Overseas Travel

Bawa Saya ke Darwin, Australia!

Sejak kecil, saya cukup sering mendengar cerita-cerita tentang negara Australia dari mereka yang baru saja wisata ke Australia, yang biasanya berkaitan dengan koala dan kangguru. Mereka yang berbagi cerita biasanya baru pulang dari Sydney, Melbourne, atau Perth dan kemudian membawa gantungan kunci atau kaos bergambar koala sebagai oleh-oleh. Sayangnya, sampai saat ini saya belum pernah mendengar cerita dari mereka yang pernah menjelajah Kota Darwin. Saya begitu penasaran. Ada apa di Kota Darwin?

Memiliki luas 112 kilometer persegi, Darwin menjadi ibukota Teritori Utara atau Northern Territory dari Negara Australia dan sudah berdiri sejak tahun 1869. Berada di utara Australia, Darwin terkenal akan keanekaragaman kuliner serta budayanya yang begitu eklektik. Nggak hanya itu, Darwin pun juga memiliki alam tropis yang begitu kaya, mulai dari pantai, taman terbuka, hingga hutan tropis. Sebagai anak tropis alias nggak kuat udara dingin, saya merasa Darwin memang sangat cocok untuk saya kunjungi, terutama di musim panas.

Jika ada yang bertanya, “Apa yang mau kamu lakukan atau kamu lihat saat ke Darwin di musim panas?”… Ah, saya nggak tahu harus memulai dari mana. Ada banyak tempat yang ingin saya kunjungi di Darwin, ada banyak kuliner yang saya ingin cicipi di sana, juga ada terlalu banyak hal yang ingin saya lakukan di sana, terutama saat di musim panas.

Hal pertama yang ingin saya lakukan di Darwin saat musim panas adalah berenang bersama buaya di Crocosaurus Cove.

Di Crocosaurus Cove, pengunjung bisa 'berenang' bersama buaya. Sumber: vicespy.com

Di Crocosaurus Cove, pengunjung bisa ‘berenang’ bersama buaya. Sumber: vicespy.com




Saya paham betul bahwa buaya adalah predator yang sangat kuat dan seringkali disebut berbahaya. Tubuhnya begitu keras dan besar, serta memiliki gigi-gigi yang begitu runcing dan tajam di dalam rahang kuatnya. Di Indonesia, saya baru beberapa kali melihat buaya, itu pun di hanya dalam sebuah lokasi penangkaran dan kebun binatang. Akan tetapi, di Crocosaurus Cove, pengunjung bisa memiliki pengalaman yang sama sekali berbeda bersama buaya. Di sana, pengunjung bisa ‘berenang’ bersama buaya dengan berada di dalam sebuah tabung kaca yang diletakkan di sebuah kolam buaya. Mengerikan? Tentu saja. Tapi jika saya ke Darwin, saya pasti akan melakukannya… Kalo nggak, kapan lagi? 😀

Lalu saya juga ingin melihat banyak air terjun cantik di balik hutan asri dan bukit rayap di Taman Nasional Litchfield.

Hutan asli dan cantik di Taman Nasional Litchfield. Sumber: wikipedia.org

Air terjun cantik di balik hutan asri di Taman Nasional Litchfield. Sumber: wikipedia.org

Gundukan rayap yang terkenal di Taman Nasional Litchfield. Sumber: youraussieholiday.com

Gundukan rayap yang terkenal di Taman Nasional Litchfield. Sumber: youraussieholiday.com

Hutan asri mungkin terdengar lazim, tapi bagaimana dengan gundukan rayap atau bukit rayap di Taman Nasional Litchfield? Di musim panas yang cenderung lembab di Darwin, rasanya kurang pas jika nggak mencelupkan diri ke air terjun Florence yang begitu cantik. Berendam sekaligus menyejukkan badan sungguh menyegarkan, bukan? Nggak hanya ada air terjun Florence saja, di Taman Nasional Litchfield juga ada air terjun serta kolam berundak-undak bernama Buley Rockhole. Dan tentu saja, saat berada di Taman Nasional Litchfield, saya nggak boleh melewatkan kesempatan untuk melihat gundukan rayap atau bukit rayap yang sangat besar. Sungguh menakjubkan ya jika dipikir-pikir, rayap yang sangat kecil bisa membuat gundukan rayap yang begitu besar!

