Culinary Reviews Sumatra Travel

GIVEAWAY: Nikmatnya Kopi Aceh!

Kamu suka kopi? Hitam, legam, dan elegan. Buat saya sih, minum kopi itu seksi. Rasa pahitnya cukup menyengat sampai ke langit-langit dan setelahnya, saya bisa menjadi sangat bersemangat dan bertenaga. Kopi bagi saya bukan saja sekadar minuman, tapi lebih sebagai seorang teman yang hangat–atau bahkan panas dan bisa memberikan kenyataan hidup, yaitu “pahit”. #eh

Mungkin kalian ada yang sudah membaca cerita perjalanan saya waktu pergi ke Aceh pada Desember 2015 yang lalu, dimana saya dan beberapa teman diundang oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Aceh:

Perjalanan yang amat nggak terlupakan, tentu saja, apalagi itu kali pertama saya menjelajah Aceh dan sempat mampir sebentar di Medan. Selama ini mungkin kebanyakan orang tahu bahwa saya orang Palembang, terlebih karena Mama lahir dan besar di Palembang. Akan tetapi, nggak banyak yang tahu bahwa ayah dari Papa adalah orang Aceh dan ibu dari Papa adalah orang Medan. Bisa dibilang, perjalanan ke Aceh pada Desember 2015 lalu sedikit banyak seperti sebuah perjalanan “pulang kampung” bagi saya. Setelah selama ini hanya bisa mendengar atau membaca tentang Aceh dan Medan yang adalah tempat kedua orang tua Papa berasal, akhirnya saya bisa sebentar menapakkan kaki di sana.

Setelah terpesona dengan senja-senja yang ada di Aceh Singkil dan Kepulauan Banyak, kini saya akan bercerita sedikit bagaimana saya jatuh cinta dengan kopi Aceh. Telah menganggap kopi sebagai seorang teman, saya cukup sering minum kopi, terutama saat saya hendak berolahraga. Katanya sih, minum kopi sebelum berolahraga bisa membuat kita lebih bersemangat. Sayangnya, belakangan sakit maag saya kambuh, jadinya saya nggak bisa minum kopi terlalu sering.

Oke, langsung saja ke cerita tentang kopi Aceh, biasanya ada dua jenis kopi Aceh yang dikenal oleh orang-orang, yaitu Kopi Sanger dan Kopi Gayo. Hanya terdapat di Banda Aceh, Kopi Sanger kerap kali disebut-sebut sebagai Cappucino atau Caffe Latte ala Aceh karena dibuat dari campuran kopi hitam, susu, dan gula. Yang membuatnya berbeda dengan Cappucino atau Caffe Latte adalah buih yang ada di puncak secangkir atau segelas Kopi Sanger. Buih tersebut pun bisa muncul karena campuran kopi hitam, susu, dan gula yang dibuat dengan dikocok. Saya sendiri sih suka banget sama Kopi Sanger ini karena cukup ringan dan manis seperti diri saya sendiri. #eh Jadilah, di saat menunggu waktu boarding untuk kembali ke Jakarta, saya pun memilih meminum secangkir Kopi Sanger di bandara Aceh. 😀




Nah untuk Kopi Gayo sendiri, sesuai namanya, kopi Arabika ini berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Sumatera dan telah dikenal sebagai kopi unggulan. Bahkan pada acara Lelang Special Kopi Indonesia pada Oktober 2010 yang lalu di Bali, Kopi Gayo jenis Arabika ini mendapatkan peringkat tertinggi pada saat cupping, lho. Nggak heran deh, Kopi Gayo kerap kali disebut sebagai Kopi Organik terbaik di dunia!

Jadi, waktu ke Aceh, jangan lupa mencicipi kopinya, ya! Selain makan Mie Aceh dan kuliner favorit khas Aceh lainnya, tentu saja kamu harus minum kopi. Sekalipun kamu bukan seorang penggemar, seenggaknya seruput sekali saja. Hehehe…

Caffe Latte ala Aceh. - Foto: Satya Winnie.

Caffe Latte ala Aceh. – Foto: Satya Winnie.

Kopi Sanger Aceh. - Foto: Satya Winnie.

Kopi Sanger Aceh. – Foto: Satya Winnie.

Giveaway time! Ada yang mau tempelan kulkas magnet dan kopi gayo ini?

Giveaway time! Ada yang mau tempelan kulkas magnet dan kopi gayo ini?

