Browsing Category

Personal Journals

Culinary Java Personal Journals Travel

Romantisme Jakarta dalam 24 Jam

Begitu mendengar kata “romantisme”, apa yang ada di pikiranmu? Bagi saya sendiri, romantisme adalah saat-saat di mana saya merasa senang karenaΒ suasana yang begitu mesra dan mengasyikkan. Mungkin kamu mengira bahwa segala sesuatu yang romantis harus selalu dilakukan bersama kekasih… tapi menurut saya sih, nggak juga. Nggak jarang, saya merasakan suasana yang begitu romantis saat bersama sahabat, keluarga, atau bahkan, orang yang baru saya kenal. Saya pun amat percaya bahwa romantisme atau keromantisan bisa terbangun asal momennya tepat. Dan kali ini, saya akan membahas romantisme Jakarta dalam 24 jam–seenggaknya, dalam versi saya. Continue Reading

Overseas Personal Journals Travel

Antara Saya, Turki, dan Indonesia

Ketika berbicara tentang nasionalisme, saya sering mempertanyakan ke-Indonesia-an saya. Sebagai seorang anak perempuan yang lahir di Jakarta dari keluarga Indonesia keturunan Tionghoa, saya sering bingung ketika ditanya orang mana. Pertanyaan “Kamu orang mana?” sudah terlalu sering saya dengar. Dengan wajah oriental yang saya miliki, saya lebih sering menjawab bahwa saya orang Palembang, terlebih karena Mama lahir dan besar di Palembang. Sementara itu, nggak banyak yang tahu bahwa Papa saya keturunan Medan dan Aceh, meskipun salah satuΒ nenek Papa berasal dari Jawa. Beberapa kali ‘pulang kampung’ ke Palembang, saya diam-diam ingin sekali pergi ke Aceh dan Medan, mengetahui lebih banyak tentang diri saya sendiri dan keluarga. Akan tetapi, sebelum saya ke sana, Turki telah lebih dulu ‘membantu’ saya memahami nasionalisme serta ke-Indonesia-an saya. Continue Reading

Papua Personal Journals Travel

Menikmati Senja di Timur Indonesia

Seperti nama blog ini, Senja Moktika, saya selalu menemukan “Senja” sebagai sesuatu yang spesial. Senja yang memang lebih sering muncul dalam semburat jingga, selalu berhasil menenangkan mata dan hati. Barisan warna-warni senja bahkan lebih mencolok mata daripada tumpukan gulungan kain yang saya temui di toko-toko Passer Baroe.

Continue Reading