Hal ketiga yang ingin saya lakukan di Darwin saat musim panas adalah menghabiskan senja dan melihat matahari terbenam di Pantai Mindil.

Senja di Pantai Mindil. Sumber: rachealchristianphotography.com

Senja di Pantai Mindil. Sumber: rachealchristianphotography.com

Sebagai anak pantai serta pecinta senja dan matahari terbenam, saya tentu nggak mau melewatkan kesempatan untuk bisa bermain di Pantai Mindil yang begitu cantik. Setiap harinya, warga dan turis Kota Darwin berbondong-bondong untuk melihat terbenamnya matahari yang begitu menawan. Jadi, melihat matahari terbenam di Pantai Mindil sudah menjadi semacam kegiatan wajib bagi siapapun yang datang ke Kota Darwin. Dan buat saya sendiri, melihat matahari terbenam adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi kepenatan juga mengembangkan senyum di wajah yang lelah.

Jika berkesempatan pergi ke Darwin saat musim panas, saya ingin sekali mencicipi roti dan kue di dua toko roti lokal Darwin: Alley Cats Patisserie dan Kurt’s Cakes.

Etalase kue dan roti di Kurt's Cakes. Bikin bingung karena kelihatan enak semua! :P Sumber: tripadvisor.com.au

Etalase kue dan roti di Kurt’s Cakes. Bikin bingung karena kelihatan enak semua! 😛 Sumber: tripadvisor.com.au

Foto tampak dekat dari kue-kue di Kurt's Cakes. Sumber: darwinfoodies.com

Foto tampak dekat dari kue-kue di Kurt’s Cakes. Sumber: darwinfoodies.com

Alley Cats Pattiserie: toko roti dan tempat nongkrong dengan tampilan asyik. Sumber: facebook.com/alleycatspattiserie

Alley Cats Patisserie: toko roti dan tempat nongkrong dengan tampilan asyik. Sumber: facebook.com/alleycatspatisserie

Salah satu kue di Alley Cats Patisserie. Kelihatannya enak banget, nih! Sumber: facebook.com/alleycatspattiserie

Salah satu kue di Alley Cats Patisserie. Kelihatannya enak banget, nih! Sumber: facebook.com/alleycatspatisserie

Mengunjungi restoran atau rumah makan lokal adalah salah satu cara saya untuk mengenal ciri khas sebuah kota. Kabarnya, para warga di Darwin sangat menyukai kopi dan kue, sehingga saya pun merasa harus mampir ke beberapa tempat favorit di mana saya bisa menemukan berbagai jenis roti dan kue. Toko roti pertama yang ingin saya cicipi roti dan kuenya adalah Kurt’s Cakes. Mulai dari kue tart mini, beragam kue kering, hingga sandwich panggangnya–semuanya begitu terkenal akan kelezatannya. Semoga berat badan saya nggak naik deh saat mampir ke sana! 😛 Dan toko roti kedua yang ingin saya kunjungi adalah Alley Cats Patisserie yang kalo nggak salah nih, hidangannya serba organik! Di Alley Cats Patisserie ini, saya kepingin banget mencicipi Cronut dan secangkir kopi Campos! 😀

Tempat selanjutnya yang ingin saya datangi saat berkunjung ke Darwin saat musim panas adalah mengunjungi Museum and Art Gallery of Northern Territory.

