Bali and Nusa Tenggara Travel

Berjumpa dengan Komodo di Pulaunya

Selama ini saya nggak pernah berharap untuk bepergian ke Labuan Bajo, terlebih ke Pulau Komodo. Bukannya karena saya nggak mau, tapi karena saya merasa biaya yang dibutuhkan untuk bisa pergi ke sana sama sekali nggak sedikit. Apalagi, saya ngarep banget bisa diving dan bertemu dengan berbagai biota laut yang cantik dan menawan. Biaya untuk traveling ke Labuan Bajo saja sudah mahal, bagaimana bila ditambah dengan biaya diving? Membayangkannya saja, saya sudah pusing. Akan tetapi, nasib ternyata berkata lain. Setelah mampir ke Lombok bersama rombongan Social Media Trip and Gathering, akhirnya saya bisa mampir ke Labuan Bajo pada November 2015 lalu. Hidup ini memang penuh kejutan, ya? 🙂

Selamat datang di Taman Nasional Komodo!

Selamat datang di Taman Nasional Komodo!

Seperti yang sudah-sudah, dalam perjalanan bersama rombongan Social Media Trip and Gathering, di setiap kota yang kami kunjungi, kami nggak hanya mengunjungi satu destinasi saja. Tentu semua destinasi yang saya kunjungi di Labuan Bajo amatlah menarik, tapi dalam postingan ini, saya akan menulis tentang perjumpaan saya dengan komodo di pulaunya. Lebih banyak gugup karena seringkali mendengar berita komodo yang memangsa manusia, ternyata berjumpa dengan komodo di pulaunya nggak seseram yang saya bayangkan.

Dermaga Pulau Komodo. Silakan berfoto di sana.

Dermaga Pulau Komodo. Jangan lupa berfoto di sini, ya! 😀

Cantiknya pantai di Pulau Komodo.

Cantiknya pantai di Pulau Komodo.




Cantiknya laut di Pulau Komodo.

Cantiknya laut di Pulau Komodo.

Kira-kira pukul 7 WITA, kami sudah tiba di Pulau Komodo yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo. Dibagi menjadi beberapa grup yang beranggotakan sekitar 6-7 orang, kami pun berkeliling untuk trekking demi berjumpa dengan komodo di pulaunya. Ada beberapa jalur trekking yang bisa kamu pilih ketika berada di Pulau Komodo, yaitu short track, medium track, long track, dan adventure track. Sebagai grup yang nggak mau lelah dan repot, akhirnya kami memilih medium track. 

Trekking pun dimulai!

Trekking dimulai!

Beruntung, sebelum mulai trekking, kami sudah disambut dengan seekor komodo yang cukup besar. Jujur saja, saya cukup deg-degan karena hewan yang terlihat pemalas itu bisa berjalan hingga 20 kilometer per jam dalam jarak yang dekat. Ya, kurang lebih setara dengan sebuah mobil yang bergerak lambat. Selambat-lambatnya mobil kan, masih tetap bisa menyusul manusia. Glek.

Komodo pertama yang kami jumpai.

Komodo pertama yang kami jumpai.

Bersama dengan seorang pemandu yang saya lupa namanya siapa (maaf banget, nih), kami berkeliling di Pulau Komodo. Setiap pemandu sudah dibekali tongkat pemandu yang berfungsi untuk melindungi tamu-tamu yang dipandunya dari komodo. Selama trekking, nggak hanya satu atau dua komodo saja yang kami jumpai, tapi ada cukup banyak komodo yang kami jumpai di pulaunya. Di pagi yang cukup terik, kebanyakan komodo memilih berteduh di bawah pohon yang rimbun. Nah, jika kamu berjalan-jalan di Pulau Komodo, ingatlah untuk selalu melihat sekelilingmu karena kadang si komodo terkamuflase dengan tanah serta lingkungan sekelilingnya. Jangan sampai kamu menginjak dia, ya. Hehe…

Pemandu kami yang gagah berani.

Pemandu kami yang gagah berani.

Tongkat pemandu yang legendaris.

Tongkat pemandu yang legendaris.

Salah satu komodo yang bermalas-malasan di bawah pohon yang rimbun.

Salah satu komodo yang bermalas-malasan di bawah pohon yang rimbun.

Selain dapat berjumpa dengan komodo, yang saya sukai di Pulau Komodo adalah betapa pulau ini sangat fotogenik dan cantik. Kebanyakan wilayahnya begitu gersang, tapi justru daerah yang gersang kan yang sering disebut sebagai tempat yang instagrammable alias asyik untuk berfoto ala anak-anak hipster Instagram. 😀 Bila dihitung-hitung, intensitas berfoto sepertinya lebih banyak dibandingkan dengan intensitas mencari komodo, deh. 😛 Yang penting, selama berada di Pulau Komodo, jangan sampai nggak lihat komodo sama sekali ya karena keasyikkan berfoto. 😀

Satya berfoto di salah satu sudut Pulau Komodo yang begitu instagrammable.

