Beauty Health and Fitness Lifestyle

Hasil Akupuntur Pelangsingan [REVIEW]

Setelah saya cerita gimana rasanya akupuntur pelangsingan dan Mesobody di Klinik Hang Lekiu (KHL) di postingan blog sebelumnya, di postingan ini saya akan bercerita tentang hasil akupuntur pelangsingan di KHL. Sudah banyak banget yang penasaran dengan hasilnya, makanya saya excited banget buat cerita. 😀

Saya dan dr. Asti berfoto setelah treatment kedua.

Sebelum saya ngomongin perbandingan angka, saya bakalan ngasih lihat lebih banyak tentang prosedur sebelum treatment akupuntur dan Mesobody. Jadi, tentunya saya akan ditimbang terlebih dahulu dan KHL punya timbangan khusus yang hasilnya bener-bener detil. Di dekat timbangan tersebut ada tabel Klasifikasi BMI (Body Mass Index) dan Lingkar Perut serta tabel Risiko Terjadinya Sindrom Metabolik (Diabetes, Hipertensi, Stroke, Batu Empedu) yang bisa menjadi acuan hasil timbangan berat badan pasien serta tekanan darah pasien untuk melihat apakah BMI-nya kurang atau lebih dan apakah pasien memiliki risiko terjadinya sindrom metabolik.




Perawat di KHL yang membantu saya mengukur lingkar-lingkar bagian tubuh serta mengukur tekanan darah saya.

Karena dua tabel tersebut menjadi acuan, bukan hanya berat badan pasien saja yang diukur serta lingkar-lingkar tubuhnya, tapi tekanan darahnya juga dicek terlebih dahulu sebelum treatment dilakukan.

Pengukuran lingkar lengan saya.

Pengukuran lingkar paha kanan saya.

Mengukur tekanan darah sebelum treatment.

Tiga kali treatment akupuntur dan Mesobody, tekanan darah saya normal jadi masih masuk dalam kategori aman untuk treatment. Untuk treatment akupuntur, dr. Asti memang punya ruangan sendiri dimana pasien biasanya diberi treatment di sana.

Ruangan akupuntur di KHL.

Saat treatment kedua, saya sempat mencoba akupuntur estetika atau akupuntur di wajah dari dr. Asti yang bermanfaat untuk memberi bioenergi dan mengencangkan otot wajah sehingga dapat mempertegas bentuk wajah. Jujur saja, meski saya sudah pernah mencoba akupuntur di tubuh saat kedatangan pertama, saya tetap aja deg-degan mencoba akupuntur di bagian wajah yang ternyata sama sekali nggak sakit! Justru bikin wajah terasa jadi lebih rileks. Dan kalo akupuntur pelangsingan biasanya jarum-jarumnya dijepit dengan kabel supaya bisa ‘digetarkan’, akupuntur di bagian wajah sama sekali nggak dijepit dengan kabel untuk digetarkan. 🙂

Setelah wajah saya di-akupuntur barengan dengan akupuntur pelangsingan, wajah saya kemudian dimasker. Saya sebenernya agak lupa masker apa tapi wanginya enak banget dan maskernya juga lembut banget, aromanya kayak susu gitu. Abis dimasker, wajah saya jadi terasa enteng banget dan segar. Kamu mesti coba banget deh akupuntur estetika ini! 😉

Masker setelah akupuntur estetika di wajah.

Dan sekarang saatnya saya ngomongin hasil! 😀

Mulai dari berat badan secara umum dulu, ya. Kalo kamu lihat di atas kamu bisa lihat penurunan berat badan saya.

Kedatangan pertama: 56,4 kg

Kedatangan kedua: 55,3 kg

Kedatangan ketiga: 54,0 kg

Jadi setelah treatment akupuntur dan Mesobody pertama, berat badan saya turun 1,1 kg. Dan setelah treatment kedua, berat badan saya turun 2,4 kg. Menurut saya sih ini sudah lumayan banget. Apalagi buat saya dietnya lumayan ‘enak’ dan nggak menyiksa. 🙂

Dan untuk hasil timbangan digital, berat badan saya turun 2,6 kg setelah 2 kali treatment akupuntur pelangsingan dan Mesobody dan massa lemak saya turun 2,6 %.

Lalu untuk lingkar-lingkarnya, kamu bisa lihat di atas perbandingannya, tapi dari treatment pertama hingga saat lingkar-lingkar saya diukur sebelum treatment terakhir, ini hasilnya:

Lingkar perut susut 6 cm

Lingkar paha kanan susut 4 cm

Lingkar paha kiri susut 3 cm

Lingkar lengan kanan susut 3 cm

Lingkar lengan kiri susut 2 cm

Hasilnya bener-bener fantastis buat saya. Di rumah saya paling cuma sempet nimbang berat badan tanpa ngukur lingkar-lingkar, tapi memang lumayan berasa sih celana yang ngepas jadi agak longgar, perut juga jadi terasa nggak terlalu sesak. Dan saya setuju kalo dr. Asti bilang akupuntur pelangsingan ini mungkin nggak bikin berat badan turun banyak banget, tapi rata-rata pasien akupuntur pelangsingan KHL kontur tubuh jadinya lebih baik. Kayak saya nih, lingkar paha dan lengan biasanya kanan-kiri berbeda, tapi setelah akupuntur pelangsingan di KHL lingkarnya jadi sama. 🙂

Buat saya sendiri akupuntur pelangsingan dan Mesobody lumayan membantu banget. Pasien disarankan untuk balik lagi treatment seminggu setelah treatment–jadi efektifnya treatment seminggu sekali, tapi dalam kasus saya, jarak antar treatment jadi 2 minggu sekali karena jadwal yang nggak memungkinkan. Yang terpenting dari akupuntur pelangsingan dan Mesobody ini sih menurut saya adalah kontrol makan alias dietnya. Mesti nurut deh sama pantangan dari dr. Asti karena kalo nggak pasti percuma. Saya sendiri lumayan nurut meski kadang kalo lagi pergi ke luar dan laper banget pasti ada nyomot-nyomot makanan yang ada aja. Hehehe… 😛

Overall, buat saya akupuntur pelangsingan dan Mesobody di KHL cukup recommended. Tapi kalo kamu nggak tahan sakit atau takut jarum suntik, mending konsultasi dulu soal Mesobody karena bagian tubuh akan disuntik berkali-kali untuk membantu menghancurkan lemak di bagian tubuh yang diinginkan. Terus juga kalo mau nyoba akupuntur pelangsingan dan Mesobody, makannya juga mesti dikontrol kalo nggak percuma.

Last but not least, thanks Klinik Hang Lekiu for the treatments. Although the treatments are endorsed, all opinions are mine. 



You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    Langsing dengan Akupuntur [REVIEW] | The Journale
    10 November 2017 at 4:07 pm

    […] Yang penasaran dengan hasil akupuntur pelangsingan dan Mesobody saya di KHL, baca postingan berikutnya ya karena di situ s…reatment. 😀 […]

  • Leave a Reply