Nah, buat kamu sendiri, kopi itu apa, sih? Tinggalkan cerita singkatmu tentang kopi di bagian komentar, ya. Jangan lupa tuliskan Nama, Domisili, serta akun Twitter. Setelahnya, jangan lupa ajak teman-temanmu di Twitter untuk ikutan giveaway dengan membagikan tautan postingan ini.

Contoh jawaban:

Nama: Putri

Akun: @putrimalu

Domisili: Tangerang

Buatku, kopi itu seperti sebuah buku. Selalu ada cerita di balik satu cangkirnya.

Contoh ajakan di Twitter :

Halo @pangerantampan & @cikitamedi ikutan #giveaway http://wp.me/p6Wh1p-Ji dari @sefiiin yuk! 😀

Untuk tiga orang yang beruntung, saya punya hadiah Kopi Gayo serta tempelan kulkas magnet. Jawabanmu ditunggu hingga 25 Februari 2016, ya. Pemenangnya akan saya umumkan di Twitter pada 26 Februari 2016. Semoga beruntung!



You Might Also Like

20 Comments

  • Reply
    Mia Kamila
    9 February 2016 at 7:39 pm

    Nama : Mia Kamila
    Domisili : Semarang
    Twitter : @MiyaKamila89

    Bicara soal kopi sangatlah menarik bagiku. Selain aku sendiri yang coffee holic, kopi memberikan cerita unik disetiap tetesnya. Banyak sekali variant rasa dan penyajian kopi di beberapa kedai kopi yang sempat saya singgahi. Meskipun lambungku sedikit bermasalah terhadap kopi namun aku tak gentar untuk meminumnya walaupun tak sesering dulu.
    Kopi menurutku memberikan makna tentang arti kehidupan. Rasanya yang pahit namun jika kita cerna akan terasa nikmat. Seperti hidup yang terkadang pahit namun rasa pahit itu dapat kita lihat dari sisi lain dan menemukan sebuah kenikmatannya.

    • Reply
      Sefin
      25 February 2016 at 10:25 pm

      Hai, Mia! Terima kasih sudah ikutan. Jangan lupa di-share ya link postingannya. Tunggu pengumuman dariku. 😀

  • Reply
    patrisia
    9 February 2016 at 9:58 pm

    Nama: Patrisia Devitasari
    domisili: Bogor
    Twitter: @patrisiaarnoldi

    Kopi itu sebuah ramuan yg bisa menghentikan waktu. Ketika waktu minum kopi tiba, maka saat itulah Batara Kala berhenti mengejar manusia. Artinya, setiap waktu minum kopi bersama siapapun waktu terasa berhenti, kita bisa ngobrol sambil nyeruput kopi sampai puas tanpa khawatir berapa banyak waktu yg terlewat. Bisa dibilang dengan kopi, manusia jd tau arti waktu berkualitas seperti apa.

    • Reply
      Sefin
      25 February 2016 at 10:38 pm

      Hai, Patrisia! Terima kasih sudah ikutan. Jangan lupa di-share ya link postingannya. Tunggu pengumuman dariku.

  • Reply
    Yudi Randa
    10 February 2016 at 10:03 am

    Haii kak sefiin..

    Biasanya, kopi berjenis robusta, dia akan menyebabkan sakit maag kita kambuh. Dan malah memang tidak di sarankan.
    Bagi beberapa orang dia malah memang penyebab maag. Kopi yg aman utk lambung adalah kopi berjenis arabika. Dengan catatan sewaktu di roasting atau penggilingan menjadi bubuk tidak di campur dengan yg lainnya.

    Saya soalnya pengidap maag juga hehehe

    • Reply
      Sefin
      4 March 2016 at 2:26 pm

      Hai juga, Kak. Waaah makasih banyak infonya! 😀 Berarti lain kali minum kopi aku harus mastiin jenis kopinya dulu, ya. Salam pecinta kopi!

  • Reply
    Hana
    11 February 2016 at 4:20 pm

    Nama : Hana
    Domisili : Jakarta
    Twitter : @hanamaii
    Kopi memiliki sejuta makna buatku.
    Aroma kopi membuatku lupa akan semua masalah-masalah yang ada.
    Kopi itu sendiri memiliki rasa yang khas untuk dinikmati dan juga menjadi alasan untukku dan sahabatku berkumpul berbagi cerita menghabiskan waktu.

