Kalimantan Sponsored Posts Travel

Mari Selamatkan Bekantan Bersama #BekantanTwins Project

Selain di Dufan (dalam bentuk maskot atau badut), saya memang sudah pernah melihat bekantan secara langsung sebanyak satu kali. Tahun lalu, saya berkesempatan untuk melihat bokong seksi bekantan di Pulau Kaget yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Selatan. Melihat bekantan secara langsung sendiri juga bukan hal yang mudah, apalagi karena primata berbulu kuning keemasan ini begitu cepat dalam berlari sehingga mudah “menghilang” dari pandangan.

Kamis lalu, 16 Juni 2016, saya berkesempatan untuk mengenal bekantan lebih jauh lewat #BekantanTwins Project. Dari namanya, mungkin kamu bertanya-tanya, “Apakah bekantan memang biasa terlahir kembar?” Jawabannya adalah tidak. Tapi yang jelas, ada si kembar Gabriella Thohir dan Giovanna Thohir menjadi “penyelamat” bekantan di Kalimantan. Berawal dari tiga tahun yang lalu, si kembar Gabby dan Ghea Thohir yang saat itu masih berusia 15 tahun, memutuskan untuk memulai misi “penyelamatan” bekantan Kalimantan dengan menginisiasi “The Bekantan Twins Project”.

Kembar cantik Gabby dan Ghea Thohir; inisiator The Bekantan Twins Project.

Kembar cantik Gabby dan Ghea Thohir; inisiator The Bekantan Twins Project.

Bersama Gabby dan Ghea, saya dan teman-teman yang hadir di event “Time to Move, Time to Act” yang diselenggarakan di @america, Pacific Place, Jakarta, pun diajak mengenal bekantan lebih jauh. Lagipula, nggak hanya pada pasangan saja kan, kita harus lebih kenal? #eh 😛

Oh iya, sebelum ngomongin bekantan lebih jauh, nonton video tentang “The Bekantan Twins Project” di bawah ini, yuk:




Gimana pendapatmu soal video tadi? Bekantan tuh emang primata yang keren banget, ya? :”D Udah lincah, jago berenang lagi! Sayangnya, jumlah bekantan di Pulau Kalimantan selama dua dekade terakhir sudah turun drastis, nih. Di tahun 1987, jumlah bekantan mencapai 260.000, tapi di tahun 2008 jumlah bekantan tinggal 25.000 saja. Dan sedihnya lagi, menurunnya populasi bekantan ternyata kebanyakan disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti penebangan hutan dan perkebunan kelapa sawit. Karena jumlahnya yang terus menurun drastis tersebut, bekantan pun akhirnya masuk ke dalam daftar hewan yang terancam punah oleh IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources). Sedih, kan? 🙁

Kenapa kita harus menyelamatkan bekantan? Populasinya menurun drastis! :(

Kenapa kita harus menyelamatkan bekantan? Populasinya menurun drastis! 🙁

Meski disebut-sebut terancam punah, kini sudah ada secercah harapan yang dibawa oleh Gabby dan Ghea, terutama dengan adanya “The Bekantan Twins Project” ini. Berawal dari “keisengan” mereka untuk “mengamati” bekantan. Pada tahun 2013 yang lalu, Gabby dan Ghea pun berangkat ke Pulau Bakut, Kalimantan Selatan, untuk membuat proyek sekolah mengenai konservasi Bekantan saat mereka masih duduk di bangku SMA. Difasilitasi oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) dan PT. Adaro Indonesia yang telah memiliki project konservasi Bekantan di wilayah pertambangannya di Kalimantan Selatan, si kembar cantik ini kemudian menjadi semakin tertarik pada primata berhidung besar tersebut. Dan sebagai anak muda, mereka juga turun menargetkan anak-anak seumuran mereka, yaitu para anak muda untuk turut melakukan perubahan supaya bisa bersama-sama menyelamatkan bekantan! 😀 Untuk bisa menyelamatkan bekantan, kamu pun bisa melakukannya dari langkah-langkah yang simpel, seperti menyebarkan informasi tentang pelestarian bekantan lewat media sosial serta dari mulut ke mulut! 🙂 Sangat mudah, bukan?

Anak-anak muda, yuk gabung bersama "The Bekantan Twins Project"!

Anak-anak muda, yuk gabung bersama “The Bekantan Twins Project”!