Museum and Art Gallery of The Northern Territory. (1) Sumber: expedia.com

Museum and Art Gallery of The Northern Territory. (1) Sumber: expedia.com

Museum and Art Gallery of The Northern Territory. Sumber: expedia.com

Museum and Art Gallery of The Northern Territory. (2) Sumber: expedia.com

Dari dulu, saya selalu penasaran akan budaya suku Aborigin, penduduk asli Australia. Dan di Museum and Art Gallery of The Northern Territory, ada berbagai peninggalan benda seni suku Aborigin! Nggak hanya itu, di sana saya juga bisa membaca cerita asli tentang suku Aborigin yang kabarnya memiliki hubungan yang cukup dekat dengan para pelaut Indonesia sejak zaman dahulu kala. 🙂 Dan nggak cuma bisa belajar tentang suku Aborigin, di Museum and Art Gallery of The Northen Territory, saya juga bisa melihat berbagai spesies hewan dan tanaman Australia! Seru banget ya, kayaknya? 😀

Hal keenam yang ingin saya lakukan di Darwin saat musim panas adalah mampir ke Crazy Acres di Wildlife Berry Springs.

Anak-anak kecil sedang menikmati es krim buah segar di Crazy Acres. Sumber: northernterritory.com

Anak-anak kecil sedang menikmati es krim buah segar di Crazy Acres. Sumber: northernterritory.com

Barang-barang yang bisa dibeli di Crazy Acres. Sumber: crazyacres.com.au

Beragam souvenir homemade yang bisa dibeli di Crazy Acres. Sumber: crazyacres.com.au

Sepertinya semua orang sudah tahu, bahwa makan buah-buahan segar adalah cara terbaik untuk menghabiskan musim panas. Apalagi, kalo matahari lagi terik-teriknya. Nah, di Wildlife Berry Springs, ada sebuah toko hasil tani yang dimiliki sebuah keluarga bernama Crazy Acres. Toko ini pun begitu terkenal dengan es krim homemade yang terbuat dari buah-buah tropis. Para keluarga yang memiliki anak kecil juga biasa membelikan es krim sehat dan organik ini untuk anak-anak mereka. Dan nggak cuma bisa mencicipi es krim saja, Crazy Acres juga terkenal akan mango cheesecake-nya. Saya sendiri adalah penggemar berat cheesecake dan tentunya wajib banget mencicipi mango cheesecake Crazy Acres jika mampir ke sana! Oh iya, sebelum pulang, tentunya nggak lupa membawa berbagai souvenir homemade dong pastinya, seperti saos tomat dan selai buah naga. 😀

Kemudian, saya juga inginmenghabiskan waktu luang dan makan malam ikan Barramundi di Darwin’s Waterfront ketika berada di Darwin saat Musim Panas.

Darwin's Waterfront di siang hari. Sumber: expedia.com

Darwin’s Waterfront di siang hari. Sumber: expedia.com

Darwin's Waterfront di malam hari. Sumber: australia.com

Darwin’s Waterfront di malam hari. Sumber: australia.com

Hidangan ikan barramundi khas Darwin. Disajikan bisa dengan berbagai cara. :D Sumber: sbs.com.au

Hidangan ikan barramundi khas Darwin. Disajikan bisa dengan berbagai cara. 😀 Sumber: sbs.com.au

Kawasan tepi laut Darwin selalu menjadi tempat favorit warga lokal untuk menghabiskan waktu luang. Di siang hari, para warga bisa berenang, memancing, serta menghabiskan waktu di taman. Saya sendiri sih, ingin mencoba berkeliling Darwin’s Waterfront naik sepeda, serta berolahraga ringan seperti yoga dan jogging. Kayaknya sih, bakalan asyik banget! Terus malamnya, tinggal menikmati ikan kakap putih Barramundi khas Northern Territory, deh. Sudah terbayang kan gimana asyiknya mampir ke Darwin’s Waterfront? 😀

Daaan jika bisa ke Darwin di musim panas, saya ingin mencicipi daging buaya!

