Adakah hal yang lebih menyenangkan daripada mengobati kerinduan?

Waktu berlalu begitu cepat. Sudah hampir tiga bulan lamanya, seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti adik sendiri, Adeline, pindah ke Bali untuk bekerja di sebuah hotel. Saya ingat betul hari-hari di mana Eline, begitu saya menyapanya, baru mulai bekerja. Kami kerap mengobrol via WhatsApp dan ia bilang bahwa ia kangen rumah dan terkadang merasa kesepian. Saya paham betul, karena saat itu saya juga tengah nge-kost supaya bisa tinggal lebih dekat dengan kantor lama. Meski demikian, saya masih bisa pulang ke rumah setiap minggu, sementara Eline nggak bisa.

Saya dan Eline di tengah salah satu perjalanan kami.
Saya dan Eline di tengah salah satu perjalanan kami.

Sebelum akhirnya Eline pindah ke Bali untuk bekerja, ia sempat menimba ilmu di salah satu universitas di Hawaii yang memberikannya gelar lulusan termuda dan terbaik. Saya bangga, tentu saja. Akan tetapi, sebelum akhirnya Eline benar-benar lulus kuliah, saya seringkali merasa rindu. Saya rindu berbagi cerita dengannya. Saya rindu menginap di rumahnya dan menonton TV series yang dia rekomendasikan. Saya juga rindu merencanakan perjalanan bersamanya. Jadi, waktu ia memberitahu bahwa ia akan kembali ke Indonesia pada Januari 2015, saya girang bukan kepalang. Saya yang saat itu baru saja kembali dari Papua sungguh nggak sabar untuk bertukar banyak cerita dengannya.

Awalnya saya mengira bahwa saya akan bisa bertemu dengannya setiap akhir pekan karena dia sudah kembali ke rumah, tapi ternyata saya salah. Eline telah memutuskan untuk bekerja di Bali karena hanya di Bali lah ia dapat memperoleh posisi pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, yaitu menjadi seorang Revenue Manager. Di Jakarta, sulit sekali menemukan hotel yang memiliki posisi tersebut. Meskipun saya sedikit sedih karena Eline akan segera meninggalkan rumah lagi, saya tetap harus mendukungnya. Apalagi, ini semua demi perjalanan karirnya di masa depan.

Setiap kali saya merasa benar-benar kangen pada Eline, saya hanya bisa berandai-andai ia pulang ke rumah. Sayangnya, ia mengatakan bahwa tiket pulang ke Jakarta cukup mahal dan ia bekerja hampir setiap hari, sehingga hampir nggak mungkin pulang ke rumah sekalipun di akhir pekan. Kini, angan-angan saya berubah. Bukan “Andai Eline bisa pulang ke rumah” lagi, tapi “Andai saya bisa mengunjungi Eline ke Bali”.

Andai saya bisa mengunjungi Eline ke Bali, sepertinya akhir pekan pertama di bulan Juli akan menjadi waktu yang tepat. Saya pun mulai melihat-lihat harga tiket Citilink ke Bali lewat Traveloka Apps yang ada di ponsel saya. Kenapa Citilink? Karena penerbangan dengan Citilink cukup terjangkau, pelayanannya sangat baik, serta selalu tepat waktu. Saya sendiri sudah beberapa kali terbang dengan Citilink, salah satunya pada perjalanan pulang dari Denpasar ke Jakarta pada Juni 2013 dan perjalanan pulang-pergi Jakarta-Surabaya pada Januari 2014. Saya akhirnya memilih penerbangan hari Jumat, 3 Juli 2015, pukul 13:10 ke Denpasar, dan untuk perjalanan pulang ke Jakarta, saya memilih penerbangan hari Senin, 6 Juli 2015, pukul 20:30.

Screenshot Pemesanan Penerbangan Citilink CGK-DPS 3 Juli 2015
Screenshot Pemesanan Penerbangan Citilink CGK-DPS 3 Juli 2015
Screenshot_2015-06-04-17-50-01
Review pemesanan tiket Citilink CGK-DPS 3 Juli 2015 dan DPS-CGK 6 Juli 2015.

Lewat Traveloka Apps pula, saya memilih untuk menginap di FaveHotel Kuta Square yang berada dekat dengan Pantai Kuta. Saya kira, menginap di FaveHotel Kuta Square akan sangat menyenangkan karena saya bisa mengajak Eline untuk turut menginap di sana agar bisa melepas penat sehabis bekerja di atas kasur hotel yang empuk. Selain itu, saya dan Eline juga bisa berjalan-jalan di Pantai Kuta sambil menikmati matahari terbenam.