Nah, nggak hanya berhenti dengan memulai “The Bekantan Twins Project” ini saja, Gabby dan Ghea pun telah membuat tiga strategi inovatif yang berkelanjutan untuk pengembangan project tersebut, yaitu dengan:

  1. Menciptakan kesadaran untuk meningkatan perhatian publik terhadap pelestarian Bekantan, mereka telah melaksanakan ‘Activation Day’ di Kota Kasablanka pada 15 Juni 2014 dan berhasil menarik perhatian publik serta mengumpulkan dana sebesar Rp 100.000.000 atau setara USD 8.020.
  2. Bekerja sama dengan lembaga atau instansi terkait seperti Sahabat Bekantan Indonesia dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk merealisasikan aksi nyata dalam penyelamatan Bekantan dengan menanam 500 pohon  di Pulau Bakut sebagai tempat  tinggal Bekantan.
  3. Melakukan kolaborasi pengembangan, yaitu dengan mendorong lembaga atau instansi terkait untuk mengambil bagian dan berkontribusi langsung dalam pembuatan konservasi Bekantan di Pulau Bakut.

Saya sendiri sih sebenarnya nggak bisa ngebayangin gimana Gabby dan Ghea membagi waktu mereka sebagai mahasiswi University of California (UCLA) dan University of Southern California (USC) sekaligus inisiator “The Bekantan Twins Project”. Apa yang mereka lakukan benar-benar menginspirasi, terutama bagi para anak muda seumuran mereka. Di usia mereka yang baru 18 tahun, nggak heran deh bila mereka sudah memperoleh beberapa penghargaan karena “The Bekantan Twins Project”. 😀

Penghargaan yang didapatkan oleh Gabby dan Ghea karena keseriusan mereka dalam menjalankan "The Bekantan Twins Project".

Penghargaan yang didapatkan oleh Gabby dan Ghea karena keseriusan mereka dalam menjalankan “The Bekantan Twins Project”.

Dan nggak hanya Gabby dan Ghea saja lho, yang bisa turut “mengubah” nasib bekantan-bekantan lucu yang ada di Kalimantan. Kamu juga bisa!

Apalagi, kini Gabby dan Ghea tengah menggalang dana untuk konservasi Pulau Bakut, Kalimantan Selatan. Kabar baiknya: kamu bisa turut menjadi campaigner lewat tautan ini:

https://kitabisa.com/partners/bekantantwinsproject

dan kamu pun berkesempatan untuk berangkat ke Pulau Bakut, Kalimantan Selatan dengan mengumpulkan donasi sebanyak-banyaknya untuk konservasi Pulau Bakut dari “The Bekantan Twins Project”! Menarik banget, bukan? 😀 Udah bisa membuat perubahan, kamu juga bisa jalan-jalan gratis untuk melihat bekantan yang lucu! 🙂

Saya sendiri sih, sudah daftar jadi campaigner. Kamu jangan lupa daftar juga, ya! 😉

Untuk informasi lebih lanjut, silakan mampir ke:

Web: http://www.thebekantantwins.com

Facebook: https://www.facebook.com/bekantantwins/

Twitter: https://twitter.com/bekantantwins

Google Plus: https://plus.google.com/117835506066202898290/posts

"Time to Move, Time to Act!" Yuk gabung bareng "The Bekantan Twins Project". :D

“Time to Move, Time to Act!” Yuk gabung bareng “The Bekantan Twins Project”. 😀



You Might Also Like

8 Comments

  • Reply
    Rifqy Faiza Rahman
    22 June 2016 at 9:49 pm

    Waaah, semoga lancar ya kegiatannya, seneng banget kegiatan yang kayak gini 🙂

    • Reply
      Sefin
      30 June 2016 at 12:31 pm

      Amiiiin. Ayo, Kak, kamu daftar jadi campaigner juga! 😀

  • Reply
    Muhammad Akbar
    22 June 2016 at 10:01 pm

    Semoga Bekantan ini masih bisa diliat anak cucu kita di Alam bebas, tidak sekedar di kebun binatang.
    Dulu juga sempat ikut mau liat Bekantan di Taman Nasional Kutai, namun tidak ketemu2.

    • Reply
      Sefin
      30 June 2016 at 12:33 pm

      Amiiiiin. Whoa sekarang emang udah agak langka Kak, bekantannya. Semoga bisa dilestarikan ya, bekantannya. Yuk, jadi campaigner juga!

  • Reply
    Adis takdos
    3 August 2016 at 3:21 pm

    Thanks Twins, Menginspirasi banget!!

    Adis takdos
    travel comedy blogger
    http://www.whateverbackpacker.com

    • Reply
      Sefin
      5 August 2016 at 4:55 pm

      Hai Kak Adis, salam kenal! Si kembar ini, udah cantik, keren banget kan? Hihi.. Thanks ya udah mampir ^^

  • Reply
    Babanv Travengler
    3 December 2016 at 8:16 am

    si kembar yang menginspirasi, salut banget

    • Reply
      Sefin
      10 December 2016 at 1:16 pm

      banget! aku juga salut sama mereka.

    Leave a Reply