Browsing Category

Culinary

Culinary Kalimantan Travel

Pagi di Singkawang: Jelajah Pasar Turi

Belakangan, saya sungguh malas bangun pagi. Apalagi, kalau nggak ada keperluan yang begitu mendesak. Meski banyak yang bilang, “Pamali buat anak gadis bangun siang,” tapi saya memang nggak bisa memungkiri bahwa nggak ada yang bisa mengganggu hubungan saya dengan kasur selain ya itu tadi: keperluan yang mendesak. Untungnya, sewaktu saya dan teman-teman blogger diajak ke Singkawang pada 19-23 Februari 2016, kebiasaan bangun siang tersebut sempat terlupa sejenak. Pada pagi pertama di Singkawang, saya dan Kak Vira dari Indohoy langsung berjalan kaki menuju Pasar Turi yang letaknya nggak sampai 5 menit dari hotel tempat kami menginap. Continue Reading

Culinary Reviews Sumatra Travel

GIVEAWAY: Nikmatnya Kopi Aceh!

Kamu suka kopi? Hitam, legam, dan elegan. Buat saya sih, minum kopi itu seksi. Rasa pahitnya cukup menyengat sampai ke langit-langit dan setelahnya, saya bisa menjadi sangat bersemangat dan bertenaga. Kopi bagi saya bukan saja sekadar minuman, tapi lebih sebagai seorang teman yang hangat–atau bahkan panas dan bisa memberikan kenyataan hidup, yaitu “pahit”. #eh Continue Reading

Culinary Papua Travel

Ulat Sagu: Si Gendut Putih yang Sudah Sampai Belanda

Makanan yang enak kerap diidentikkan dengan tampilannya yang juga ‘enak’ dipandang. Sayangnya, hal ini nggak berlaku pada si gendut putih asal Papua, yaitu ulat sagu. Begitu mendengar namanya saja, mungkin kamu akan merasa geli. Bagaimana mungkin kita makan ulat? Jujur saja, saya pun begitu, apalagi waktu saya melihatnya pertama kali secara langsung di Sorong, Papua Barat. Kala itu, teman seperjalanan saya, yaitu Mas Bolang, baru pulang dari pasar dan membeli beberapa tusuk ulat sagu bakar yang tentunya langsung membuat mata saya terbelalak. Setengah kaget dan penasaran, perjumpaan saya dengan ulat sagu pun menjadi salah satu momen yang nggak terlupakan dalam hidup saya.   Continue Reading

Culinary Kalimantan Travel

Udang Rasa Susu? Hanya di Rumah Makan Paliat!

Nggak ada yang lebih membahagiakan daripada perut yang kenyang karena diisi oleh makanan yang lezat. Dan itulah yang saya rasakan begitu kami keluar dari Rumah Makan Paliat khas Tabalong Hj. Mariam Jainudin. Wajah saya begitu berseri-seri. Apalagi, destinasi wisata kuliner #Terios7Wonders “Borneo Wild Adventure” sebenarnya hanya ‘mengincar’ Lontong Orari sebagai salah satu wonder perjalanan, tapi ternyata kami masih bisa mencicipi salah satu kuliner khas Kalimantan, khususnya di Tabalong, yaitu Paliat. Hmm… Nama yang unik, bukan?

RM. Paliat khas Tabalong Hj. Mariam Jainudin.

RM. Paliat khas Tabalong Hj. Mariam Jainudin.

Continue Reading

Culinary Java Personal Journals Travel

Romantisme Jakarta dalam 24 Jam

Begitu mendengar kata “romantisme”, apa yang ada di pikiranmu? Bagi saya sendiri, romantisme adalah saat-saat di mana saya merasa senang karena suasana yang begitu mesra dan mengasyikkan. Mungkin kamu mengira bahwa segala sesuatu yang romantis harus selalu dilakukan bersama kekasih… tapi menurut saya sih, nggak juga. Nggak jarang, saya merasakan suasana yang begitu romantis saat bersama sahabat, keluarga, atau bahkan, orang yang baru saya kenal. Saya pun amat percaya bahwa romantisme atau keromantisan bisa terbangun asal momennya tepat. Dan kali ini, saya akan membahas romantisme Jakarta dalam 24 jam–seenggaknya, dalam versi saya. Continue Reading

Culinary Kalimantan Reviews Travel

Menggoyang Lidah dengan Lontong Orari yang Nikmat

Setelah berlelah-lelah tapi seru karena trekking di Taman Nasional Sebangau, Keruing, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Banjarmasin untuk beristirahat. Dengan perut kembung dan kepala yang sedikit pusing karena pilek, pada pukul 11 malam, saya bersama rombongan #Terios7Wonders akhirnya menepi di Rumah Makan Lontong Orari yang masih menjadi bagian dari Wonder 1. Dan yang ada di pikiran saya waktu itu adalah “Yes! Wisata kuliner!” Continue Reading

Bali and Nusa Tenggara Culinary Java Kalimantan Sulawesi Sumatra Travel

10 Makanan Indonesia yang Wajib Kamu Cicipi di Daerah Asalnya

Bagi saya, makan adalah salah satu kegiatan yang terpenting saat bepergian. Selain untuk menjaga stamina agar selama perjalanan tubuh bisa fit terus, makan adalah salah satu cara untuk mengenal suatu daerah saat bepergian. Terlebih saat bepergian keliling Indonesia, masing-masing masyarakatnya memiliki preferensi rasa yang paling pas di lidah mereka. Di Jogja, kamu akan menjumpai Gudeg yang manis. Sementara di Manado, hampir semua masakannya bercita rasa pedas. Akan tetapi, kalau kamu merasa sudah cukup mengenal Gudeg karena sudah pernah makan Gudeg yang dijual di Jakarta, begitu pula dengan masakan Manado yang dijual di Jakarta, kamu salah besar. Menurut saya, cara terbaik untuk mengenal makanan Indonesia adalah dengan mencicipi langsung di daerah asalnya. Continue Reading