Hidangan daging buaya di Taman Nasional Kakadu. Sumber: cheapticketssg.wordpress.com

Hidangan daging buaya di Taman Nasional Kakadu. Sumber: cheapticketssg.wordpress.com

Diawali dengan main ke kolam buaya, sepertinya liburan ke Darwin di musim panas akan sangat mengasyikkan jika ditutup dengan mencicipi daging buaya. Meski sangat terdengar nggak lazim, daging buaya ternyata dihidangkan di Darwin, lho. Rasanya sih, nggak terbayang sama sekali di benak saya. Tapi kabarnya, rasanya cukup lezat. Kalo kamu yang bisa berkunjung ke Darwin di musim, kamu berani mencicipi daging buaya ini nggak?

Sebenarnya sih, masih ada buanyaaak sekali objek wisata yang ingin saya kunjungi dan kuliner yang ingin saya cicipi ketika bisa menghabiskan liburan musim panas di Kota Darwin. Kalo ditulis terus di postingan ini, sepertinya tulisan saya nggak akan selesai-selesai! Hahaha… Dan jika saya benar-benar bisa mengunjungi Darwin di musim panas nanti, saya masih ingin menjelajahi Museum Militer Darwin, melihat seni melukis akrilik suku Aborigin di Kakadu dan Arnhem Land, mengarungi Sungai Mary yang cantik, serta mampir ke Stokes Hill Wharf.

Kalo buat kamu sendiri, bagian manakah yang ingin kamu kunjungi saat musim panas di Australia? Supaya wisata ke Australia-nya lebih gampang dan nggak perlu ribet mikirin akses atau transportasi, emang paling liburan dengan paket wisata dari travel agent kayak H.I.S., sih! Apalagi H.I.S. menyediakan layanan individual maupun group tour dengan tujuan perjalanan domestik maupun internasional serta berbagai produk guna memudahkan wisatamu. Mau tahu lebih banyak tentang H.I.S.? Mampir saja ke facebooknya di https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia.

Atau mungkin kamu mau liburan gratis ke Australia? Ikutan juga yuk, lomba blog dari H.I.S. Travel and Tour yang berhadiah ke Australia kayak saya! Detil lebih lanjutnya bisa kamu klik di banner yang ada di bawah ini, ya! Good luck! 😀

Last but not least, I hope H.I.S. can really bring me to Australia! Bawa saya ke Australia!!!



You Might Also Like

8 Comments

  • Reply
    Gaya Ransel
    8 November 2016 at 10:27 am

    Salah satu negara yang masuk jadi list traveling aku juga Australia. Dan, Australia itu jadi negara tujuan aku buat lanjutin sekolah. Pengen banget bisa kesana. Semoga impian sefin ke Aussie bisa terwujud yaa 😉

    • Reply
      Sefin
      8 November 2016 at 8:58 pm

      Wow! Tos kalo gitu! Thank you, Kakkk buat doanya. :3 Semoga kita bisa ketemuan di Aussie! 😀

  • Reply
    Milliyya
    15 November 2016 at 7:01 pm

    Kalau udah di Aussie jangan lupa pulang ya Sefin 😛

    • Reply
      Sefin
      15 November 2016 at 8:54 pm

      Huahahaha pastiii. AMIIIN dulu, deh. Semoga aku bisa ke Aussie beneran ya, Milli! :*

  • Reply
    Evan Valerio
    15 November 2016 at 8:12 pm

    Woww. Semoga bisa kesana suatu saat. Really a great review!

    • Reply
      Sefin
      15 November 2016 at 8:56 pm

      Amiiin! Terima kasih sudah mampir dan membaca. 😀

  • Reply
    Haryadi Yansyah | Omnduut.com
    17 November 2016 at 12:54 pm

    Mau banget berenang sama buaya itu haha, gak kebayang kalo ada sesuatu, seremnya bukan main.

    • Reply
      Sefin
      17 November 2016 at 5:32 pm

      Hai Kak Yayan! Seneng banget blogku dimampirin. 😀 Huahahahaha iya serem banget kan pasti berenang sama buaya..tapi..kapan lagi coba? Kalo bisa ke Darwin kayaknya mesti banget ya main ke sana!

    Leave a Reply