Beauty Health and Fitness Lifestyle Other Journals Reviews Sponsored Posts

Langsing dengan Akupuntur [REVIEW]

Sudah lama banget saya penasaran sama yang namanya akupuntur. Apalagi waktu adik saya sempat ikut program kampusnya ke Taiwan dan belajar soal akupuntur, saya jadi semakin tertarik. Makanya waktu ditawarin Klinik Hang Lekiu (KHL) untuk nyoba salah satu treatment mereka, saya langsung kepingin nyobain akupuntur dimana saya memilih akupuntur pelangsingan. Apalagi setahun belakangan berat badan saya bener-bener naik lumayan banyak. Peer-nya naik berat badan tuh buat saya bukan sekadar jadi nggak pede atau nggak nyaman dengan tubuh sendiri, tapi lebih ke mesti mengeluarkan biaya lagi untuk beli baju baru, gampang capek dan sakit. Jadi ya, saya langsung semangat deh mau menurunkan berat badan dengan nyobain akupuntur di KHL supaya tubuh jadi lebih fit dan saya juga nggak perlu beli baju baru lagi. 😛

Waktu pertama kali ke KHL saya lumayan terkejut karena klinik ini ternyata berada di sebuah rumah yang nyaman banget. Tempatnya sederhana, cantik, serta cozy. Menunggu giliran treatment dan ketemu dokter juga jadi nggak terlalu berasa karena rasanya kayak lagi main ke rumah temen. 🙂




Dengan nuansa serba coklat dan hijau, KHL memiliki konsep serba alami, dimana memang awalnya KHL ternyata lebih fokus kepada perawatan kesehatan namun sekarang sudah memiliki daftar perawatan kecantikan untuk para pasien perempuan juga. Untuk treatment tubuh, KHL punya banyak treatment yang bisa kamu konsultasikan sebelum memilih treatment tersebut.

Sekilas tentang akupuntur di KHL:

Jadi di kedatangan pertama ke KHL, karena saya ingin mencoba perawatan akupuntur pelangsingan saya pun langsung bertemu dengan dr. Inayah Budiasti, MS, SpGK yang memang merupakan Spesialis Gizi Klinik untuk berkonsultasi soal perawatan yang cocok dengan saya.

Ini adalah profil dari dr. Asti:

Saya dan dr. Asti saat konsultasi sebelum mulai treatment.

Untuk jenis-jenis treatment Akupuntur dan Nutrisi, KHL ada pricelist tersendiri yang bisa kamu intip:

Dan setelah saya berkonsultasi dengan dr. Asti, Beliau menyarankan saya untuk treatment sebanyak tiga kali yang terdiri dari Akupuntur Pelangsingan dan Mesobody. Mesobody sendiri merupakan treatment yang nggak termasuk ke treatment akupuntur namun bisa digabung karena memang Mesobody bermanfaat untuk menghancurkan lemak di area tubuh tertentu.

Konsultasi dengan dr. Asti menurut saya benar-benar bermanfaat karena dr. Asti bener-bener menjelaskan dengan detil tentang akupuntur dan mesobody serta menanyakan kepada saya bagian-bagian tubuh mana kah yang ingin ‘dikurangi’ lemaknya. Beliau juga sempat memberikan daftar makanan yang boleh dan jangan dimakan untuk sarapan, snack, makan siang, serta makan malam.

Konsultasi dengan dr. Asti.

Untuk diet yang diberikan dr. Asti kepada saya, secara garis besar dietnya itu No Carbs atau tanpa karbohidrat, jadi saya disarankan untuk lebih banyak makan sayur dan protein. Snack jam 10 pagi berupa yoghurt dan karena saya lumayan suka nyemil, dr. Asti menyarankan saya untuk nyemil kacang almond. Buah juga sebaiknya nggak banyak-banyak karena walaupun banyak serat, buah mengandung banyak karbohidrat.

Saat konsultasi, saya juga sempat berganti pakaian dengan kimono karena sebelum treatment dimulai berat badan saya harus ditimbang dan lingkar-lingkar di tubuh saya, seperti lengan, perut, dan paha juga harus diukur.

Dan di bawah ini adalah hasil timbangan saya dan lingkar-lingkar tubuh saya saat kedatangan pertama:

Berat badan saya saat pertama kali datang 56,4 kg dengan massa lemak sebanyak 36,6%. Saya lumayan terkejut karena terakhir nimbang berat saya masih 55 kg berarti berat badan saya memang nambah lagi. Setelah ditimbang, kemudian dilakukan treatment Mesobody dimana beberapa bagian tubuh saya: perut, lengan, pinggang, dan pangkal paha disuntikkan cairan penghancur lemak untuk memaksimalkan hasil akupuntur pelangsingan. Rasanya? Jujur saja agak sakit karena disuntiknya di banyak bagian, tapi sakitnya cuma sebentar aja. Hehe… Untuk fotonya nggak ada karena memang nggak bisa difoto karena saat treatment saya hanya mengenakan pakaian dalam. Begitu pula untuk akupuntur tubuh fotonya juga nggak ada. 🙂

Setelah Mesobody, kemudian saya diajak untuk treatment akupuntur yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit yang ternyata sama sekali nggak sakit. Maklum saya awalnya juga sempet parno karena bakalan ditusuk banyak jarum, tapi ternyata memang bener kalo akupuntur itu sama sekali nggak sakit. Setelah jarum ditusukkan di titik-titik tubuh, kemudian jarum dijepit dengan kabel-kabel yang kemudian bergetar selama 20-30 menit. Nggak semua jarum akupuntur yang ada di tubuh sih dijepit dengan kabel. Untuk di bagian perut, jarum-jarum yang ada juga disinari dengan sinar inframerah atau infrared yang bikin hangat. Menurut saya sendiri akupuntur ini enak banget karena rasanya mirip-mirip kayak lagi spa atau massage. 😛

Untuk treatment-nya secara keseluruhan, mulai dari konsultasi, nimbang berat badan, pengukuran lingkar-lingkar tubuh, Mesobody, dan akupuntur pelangsingan, lama treatment-nya kurang lebih 2 jam. Lebih baik reservasi dulu via telepon karena walapun KHL kelihatannya sepi, sebenernya jadwalnya hampir selalu penuh apalagi di weekend. 

Yang penasaran dengan hasil akupuntur pelangsingan dan Mesobody saya di KHL, baca postingan berikutnya ya karena di situ saya share hasilnya setelah 3 kali treatment. 😀

Last but not least, thanks KHL for inviting me to review the treatments. Although the treatments are endorsed, opinions are all mine. 🙂



You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    Ani Berta
    10 November 2017 at 3:16 pm

    Sakit gak Sefin pas ditusu2 jarumnya? 😀

    • Reply
      Sefin
      10 November 2017 at 4:14 pm

      Nggak. Malah kayak nggak berasa, Teh! 😛

    Leave a Reply