan wisata kuliner ke manapun saya pergi, secara tampilan, Lontong Orari selalu berhasil membuat saya menelan ludah karena begitu menggoda. Untuk lontongnya sendiri, setiap porsi Lontong Orari memiliki kuah santan yang sedikit pedas dengan dua buah lontong berbentuk segitiga sama kaki yang cukup panjang. Selain lontong, ada juga sebuah telur rebus bulat yang menemani. Kamu pun bisa memilih antara ikan haruan atau ayam untuk disajikan dalam seporsi Lontong Orari yang kamu pesan, dimana di atasnya akan ditaburi banyak bawang goreng. Karena waktu itu saya nggak tahu, saya pun akhirnya dapat Lontong Orari dengan ikan haruan yang lezat. Baik ikan haruan maupun ayam, sebenarnya sih, saya doyan dua-duanya. Hehehe… Dan jika kamu termasuk orang yang nggak biasa makan banyak, sebaiknya kamu mengoper salah satu lontong ke teman seperjalanan seperti yang saya lakukan pada waktu itu.

Dari skala nilai 1-10, saya memberi nilai 10 untuk Lontong Orari. Dengan kuah santan yang begitu gurih dan sedikit pedas, menurut saya, rasa Lontong Orari sedikit mirip dengan ketupat sayur. Bedanya adalah dari daging yang disajikan bersama lontong serta bentuk lontongnya. Yang jelas, Lontong Orari yang nikmat telah berhasil menggoyang lidah saya!

Tampilan lezat Lontong Orari yang selalu berhasil membuat saya menelan ludah setiap kali melihat fotonya.

Tampilan lezat Lontong Orari yang selalu berhasil membuat saya menelan ludah setiap kali melihat fotonya.

Jadi, jika kamu bertandang ke Kota Banjarmasin, jangan lupa mencicipi Lontong Orari, ya! Dijamin, kamu bakalan ketagihan!

Postingan ini merupakan catatan perjalanan #Terios7Wonders “Borneo Wild Adventure”. Totalnya ada 14 postingan yang bisa kamu baca. Berikut urutannya (dari awal hingga akhir perjalanan):

  1. Mimpi yang Menjadi Kenyataan: Menjelajah Kalimantan
  2. Road Trip untuk Menjelajah Kalimantan Resmi Dimulai!
  3. Trekking di Taman Nasional Sebangau Demi Melihat Orangutan
  4. Menggoyang Lidah dengan Lontong Orari yang Nikmat -> Kamu sedang membaca postingan ini.
  5. Melihat Bokong Bekantan yang Seksi di Pulau Kaget
  6. Kecantikan Anggrek Kalimantan di Tengah Petang
  7. Menerobos Kabut Asap Demi Melihat Kerbau Rawa yang Montok
  8. Udang Rasa Susu? Hanya di Rumah Makan Paliat!
  9. Mampir ke Sarangnya Buaya Kalimantan di Teritip
  10. Berbagi di Desa Loa Janan Timur
  11. Mengenal Suku Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang
  12. Berpelukan dengan Pohon Ulin Raksasa di Taman Nasional Kutai
  13. Mengakhiri Perjalanan Menjelajah Kalimantan di Kepulauan Derawan
  14. Mengenang Perjalanan Menjelajah Kalimantan (tulisan dan video)



You Might Also Like

4 Comments

  • Reply
    Wahyu Adityo Prodjo
    9 October 2015 at 3:02 pm

    jalan-jalan terus nih Sefiin. Asiik..

    • Reply
      Sefin
      9 October 2015 at 4:22 pm

      hihi alhamdulillah, sih 😀 kapan yuk jalan bareng gitu~ sama citra juga ^^

  • Reply
    Wahyu Adityo Prodjo
    9 October 2015 at 4:24 pm

    itu di ujung si Stanley lg ngetik berita yak? haha. Citra lagi kerja jauuh Fin.. haha

    • Reply
      Sefin
      12 October 2015 at 12:07 am

      Hahahahaha iyaaa! Oh iya lo kenal Stanley juga. Yaudah kita jalan bertiga deh sama Stanley jugaaa

    Leave a Reply