Satya berfoto di salah satu sudut Pulau Komodo yang begitu instagrammable.

Happy trekking! :D

Happy trekking! 😀

Memiliki luas 390 kilometer persegi, salah satu sudut yang harus kamu kunjungi di Pulau Komodo adalah Fregata Hill. Sesuai namanya, dari puncak Fregata, kamu bisa melihat hampir seluruh bagian Pulau Komodo. Kamu bisa melihat laut, bisa juga melihat gunung. Sangat menyenangkan, bukan? Oh iya, sedikit tips dari saya, saat mengunjungi Pulau Komodo atau Labuan Bajo secara keseluruhan, jangan lupa untuk memakai tabir surya, ya. Bukan soal takut kulit menjadi hitam, tapi lebih karena “jangan biarkan kulitmu terbakar atau kamu akan menyesal“. Sebagai seseorang yang paling malas memakai tabir surya, jujur saja, Labuan Bajo sangat dahsyat panasnya. Sedikit terpaksa, saya pun memakai tabir surya selama berada di Labuan Bajo karena nggak mau kulit saya terbakar. Perihnya itu, lho. Duh! 🙁

Ini dia, Fregata Hill!

Ini dia, Fregata Hill! In frame: Mas Widhi Bek.

Pemandangan dari Fregata Hill. Cantik, kan? :D

Pemandangan gunung yang dapat dilihat dari Fregata Hill. Cantik, kan? 😀

Jangan lupa berfoto di Fregata Hill. Saya kelihatan sporty banget, ya? :P

Jangan lupa berfoto di Fregata Hill. Saya kelihatan sporty banget, ya? 😛

Dan nggak hanya dapat berjumpa dengan komodo, di Pulau Komodo, kamu juga akan menjumpai banyak hewan-hewan lain yang cantik, salah satunya rusa. Berjumpa dengan hewan cantik dan kalem ini sedikit banyak bisa mengurangi rasa gugup saya setelah bertemu dengan komodo. Jika ditanya apa rasanya berjumpa dengan komodo di pulaunya, saya akan menjawab: “Seru!” Meski komodo dikenal berbahaya, kamu nggak perlu takut saat berjumpa dengan komodo di pulaunya karena ada pemandu yang senantiasa menjagamu. Yang penting, jangan sampai berpisah dari grup alias jangan asyik sendiri, ya.

Rusa cantik di Pulau Komodo. (1)

Rusa cantik di Pulau Komodo. (1)

Rusa cantik di Pulau Komodo. (2)

Rusa cantik di Pulau Komodo. (2)

Pada akhirnya, berjumpa dengan komodo di pulaunya kembali memberikan bukti bagi saya bahwa keragaman alam dan budaya merupakan salah satu Pesona Indonesia. 🙂

Well, until then, Komodo Island! I will surely come back! 😀

Postingan ini merupakan catatan perjalanan Social Media Trip and Gathering bersama Kemenpar yang berlangsung pada 8-23 November 2015. Ada 7 postingan yang bisa kamu baca:

  1. Tentang Kelagian dan Pak Sami
  2. Pertama Datang ke Semarang dan Menghitung Lawang
  3. Kue Lapis, Meteor, dan Matahari Terbit di Bukit Kingkong
  4. Belajar Menenun di Desa Sukarara Lombok
  5. Berjumpa dengan Komodo di Pulaunya -> Kamu sedang membaca postingan ini.
  6. Menemukan Rumah Baru di Kampung Cecer
  7. Menonton Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu



You Might Also Like

4 Comments

  • Reply
    David
    11 February 2016 at 1:58 pm

    Well, nice review about this island from you. I want to ask , do you go to Rinca Island too? people said that we can see many dragons in that island than Komodo Island, is that true??
    And about Padar Island, do you go to there also, which one is have the better view, Padar or Komodo Island?
    I’m planning to go there on next April 2016, maybe you want to go to that island again, and join our LOB trip? 🙂

    Cheers.
    David

    • Reply
      Sefin
      4 March 2016 at 2:29 pm

      Hi David, sorry for the late reply. Well, I did go to Rinca Island also, and the dragons were way more a lot than what I saw in Komodo Island. 😀 I haven’t been to Padar Island, but I’d love to go there someday. For the LOB trip, are you going to have a dive trip? 😀

  • Reply
    Indrakurniadi Travelblog
    31 May 2016 at 12:51 am

    Foto2nya menggugah banget mbaa! Keren banget..bermanfaat buat bekel rencana ke komodi mudah2an bisa terealisasi di tahun ini..thanks dan salam kenal ya 🙂

    • Reply
      Sefin
      7 June 2016 at 1:58 pm

      Amiiiiin! Pokoknya kalo ke sana harus liat komodo ya! 😀

    Leave a Reply