FaveHotel Kuta Square yang akan saya inapi pada 3 Juli 2015 sampai 6 Juli 2015
FaveHotel Kuta Square yang akan saya inapi pada 3 Juli 2015 sampai 6 Juli 2015.
Review pemesanan kamar FaveHotel Kuta Square untuk 3-6 Juli 2015
Review pemesanan kamar FaveHotel Kuta Square untuk tanggal 3 sampai 6 Juli 2015.

Nah, karena waktu yang saya miliki saat mengunjungi Eline di Bali cukup, saya merasa harus merencanakan perjalanan tersebut dengan sangat matang. Di bawah ini adalah itinerary perjalanan saya saat mengunjungi Eline di Bali:

Jumat, 3 Juli 2015
16:00 Tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai
17:00 Check in di FaveHotel Kuta Square sambil menunggu Eline pulang kerja
19:30 Makan malam di dekat Pantai Kuta dengan Eline

Sabtu, 4 Juli 2015
10:00 Berangkat scuba diving ke Tulamben bersama Eline
13:00 Makan siang di Tulamben bersama Eline
18:00 Pulang ke FaveHotel Kuta Square dari Tulamben

Minggu, 5 Juli 2015
09:00 Pergi ke Waterbom Bali bersama Eline
13:00 Makan siang di Waterbom Bali bersama Eline
15:00 Pergi bungee jumping bersama Eline
17:00 Pulang ke FaveHotel Kuta Square dari lokasi bungee jumping
18:00 Menikmati matahari terbenam bersama Eline di Pantai Kuta
19:00 Makan malam di dekat Pantai Kuta bersama Eline

Senin, 6 Juli 2015
13:00 Makan siang di dekat hotel tempat Eline bekerja
17:00 Packing untuk pulang ke Jakarta
18:00 Berangkat ke Bandara Internasional Ngurah Rai
19:00 Makan malam bersama Eline di Bandara Internasional Ngurah Rai sambil menunggu waktu check in penerbangan saya

Oh iya, jika ada yang bertanya-tanya kenapa saya merencanakan pergi scuba diving dan bungee jumping bersama Eline, itu karena kami sama-sama penyuka adrenaline rush. Selain itu, saya dan Eline memiliki banyak kesamaan, salah satunya adalah kami sama-sama mencintai air, pantai, dan laut. Saya ingat betul momen saya berjemur dan bermain air laut di Pantai Petitenget, Bali, bersama Eline. Saat itu, kami berbagi tawa dan membakar kulit di bawah matahari. Dan sebagai seorang penyelam pemula, saya sangat berterima kasih pada Eline karena dia lah yang pertama kali mengajak saya scuba diving, meskipun hanya di akuarium raksasa Seaworld Indonesia.

Memotret Eline di Pantai Petitenget, Bali. Juni 2013.
Memotret Eline di Pantai Petitenget, Bali. Juni 2013.
IMG_0047
Saya dan Eline. Seaworld Indonesia, Januari 2013.
Saya dan Eline saat scuba diving di Seaworld Indonesia pada Januari 2013
Saya dan Eline saat scuba diving di Seaworld Indonesia pada Januari 2013.

Aduh! Saya sudah senyam-senyum sendiri membayangkan perjalanan ini bila benar-benar bisa terlaksana! Bisa terbang naik Citilink pulang-pergi dengan nyaman, lalu menginap di hotel yang letaknya dekat dengan pantai… Ah, saya sungguh berharap bisa mengunjungi Eline pada 3 Juli 2015 mendatang!

Dan jika kamu belum pernah menggunakan Traveloka sebelumnya, saya sangat menyarankan kamu untuk menggunakannya! Lebih asyik lagi, kalau kamu bisa menggunakan Apps-nya dengan mengunduh lewat AppStore untuk iOs atau Play Store untuk Android karena lebih praktis dan mudah! Dalam pengalaman saya, tiket pulang dari Sorong ke Jakarta pada awal Januari 2015 lalu dibeli lewat Traveloka dan saya bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan situs-situs lain! Saya juga pernah membelikan tiket pesawat untuk kedua orang tua saya waktu mereka mau menghadiri pernikahan sepupu di Palembang. Hasilnya? Kami bisa dapat tiket yang murah banget! Cara pembayaran yang ditawarkan oleh Traveloka juga amat beragam, kamu bisa menggunakan kartu kredit atau transfer lewat ATM. Saya sih, biasa transfer lewat ATM. Nah, tunggu apa lagi? Silakan coba pesan tiket pesawat dan booking kamar hotel di Traveloka. Praktis, cepat, dan murah!

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.