  • Reply
    Rivai Hidayat
    13 February 2016 at 8:01 am

    nama: rivai hidayat
    domisili: semarang
    twitter: @rivaihidayat

    eehm….bicara tentang kopi yaa, aku bukanlah penggemar berat kopi. Tapi juga sering minum kopi, tentunya kopi khas daerah tertentu. Walaupun harus ke rumah atau kos teman dulu, karena dia yg punya stok kopi daerah.
    selalu suka dengan penggunaan kata kopi atau ngopi untuk menggantikan kata nongkrong/ngumpul. ngajaknya ngopi, tapi pesennya cokelat atau lemon tea. hhahhahaa

    kopi itu….cocok buat ngumpul, menambah kehangatan dan salah satu sumber inspirasidiantara kita :’)

    • Reply
      Sefin
      25 February 2016 at 10:39 pm

      Hai, Rivai! Terima kasih sudah ikutan. Jangan lupa di-share ya link postingannya. Tunggu pengumuman dariku.

    • Reply
      Sefin
      25 February 2016 at 10:40 pm

      Hai, Rivai! Terima kasih sudah ikutan. Jangan lupa di-share ya link postingannya. Tunggu pengumuman dariku, ya. 😀

  • Reply
    Rivai Hidayat
    13 February 2016 at 8:04 am

    nama: rivai hidayat
    domisili: semarang
    twitter: @rivaihidayat

    eehm….bicara tentang kopi yaa, aku bukanlah penggemar berat kopi. Tapi juga sering minum kopi, tentunya kopi khas daerah tertentu. Walaupun harus ke rumah atau kos teman dulu, karena dia yg punya stok kopi daerah.
    selalu suka dengan penggunaan kata kopi atau ngopi untuk menggantikan kata nongkrong/ngumpul. ngajaknya ngopi, tapi pesennya cokelat atau lemon tea. hhahhahaa

    kopi itu….cocok buat ngumpul, menambah kehangatan dan salah satu sumber inspirasi diantara kita :’)

    • Reply
      Sefin
      25 February 2016 at 10:41 pm

      Hai, Rivai! Terima kasih sudah ikutan. Jangan lupa di-share ya link postingannya. Tunggu pengumuman dariku, ya. 😀

  • Reply
    kutukamus
    14 February 2016 at 12:48 am

    Huaduh, mau kopinya, tapi ndak punya twitter..
    Ya sudah, mbayangin saja 🙂

    • Reply
      Sefin
      4 March 2016 at 2:32 pm

      Kapan-kapan ikutan lagi ya, Kak!

  • Reply
    Olive B
    16 February 2016 at 2:42 pm

    mudik ke Toraja akhir tahun lalu disuguhi robusta (biasanya milih arabica), efeknya diomelin dokter diminta stop ngopi sampai perut segar lagi padahal masa itu lagi doyan nyanger

    • Reply
      Sefin
      4 March 2016 at 2:34 pm

      waduuuh! semoga cepet pulih Kak perutnya biar bisa ngopi lagi. :3

  • Reply
    Helda
    16 February 2016 at 4:07 pm

    Nama: Helda Sihombing
    Domisili: Depok, Jawa Barat
    Twitter: @Helda

    Life begins after coffee. Quote ini sesuai banget buatku. Nggak tau deh udah addict apa nggak, segelas cangkir kopi jadi ‘oksigen’ untuk aku ‘bernapas’ dan bisa kerja. Haha. And oh anyway, aku penikmat kopi hitam tanpa gula. Udah kebal dengan rasa pahitnya, sama seperti kebal terhadap pahitnya kehidupan. *tsahhh* *sambil dengerin lagu-lagu dengan beat sekseh*

    Tolong aku utk bernapas dengan oksigen yang ‘berbeda’ supaya ada variasi. :)))

    • Reply
      Sefin
      25 February 2016 at 10:42 pm

      Hai, Helda! Terima kasih sudah ikutan. Jangan lupa di-share ya link postingannya. Tunggu pengumuman dariku, ya. 😀

  • Reply
    DollyPR
    2 June 2016 at 6:36 am

    Kopiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    *begadang semaleman buat blogwalking, dan ini sudah pagi, otak saya sudah butek nggak tau mau komen apa lagi*

    • Reply
      Sefin
      7 June 2016 at 2:08 pm

      Huahahaha jangan dipaksaiin Mas

    Leave a Reply